alexametrics
29.2 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Kesadaran Rendah, Razia Berpindah-pindah Tetap Ada yang Terjaring

MALANG KOTA – Operasi yustisi mulai digiatkan kembali di Kota Malang untuk meningkatkan kembali kesadaran masyarakat yang mulai lengah terhadap Covid-19. Namun, rendahnya kesadaran masyarakat dalam bermasker menyebabkan giat operasi di manapun lokasinya masih ada saja yang terjaring karena melanggar.

Salah satunya adalah operasi yustisi yang dilakukan Senin (14/12) sore ini di Kelurahan Bandulan. Masih banyak pelanggar yang terjaring operasi karena lalai dalam bermasker.

“Harapan kami kesadaran masyarakat semakin meningkat. Setiap razia kita pindah-pindah, beda tempat pun tetap sama. Ada saja yang tidak memakai masker,” ungkap Endiex Purwantoro, Kanit Sabhara Polsek Sukun.

Dia mengatakan, tiap hari minimal ada tiga tempat yang dilakukan Operasi Yustisi. “Seluruh yang ada di Kota Malang ini semua melaksanakan kegiatan yustisi. Paling tidak di tiga tempat siang pagi malam sore. Di situ tiap kecamatan akan mengatur sendiri wilayahnya masing-masing. Seperti di Kecamatan Sukun ini kebetulan tanggal 14 bertempat di Kelurahan Bandulan,” paparnya.

Selain itu, dia mengatakan, lokasi dilakukan operasi pun berubah-ubah. “Besok akan beda lagi tempatnya, digilir tiap kelurahan. Ini tadi sekitar 20-an yang terjaring. Akan pindah tempat lagi,” kata dia.

Menurut dia, hukuman yang diberikan pun hanya sanksi sosial. “Yang tidak membawa masker, kita beri masker. Tapi sebelumnya harus menghapalkan Pancasila dulu atau menyanyikan lagu Halo-Halo Bandung. Pelanggar juga kami suruh berjanji tidak lupa memakai masker,” ujar Endiex.

Untuk mengatasi lonjakan kasus yang meninggi, Wali Kota Malang Sutiaji tak hanya menggiatkan lagi Operasi Yustisi, tetapi juga berencana untuk menggiatkan kembali kampung tangguh.

“Kampung tangguh digalakkan lagi. Dalam waktu dekat akan kami adakan webinar dengan seluruh RW untuk saling menguatkan lagi kampung tangguh. Kampung tangguh yang kemarin sudah kita bina, akan semakin kita kuatkan lagi. Dan operasi-operasi yustisi juga minta kita lakukan per kelurahan untuk menguatkan saudara-saudara kita yang lengah,” beber Sutiaji.

Tak hanya itu, untuk antisipasi liburan panjang, Sutiaji juga akan menerapkan aturan pemotongan cuti bersama sebanyak 4 hari.

“Sudah dikurangi pun total itungan masih lebih dari 1 minggu. Karena pandemi masih harus diwaspadai, kesadaran mulai lengah. Kalau PSBB kita susah. Benteng terakhir yang kita siapkan adalah ini. Tapi garda terdepannya adalah disiplin-disiplin dan disiplin masyarakat untuk protokol Covid-19,” kata Sutiaji.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG KOTA – Operasi yustisi mulai digiatkan kembali di Kota Malang untuk meningkatkan kembali kesadaran masyarakat yang mulai lengah terhadap Covid-19. Namun, rendahnya kesadaran masyarakat dalam bermasker menyebabkan giat operasi di manapun lokasinya masih ada saja yang terjaring karena melanggar.

Salah satunya adalah operasi yustisi yang dilakukan Senin (14/12) sore ini di Kelurahan Bandulan. Masih banyak pelanggar yang terjaring operasi karena lalai dalam bermasker.

“Harapan kami kesadaran masyarakat semakin meningkat. Setiap razia kita pindah-pindah, beda tempat pun tetap sama. Ada saja yang tidak memakai masker,” ungkap Endiex Purwantoro, Kanit Sabhara Polsek Sukun.

Dia mengatakan, tiap hari minimal ada tiga tempat yang dilakukan Operasi Yustisi. “Seluruh yang ada di Kota Malang ini semua melaksanakan kegiatan yustisi. Paling tidak di tiga tempat siang pagi malam sore. Di situ tiap kecamatan akan mengatur sendiri wilayahnya masing-masing. Seperti di Kecamatan Sukun ini kebetulan tanggal 14 bertempat di Kelurahan Bandulan,” paparnya.

Selain itu, dia mengatakan, lokasi dilakukan operasi pun berubah-ubah. “Besok akan beda lagi tempatnya, digilir tiap kelurahan. Ini tadi sekitar 20-an yang terjaring. Akan pindah tempat lagi,” kata dia.

Menurut dia, hukuman yang diberikan pun hanya sanksi sosial. “Yang tidak membawa masker, kita beri masker. Tapi sebelumnya harus menghapalkan Pancasila dulu atau menyanyikan lagu Halo-Halo Bandung. Pelanggar juga kami suruh berjanji tidak lupa memakai masker,” ujar Endiex.

Untuk mengatasi lonjakan kasus yang meninggi, Wali Kota Malang Sutiaji tak hanya menggiatkan lagi Operasi Yustisi, tetapi juga berencana untuk menggiatkan kembali kampung tangguh.

“Kampung tangguh digalakkan lagi. Dalam waktu dekat akan kami adakan webinar dengan seluruh RW untuk saling menguatkan lagi kampung tangguh. Kampung tangguh yang kemarin sudah kita bina, akan semakin kita kuatkan lagi. Dan operasi-operasi yustisi juga minta kita lakukan per kelurahan untuk menguatkan saudara-saudara kita yang lengah,” beber Sutiaji.

Tak hanya itu, untuk antisipasi liburan panjang, Sutiaji juga akan menerapkan aturan pemotongan cuti bersama sebanyak 4 hari.

“Sudah dikurangi pun total itungan masih lebih dari 1 minggu. Karena pandemi masih harus diwaspadai, kesadaran mulai lengah. Kalau PSBB kita susah. Benteng terakhir yang kita siapkan adalah ini. Tapi garda terdepannya adalah disiplin-disiplin dan disiplin masyarakat untuk protokol Covid-19,” kata Sutiaji.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/