alexametrics
29.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Tambah Skill, Disnaker Kota Malang Latih 225 Buruh Rokok Jadi Barista

MALANG KOTA – Dinas Ketenagakerjaan, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang punya cara tersendiri untuk meningkatkan kapasitas pekerja. Rencananya, dalam waktu dekat mereka bakal melatih 225 pekerja pabrik atau buruh rokok menjadi barista. Jika tidak ada kendala, wacana tersebut bakal dilakukan pada tahun ini, sembari menunggu kelonggaran kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turun level.

Sekretaris Disnaker-PMPTSP Kota Malang Woro Tanty menjelaskan sebanyak  225 pekerja tersebut bakal dilatih untuk menambah kompetensi  kerja. Nantinya, secara garis besar bakal diberi cara bagaimana membuat olahan kopi. Untuk melatih para pekerja tersebut, pihaknya bakal mendatangkan barista profesional.  “Kami harapkan supaya para pekerja bisa memiliki keahlian lain yang nantinya bisa membuat usaha sampingan,” kata Woro Tanty.

Pelatihan tersebut menurut Woro bakal diambil dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Terkait jumlah anggaran, dia belum menjelaskan secara rinci berapa besarannya. Pihaknya masih menunggu kebijakan dari Pemkot Malang terkait  teknis pembagian dana tersebut.

Terpisah, Wali Kota Malang Drs H. Sutiaji  menginginkan pelatihan tersebut bisa menjadi tambahan bekal skill pekerja. Sehingga jika sewaktu-waktu ingin membuka usaha, tidak akan kesusahan. Belum lagi masa pandemi Covid-19 yang turut berdampak terhadap ekonomi. “Jadi peluang usaha terus jalan, roda perekonomian warga bisa pulih perlahan,” katanya.

Orang nomor satu di Pemkot Malang itu juga ingin angka pengangguran bisa teratasi. Sebab dengan pelatihan tersebut juga bisa memutus angka pengangguran. Dalam jangka panjang, mereka yang punya usaha bisa membuka lapangan pekerjaan. (adn/mas/rmc)

MALANG KOTA – Dinas Ketenagakerjaan, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang punya cara tersendiri untuk meningkatkan kapasitas pekerja. Rencananya, dalam waktu dekat mereka bakal melatih 225 pekerja pabrik atau buruh rokok menjadi barista. Jika tidak ada kendala, wacana tersebut bakal dilakukan pada tahun ini, sembari menunggu kelonggaran kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turun level.

Sekretaris Disnaker-PMPTSP Kota Malang Woro Tanty menjelaskan sebanyak  225 pekerja tersebut bakal dilatih untuk menambah kompetensi  kerja. Nantinya, secara garis besar bakal diberi cara bagaimana membuat olahan kopi. Untuk melatih para pekerja tersebut, pihaknya bakal mendatangkan barista profesional.  “Kami harapkan supaya para pekerja bisa memiliki keahlian lain yang nantinya bisa membuat usaha sampingan,” kata Woro Tanty.

Pelatihan tersebut menurut Woro bakal diambil dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Terkait jumlah anggaran, dia belum menjelaskan secara rinci berapa besarannya. Pihaknya masih menunggu kebijakan dari Pemkot Malang terkait  teknis pembagian dana tersebut.

Terpisah, Wali Kota Malang Drs H. Sutiaji  menginginkan pelatihan tersebut bisa menjadi tambahan bekal skill pekerja. Sehingga jika sewaktu-waktu ingin membuka usaha, tidak akan kesusahan. Belum lagi masa pandemi Covid-19 yang turut berdampak terhadap ekonomi. “Jadi peluang usaha terus jalan, roda perekonomian warga bisa pulih perlahan,” katanya.

Orang nomor satu di Pemkot Malang itu juga ingin angka pengangguran bisa teratasi. Sebab dengan pelatihan tersebut juga bisa memutus angka pengangguran. Dalam jangka panjang, mereka yang punya usaha bisa membuka lapangan pekerjaan. (adn/mas/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/