alexametrics
29.1 C
Malang
Thursday, 21 October 2021

Dropping Vaksin Jadi Kendala Pencapaian Herd Immunity Kota Malang

MALANG KOTA – Meski sudah melebihi target herd immunity, beberapa kendala masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang mencatat, capaian vaksinasi dosis 1 di Kota Malang sudah menyentuh angka 87 persen. Sedangkan untuk dosis 2 tercatat 59 persen.

Angka itu sebenarnya sudah melebihi syarat minimal terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok. Namun vaksinasi terus digencarkan agar capaiannya merata di seluruh kecamatan, bahkan kelurahan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, syarat minimal capaian vaksinasi dalam mencapai herd immunity adalah 70 persen untuk dosis pertama. Kota Malang memang sudah melampaui syarat tersebut. Namun dinas kesehatan masih mempunyai pekerjaan rumah untuk meningkatkan capaian vaksinasi dosis kedua. ”Nanti bakal ada percepatan untuk mengimbangi dengan capaian (vaksinasi) dosis pertama,” ujarnya.

Husnul menambahkan, assessment dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut bahwa minimal capaian vaksinasi dosis kedua adalah 40 persen. Kota Malang juga sudah melampaui angka tersebut. Meski demikian, Husnul mengaku terus berkomunikasi dengan Kemenkes agar capaian itu terus ditingkatkan. Caranya dengan meminta dropping jatah vaksin dari pusat.

Permasalahan vaksinasi dosis kedua memang lebih rumit. Selain menunggu jatah vaksin dari pusat, ada ketentuan bahwa jenis vaksinnya harus sama dengan dosis pertama. Khususnya bagi warga yang mendapat vaksin AstraZeneca.

Di luar masalah jenis vaksin, Pemkot Malang telah melakukan percepatan vaksinasi dengan melibatkan kelurahan-kelurahan. Percepatan semacam itu dimulai pada awal Oktober 2021. Tujuan awalnya untuk membantu kelompok lanjut usia (lansia) mendapatkan vaksin. Namun, untuk detail capaian vaksinasi di tiap kelurahan belum tercatat. ”Kami mendata jumlahnya secara akumulatif,” kata Husnul.

Berdasar data dinas kesehatan, dari total 57 kelurahan di Kota Malang, 50 di antaranya telah menggelar vaksinasi di wilayah masing-masing. Setiap kelurahan bisa memvaksin 400-700 orang. Mekanisme semacam itu diharapkan bisa menghasilkan data capaian per kecamatan. Sebab data capaian 87 persen vaksinasi di Kota Malang belum dipilah antara penduduk asli kota malang dengan warga luar yang mendapatkan vaksin di kota ini.

”Kami akan meminta bantuan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang untuk mendata warga Kota Malang yang telah divaksin. Nanti akan dipilah lagi berdasar kelompok. Seperti masyarakat umum, lansia, tenaga kesehatan, pelayan publik, dan pelajar,” papar pria yang pernah menjabat Direktur RSUD Kota Malang itu.

Bagi warga Kota Malang yang belum mendapatkan vaksin, Husnul menjelaskan bahwa mereka juga bisa mengakses layanan vaksinasi terdekat di kelurahan masing-masing. Stok vaksin masih ada, namun diprediksi habis pada pekan depan. Per hari, Dinas Kesehatan Kota Malang menyuntikkan sekitar 14 ribu hingga 16 ribu dosis vaksin. ”Kami ingin capaian vaksinasi bisa 100 persen dalam beberapa bulan ke depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Kedungkandang Prayitno mengaku belum mendapatkan data jumlah warga di wilayahnya yang telah divaksin. Menurutnya, data itu langsung masuk ke dinas kesehatan. ”Yang pasti belum seluruh warga mendapatkan vaksin. Kami juga coba membantu percepatan vaksinasi hingga ke kelurahan,” bebernya.

Prayitno menjelaskan, di wilayahnya terdapat sekitar 137 ribu orang yang masuk sasaran vaksinasi. Upaya ”serbuan” vaksinasi sempat dilakukan pada Agustus. Sekitar 5.000 warga Kedungkandangmengikuti vaksinasi massal di GOR Ken Arok. Upaya semacam itu sebenarnya bisa kembali dilakukan lagi. Namun harus ada komunikasi dengan Pemkot Malang lebih dulu karena saat ini sudah ada program vaksinasi di kelurahan.

Hal yang sama juga diungkapkan Camat Sukun Widi Wirawan. Dia belum bisa mendapatkan data jumlah warganya yang sudah mendapatkan vaksin. Alasannya, semua data langsung masuk ke masuk ke dinas kesehatan. ”Sambil menunggu datanya, kami fokus melakukan percepatan di setiap fasilitas pelayanan kesehatan  di Kecamatan Sukun,” jelasnya.

Sebanyak 145 ribu warga Kecamatan Sukun ditarget mendapatkan vaksin. Sama seperti instruksi Dinkes, vaksinasi di kelurahan bakal digencarkan.Tinggal menunggu stok vaksin dari pusat. Sejauh ini, Widi kerap menerima sejumlah pertanyaan warga kapan vaksinasi dilakukan. Namun itu terjadi sebelum serbuan vaksin beberapa waktu lalu. (adn/fat/rmc)

 

MALANG KOTA – Meski sudah melebihi target herd immunity, beberapa kendala masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Malang mencatat, capaian vaksinasi dosis 1 di Kota Malang sudah menyentuh angka 87 persen. Sedangkan untuk dosis 2 tercatat 59 persen.

Angka itu sebenarnya sudah melebihi syarat minimal terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok. Namun vaksinasi terus digencarkan agar capaiannya merata di seluruh kecamatan, bahkan kelurahan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, syarat minimal capaian vaksinasi dalam mencapai herd immunity adalah 70 persen untuk dosis pertama. Kota Malang memang sudah melampaui syarat tersebut. Namun dinas kesehatan masih mempunyai pekerjaan rumah untuk meningkatkan capaian vaksinasi dosis kedua. ”Nanti bakal ada percepatan untuk mengimbangi dengan capaian (vaksinasi) dosis pertama,” ujarnya.

Husnul menambahkan, assessment dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut bahwa minimal capaian vaksinasi dosis kedua adalah 40 persen. Kota Malang juga sudah melampaui angka tersebut. Meski demikian, Husnul mengaku terus berkomunikasi dengan Kemenkes agar capaian itu terus ditingkatkan. Caranya dengan meminta dropping jatah vaksin dari pusat.

Permasalahan vaksinasi dosis kedua memang lebih rumit. Selain menunggu jatah vaksin dari pusat, ada ketentuan bahwa jenis vaksinnya harus sama dengan dosis pertama. Khususnya bagi warga yang mendapat vaksin AstraZeneca.

Di luar masalah jenis vaksin, Pemkot Malang telah melakukan percepatan vaksinasi dengan melibatkan kelurahan-kelurahan. Percepatan semacam itu dimulai pada awal Oktober 2021. Tujuan awalnya untuk membantu kelompok lanjut usia (lansia) mendapatkan vaksin. Namun, untuk detail capaian vaksinasi di tiap kelurahan belum tercatat. ”Kami mendata jumlahnya secara akumulatif,” kata Husnul.

Berdasar data dinas kesehatan, dari total 57 kelurahan di Kota Malang, 50 di antaranya telah menggelar vaksinasi di wilayah masing-masing. Setiap kelurahan bisa memvaksin 400-700 orang. Mekanisme semacam itu diharapkan bisa menghasilkan data capaian per kecamatan. Sebab data capaian 87 persen vaksinasi di Kota Malang belum dipilah antara penduduk asli kota malang dengan warga luar yang mendapatkan vaksin di kota ini.

”Kami akan meminta bantuan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang untuk mendata warga Kota Malang yang telah divaksin. Nanti akan dipilah lagi berdasar kelompok. Seperti masyarakat umum, lansia, tenaga kesehatan, pelayan publik, dan pelajar,” papar pria yang pernah menjabat Direktur RSUD Kota Malang itu.

Bagi warga Kota Malang yang belum mendapatkan vaksin, Husnul menjelaskan bahwa mereka juga bisa mengakses layanan vaksinasi terdekat di kelurahan masing-masing. Stok vaksin masih ada, namun diprediksi habis pada pekan depan. Per hari, Dinas Kesehatan Kota Malang menyuntikkan sekitar 14 ribu hingga 16 ribu dosis vaksin. ”Kami ingin capaian vaksinasi bisa 100 persen dalam beberapa bulan ke depan,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Kedungkandang Prayitno mengaku belum mendapatkan data jumlah warga di wilayahnya yang telah divaksin. Menurutnya, data itu langsung masuk ke dinas kesehatan. ”Yang pasti belum seluruh warga mendapatkan vaksin. Kami juga coba membantu percepatan vaksinasi hingga ke kelurahan,” bebernya.

Prayitno menjelaskan, di wilayahnya terdapat sekitar 137 ribu orang yang masuk sasaran vaksinasi. Upaya ”serbuan” vaksinasi sempat dilakukan pada Agustus. Sekitar 5.000 warga Kedungkandangmengikuti vaksinasi massal di GOR Ken Arok. Upaya semacam itu sebenarnya bisa kembali dilakukan lagi. Namun harus ada komunikasi dengan Pemkot Malang lebih dulu karena saat ini sudah ada program vaksinasi di kelurahan.

Hal yang sama juga diungkapkan Camat Sukun Widi Wirawan. Dia belum bisa mendapatkan data jumlah warganya yang sudah mendapatkan vaksin. Alasannya, semua data langsung masuk ke masuk ke dinas kesehatan. ”Sambil menunggu datanya, kami fokus melakukan percepatan di setiap fasilitas pelayanan kesehatan  di Kecamatan Sukun,” jelasnya.

Sebanyak 145 ribu warga Kecamatan Sukun ditarget mendapatkan vaksin. Sama seperti instruksi Dinkes, vaksinasi di kelurahan bakal digencarkan.Tinggal menunggu stok vaksin dari pusat. Sejauh ini, Widi kerap menerima sejumlah pertanyaan warga kapan vaksinasi dilakukan. Namun itu terjadi sebelum serbuan vaksin beberapa waktu lalu. (adn/fat/rmc)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru