alexametrics
29.2 C
Malang
Sunday, 14 August 2022

Bidik Pelajar, BNN Ajukan 3000 Alat Tes Urin ke Pemkot Malang

MALANG KOTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang akan mengintensifkan pencegahan dan pengawasan penyalahgunaan obat terlarang di kalangan pelajar. Oleh karena itu, BNN Kota Malang mengajukan 3000 alat tes urin kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

“Ya prinsip kami adalah mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebelumnya kami rutin mendapatkan bantuan alat tes urin dari pusat. Tapi semenjak 2017 karena pergantian kebijakan bantuan tersebut distop. Sehingga kami mengajukan bantuan ke Pemkot Malang, ” urai Kepala BNN Kota Malang AKBP Agus Irianto, ketika di SMKN 6 Malang Sabtu (14/11).

Karena bantuan dari pusat sudah tidak ada, maka banyak sekolah yang mengajukan pemeriksaan secara mandiri. Salah satunya adalah SMA Taruna Nala, SMKN 6 Malang dan Polinema, ada pula beberapa SMK yang mengajukan untuk syarat Prakerin (Praktek Kerja Industri) .

“Tapi jangan kira kami ambil untung ketika sekolah melakukan pengajuan secara mandiri. Karena ini semua laporannya masuk ke kas negara,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan, kini pengajuan alat tes urin kepada pemkot sudah diterima. “Pemkot sudah bilang bersedia dan menyanggupi. Kemungkinan tahun 2021 baru bisa terealisasikan,” tukas dia.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang akan mengintensifkan pencegahan dan pengawasan penyalahgunaan obat terlarang di kalangan pelajar. Oleh karena itu, BNN Kota Malang mengajukan 3000 alat tes urin kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

“Ya prinsip kami adalah mencegah lebih baik daripada mengobati. Sebelumnya kami rutin mendapatkan bantuan alat tes urin dari pusat. Tapi semenjak 2017 karena pergantian kebijakan bantuan tersebut distop. Sehingga kami mengajukan bantuan ke Pemkot Malang, ” urai Kepala BNN Kota Malang AKBP Agus Irianto, ketika di SMKN 6 Malang Sabtu (14/11).

Karena bantuan dari pusat sudah tidak ada, maka banyak sekolah yang mengajukan pemeriksaan secara mandiri. Salah satunya adalah SMA Taruna Nala, SMKN 6 Malang dan Polinema, ada pula beberapa SMK yang mengajukan untuk syarat Prakerin (Praktek Kerja Industri) .

“Tapi jangan kira kami ambil untung ketika sekolah melakukan pengajuan secara mandiri. Karena ini semua laporannya masuk ke kas negara,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan, kini pengajuan alat tes urin kepada pemkot sudah diterima. “Pemkot sudah bilang bersedia dan menyanggupi. Kemungkinan tahun 2021 baru bisa terealisasikan,” tukas dia.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/