alexametrics
27.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Wali Kota Malang Minta ASN Tak Jadi Kompor Warga

MALANG KOTA – Wali Kota Malang Sutiaji meminta agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) mampu menjaga keamanan informasi dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Menurutnya, ASN harus mampu memilah dan memilih informasi sebelum disampaikan ke masyarakat luas.

“Harus bisa memilah dan memilih informasi mana saja yang dapat disampaikan masyarakat luas dan mana yang menjadi rahasia negara. ASN jangan jadi kompor di masyarakat,” kata Sutiaji di acara pembekalan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Keamanan Informasi Pemerintah Daerah di Hotel Ijen Suite Kota Malang, Senin (15/3/2021).

Sutiaji mengatakan, digitalisasi membuat penguasaan teknologi menjadi hal yang krusial. Apalagi Kota Malang sendiri juga mencanangkan konsep smart city. Sehingga, politisi Partai Demokrat tersebut meminta seluruh peserta yang hadir hari ini untuk benar-benar menyimak materi yang disampaikan oleh para narasumber.

“Sehingga diharapkan mampu lebih terlatih dalam menangani gangguan internet di wilayahnya,” ucapnya.

Kepala Diskominfo M Nur Widianto mengatakan, peserta yang terdiri dari 60 orang itu mendapatkan pelatihan kemampuan pranata komputer terkait troubleshooting dan jurus menghadapi serangan craker maupun hacker.

60 peserta tersebut merupakan personil dari tim teknologi informasi dari masing-masing organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk tiga kantor kecamatan yaitu Klojen, Sukun, dan Blimbing.

Ia mengatakan, pembekalan tersebut juga berkaitan dengan penanganan WiFi. Hal ini sejalan dengan program Pemkot untuk penguatan WiFi di setiap RW.

“Apabila ada trouble di layanan wifi, maka pranata komputer setidaknya bisa memberikan bantuan,” ujar pria yang juga plt Kepala Humas Pemkot Malang itu.

Menurutnya, digitalisasi proses kerja menjadikan keamanan informasi menjadi hal yang berpengaruh pada keseluruhan proses bisnis yang juga diikuti tingginya risiko dan celah keamanan informasi atau meningkatnya ancaman kejahatan siber, sehingga sangat penting untuk menjadi perhatian utama.

Hal ini juga telah mendorong banyaknya layanan perlindungan keamanan dari pihak ketiga, termasuk yang berbasis cloud. Layanan berbasis cloud telah memberikan peluang efisiensi dan peningkatan kinerja yang sangat signifikan bagi instansi pemerintahan, namun di sisi lain juga menimbulkan risiko baru terkait data yang berada pada pengendalian pihak penyelenggara layanan.

“Kegiatan ini digelar untuk memberikan iformasi pentingnya melakukan self assessment dan evaluasi tingkat kesiapan (kelengkapan dan kematangan) penerapan keamanan informasi berdasarkan kriteria SNI ISO/IEC 27001 serta mampu mengambil tindakan secara tepat dan cepat dalam menghadapi insiden akibat gangguan/serangan siber sebagai bagian dari praktik pengamanan informasi bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Kota Malang,” urai dia.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Wali Kota Malang Sutiaji meminta agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) mampu menjaga keamanan informasi dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. Menurutnya, ASN harus mampu memilah dan memilih informasi sebelum disampaikan ke masyarakat luas.

“Harus bisa memilah dan memilih informasi mana saja yang dapat disampaikan masyarakat luas dan mana yang menjadi rahasia negara. ASN jangan jadi kompor di masyarakat,” kata Sutiaji di acara pembekalan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Keamanan Informasi Pemerintah Daerah di Hotel Ijen Suite Kota Malang, Senin (15/3/2021).

Sutiaji mengatakan, digitalisasi membuat penguasaan teknologi menjadi hal yang krusial. Apalagi Kota Malang sendiri juga mencanangkan konsep smart city. Sehingga, politisi Partai Demokrat tersebut meminta seluruh peserta yang hadir hari ini untuk benar-benar menyimak materi yang disampaikan oleh para narasumber.

“Sehingga diharapkan mampu lebih terlatih dalam menangani gangguan internet di wilayahnya,” ucapnya.

Kepala Diskominfo M Nur Widianto mengatakan, peserta yang terdiri dari 60 orang itu mendapatkan pelatihan kemampuan pranata komputer terkait troubleshooting dan jurus menghadapi serangan craker maupun hacker.

60 peserta tersebut merupakan personil dari tim teknologi informasi dari masing-masing organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk tiga kantor kecamatan yaitu Klojen, Sukun, dan Blimbing.

Ia mengatakan, pembekalan tersebut juga berkaitan dengan penanganan WiFi. Hal ini sejalan dengan program Pemkot untuk penguatan WiFi di setiap RW.

“Apabila ada trouble di layanan wifi, maka pranata komputer setidaknya bisa memberikan bantuan,” ujar pria yang juga plt Kepala Humas Pemkot Malang itu.

Menurutnya, digitalisasi proses kerja menjadikan keamanan informasi menjadi hal yang berpengaruh pada keseluruhan proses bisnis yang juga diikuti tingginya risiko dan celah keamanan informasi atau meningkatnya ancaman kejahatan siber, sehingga sangat penting untuk menjadi perhatian utama.

Hal ini juga telah mendorong banyaknya layanan perlindungan keamanan dari pihak ketiga, termasuk yang berbasis cloud. Layanan berbasis cloud telah memberikan peluang efisiensi dan peningkatan kinerja yang sangat signifikan bagi instansi pemerintahan, namun di sisi lain juga menimbulkan risiko baru terkait data yang berada pada pengendalian pihak penyelenggara layanan.

“Kegiatan ini digelar untuk memberikan iformasi pentingnya melakukan self assessment dan evaluasi tingkat kesiapan (kelengkapan dan kematangan) penerapan keamanan informasi berdasarkan kriteria SNI ISO/IEC 27001 serta mampu mengambil tindakan secara tepat dan cepat dalam menghadapi insiden akibat gangguan/serangan siber sebagai bagian dari praktik pengamanan informasi bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Kota Malang,” urai dia.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/