alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

Gubernur Jatim Dukung Malang Rintis Wisata Halal

MALANG KOTA – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mendukung upaya Kota Malang dalam merintis Wisata Halal. Sebab, menurut Global Islamic Economy Indicator (GIEI), Indonesia masih bertahan berada pada peringkat 10.

“Menurut Global Islamic Economy Indicator, Halal recreation sudah 10 besar. Karena Kota Malang punya potensi yang luar biasa untuk mendatangkan wisatawan. Semoga bisa maju lagi peringkatnya. Karena mulai wisata pendidikan, kuliner, dan budaya ada di Kota Malang, ” ujar Khofifah pada Peresmian Pusat Studi Jatim di Unisma pada Jumat (13/10) kemarin.

Namun untuk halal food, Khofifah mengatakan Indonesia masih belum masuk 10 besar. “Kalau mau masuk 10 besar, harusnya dari Jawa Timur karena memiliki banyak potensi. Insya Allah Jawa Timur bisa 2 besar,” ujar dia

Sementara itu, menanggapi pernyataan Gubernur, Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, pihaknya masih dalam upaya meningkatkan kinerja dalam merintis Wisata Halal. Salah satunya adalah menyulap area Kayutangan menjadi Kawasan Wisata Heritage.

“Salah satunya adalah Kayutangan Heritage yang sedang dibangun. Karena kami sedang berupaya membuat wisata kuliner, budaya, dan pendidikan yang bisa menjadi destinasi wisata halal,” ujar Sutiaji pada Jumat (13/11).

Ia mengatakan, pihaknya merintis Wisata Halal karena ingin membuat destinasi wisata yang berbeda dari Kota Batu dan Kabupaten Malang.

“Kami tidak bisa buat wisata buatan seperti milik Kota Batu, apalagi wisata alam seperti milik Kabupaten Malang. Untuk itu, kami berusaha memaksimalkan potensi yang ada di Kota Malang. Yaitu dengan beranekaragam kuliner, kesenian, dan sejarah di Kota Malang,” ujarnya.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa mendukung upaya Kota Malang dalam merintis Wisata Halal. Sebab, menurut Global Islamic Economy Indicator (GIEI), Indonesia masih bertahan berada pada peringkat 10.

“Menurut Global Islamic Economy Indicator, Halal recreation sudah 10 besar. Karena Kota Malang punya potensi yang luar biasa untuk mendatangkan wisatawan. Semoga bisa maju lagi peringkatnya. Karena mulai wisata pendidikan, kuliner, dan budaya ada di Kota Malang, ” ujar Khofifah pada Peresmian Pusat Studi Jatim di Unisma pada Jumat (13/10) kemarin.

Namun untuk halal food, Khofifah mengatakan Indonesia masih belum masuk 10 besar. “Kalau mau masuk 10 besar, harusnya dari Jawa Timur karena memiliki banyak potensi. Insya Allah Jawa Timur bisa 2 besar,” ujar dia

Sementara itu, menanggapi pernyataan Gubernur, Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, pihaknya masih dalam upaya meningkatkan kinerja dalam merintis Wisata Halal. Salah satunya adalah menyulap area Kayutangan menjadi Kawasan Wisata Heritage.

“Salah satunya adalah Kayutangan Heritage yang sedang dibangun. Karena kami sedang berupaya membuat wisata kuliner, budaya, dan pendidikan yang bisa menjadi destinasi wisata halal,” ujar Sutiaji pada Jumat (13/11).

Ia mengatakan, pihaknya merintis Wisata Halal karena ingin membuat destinasi wisata yang berbeda dari Kota Batu dan Kabupaten Malang.

“Kami tidak bisa buat wisata buatan seperti milik Kota Batu, apalagi wisata alam seperti milik Kabupaten Malang. Untuk itu, kami berusaha memaksimalkan potensi yang ada di Kota Malang. Yaitu dengan beranekaragam kuliner, kesenian, dan sejarah di Kota Malang,” ujarnya.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/