alexametrics
21.4 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Polresta Makota Kantongi Identitas Penyebar Hoax Malang Zona Hitam

MALANG KOTA – Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmarta akan menangkap oknum yang menyebarkan hoax terkait zona hitam, serta larangan datang ke Kota Malang yang mengatasnamakan dirinya. Pria yang biasanya murah senyum itu mengatakan bahwa pihak aparat sudah mengantongi identitas oknum tersebut.

“Kami akan cari siapa orang yang menyebarkan berita itu. Dan akan saya proses,” katanya ditemui di Polresta Malang Kota pada Senin (13/12).

Sebelumnya, beberapa waktu yang lalu beredar pesan chat di media sosial WhatsApp, agar tanggal 15 hingga 25 Desember untuk tidak berpergian atau memasuki Kota Malang. Dalam pesan yang tidak diketahui dari mana asalnya itu, dijelaskan, jika mereka yang bukan merupakan warga luar Malang, namun tetap masuk ke Kota Malang, maka nantinya akan langsung dikarantina selama 14 hari.

Yang membuat masyarakat heboh adalah penegasan dalam pesan tersebut, sampai mencatut Kapolresta Malang Kota sebagai pihak yang memberikan imbauan.

“Sudah ratusan orang yang saya klarifikasi. Kabar tersebut tidak benar, sekali lagi tidak benar. Ayo mari bersama kita jaga Kota Malang. Yang pasti tidak ada zona hitam, karantina 14 hari, dan imbauan Kapolres. Tidak ada itu,” tegas dia.

Pihaknya meminta masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Leonardus meminta agar masyarakat tidak menelan informasi mentah-mentah dari media sosial, namun melakukan filterisasi agar tidak gampang termakan hoax.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmarta akan menangkap oknum yang menyebarkan hoax terkait zona hitam, serta larangan datang ke Kota Malang yang mengatasnamakan dirinya. Pria yang biasanya murah senyum itu mengatakan bahwa pihak aparat sudah mengantongi identitas oknum tersebut.

“Kami akan cari siapa orang yang menyebarkan berita itu. Dan akan saya proses,” katanya ditemui di Polresta Malang Kota pada Senin (13/12).

Sebelumnya, beberapa waktu yang lalu beredar pesan chat di media sosial WhatsApp, agar tanggal 15 hingga 25 Desember untuk tidak berpergian atau memasuki Kota Malang. Dalam pesan yang tidak diketahui dari mana asalnya itu, dijelaskan, jika mereka yang bukan merupakan warga luar Malang, namun tetap masuk ke Kota Malang, maka nantinya akan langsung dikarantina selama 14 hari.

Yang membuat masyarakat heboh adalah penegasan dalam pesan tersebut, sampai mencatut Kapolresta Malang Kota sebagai pihak yang memberikan imbauan.

“Sudah ratusan orang yang saya klarifikasi. Kabar tersebut tidak benar, sekali lagi tidak benar. Ayo mari bersama kita jaga Kota Malang. Yang pasti tidak ada zona hitam, karantina 14 hari, dan imbauan Kapolres. Tidak ada itu,” tegas dia.

Pihaknya meminta masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Leonardus meminta agar masyarakat tidak menelan informasi mentah-mentah dari media sosial, namun melakukan filterisasi agar tidak gampang termakan hoax.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/