alexametrics
24.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Dihantam Hujan, Tiga Rumah Ambrol

MALANG KOTA – Tiga rumah di Jalan Kapri RT 05/ RW 04, Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang longsor pada Minggu (14/3) malam. Paling parah adalah rumah berukuran 7×4 yang dimiliki Fauzan Adima itu seluruhnya ambrol ke ngarai di bawahnya.

“Sejak tahun baru 2021 kemarin bagian belakang rumah saya sudah ada longsor sedikit, dan ada retak-retak. Sehingga saya sudah pindahkan barang-barang saya ke mertua saya. Jadi ketika kejadian, tidak ada korban,” ujar pria 30 tahun itu.

Fauzan mengaku, rumahnya memang dibangun di atas plengsengan. “Saya tidak mengerti tata bangunan. Waktu itu tukang dan kontraktor mengatakan aman. Ya saya percaya saja, ” tutupnya.

Selain rumah Fauzan, ada dua rumah lain yang terdampak. Yaitu rumah Soekardie dan Samsudin. “Waktu kejadian sekitar 21.00 WIB, kami sedang berada di teras. Kaget waktu rumah Fauzan ambrol,” cerita Soekardie.

Akibat longsor, bangunan bagian dapur rumah Soekardie menggantung karena pondasinya sudah ambrol. Sedangkan rumah Samsudin, retak, dan bagian belakannya hampir terbelah.

Soekardie menaksir, jika ditotal kerugian yang dialami mencapai lebih dari Rp 900 juta. “Rumah Fauzan saja mencapai Rp 500 juta, saya Rp 350 juta, dan Samsudin sekitar Rp 75 juta,” pungkasnya.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Tiga rumah di Jalan Kapri RT 05/ RW 04, Bumiayu, Kedungkandang, Kota Malang longsor pada Minggu (14/3) malam. Paling parah adalah rumah berukuran 7×4 yang dimiliki Fauzan Adima itu seluruhnya ambrol ke ngarai di bawahnya.

“Sejak tahun baru 2021 kemarin bagian belakang rumah saya sudah ada longsor sedikit, dan ada retak-retak. Sehingga saya sudah pindahkan barang-barang saya ke mertua saya. Jadi ketika kejadian, tidak ada korban,” ujar pria 30 tahun itu.

Fauzan mengaku, rumahnya memang dibangun di atas plengsengan. “Saya tidak mengerti tata bangunan. Waktu itu tukang dan kontraktor mengatakan aman. Ya saya percaya saja, ” tutupnya.

Selain rumah Fauzan, ada dua rumah lain yang terdampak. Yaitu rumah Soekardie dan Samsudin. “Waktu kejadian sekitar 21.00 WIB, kami sedang berada di teras. Kaget waktu rumah Fauzan ambrol,” cerita Soekardie.

Akibat longsor, bangunan bagian dapur rumah Soekardie menggantung karena pondasinya sudah ambrol. Sedangkan rumah Samsudin, retak, dan bagian belakannya hampir terbelah.

Soekardie menaksir, jika ditotal kerugian yang dialami mencapai lebih dari Rp 900 juta. “Rumah Fauzan saja mencapai Rp 500 juta, saya Rp 350 juta, dan Samsudin sekitar Rp 75 juta,” pungkasnya.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/