alexametrics
23.6 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Tema dan Logo Resmi HUT ke-108 Tahun Kota Malang Resmi Dilaunching

MALANG KOTA – Menyambut momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-108 Tahun Kota Malang pada 1 April 2022 mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang merilis tema “Kolaborasi, Akselerasi dan Bangkit Bersama” beserta logo resmi HUT. Launching dilakukan kemarin (15/3).

Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji mengungkapkan bahwa pilihan tema tersebut merefleksikan semangat kebangkitan dalam bingkai keselarasan langkah mewujudkan visi dan misi pembangunan Kota Malang Bermartabat yang dalam dua tahun terakhir menghadapi tantangan pandemi. “Kita sudah melihat sejumlah indikasi empirik positif untuk itu.  Dan untuk bangkit bersama kita butuh kolaborasi, bersatu sehingga ada akselerasi pembangunan yang mensejahterakan,” terang Sutiaji.

Wali Kota Malang Drs H Sutiaji (dok/radar malang)

Menurutnya, optimisme kebangkitan tidak terlepas dari  penanganan pandemi yang makin baik sebagai modal penting membangun kembali sendi-sendi ekonomi dan sosial kemasyarakatan. Ekonomi Kota Malang yang sempat terkontraksi di angka -2,26 di tahun 2020 kini tumbuh dan melesat ke angka 4,21% di tahun 2021.

Meningkatnya Realisasi PAD dari Rp.491 Miliar (2020) ke angka Rp.603 Miliar (2021), terus meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ke angka 82,04 (2021), hadirnya Mal Pelayanan Publik dan infrastruktur strategis seperti Jembatan Tunggulmas, sekolah-sekolah baru, dan terus berprosesnya Malang Creative Center (MCC) ditopang dengan akuntabilitas kinerja pemerintahan berpredikat sangat baik secara nasional menjadi tambahan modal optimisme menjalani tahun 2022.

Ada empat elemen utama desain logo. Pertama adalah Angka “108th” berwarna biru yang menjadi penanda usia dan warna kebanggaan Kota Malang. Dan yang kedua adalah elemen Maskot Osi-Ji dengan gestur bersemangat untuk bersinergi.

Elemen ketiga adalah tulisan Kota Malang berwarna hijau disertai narasi tema sebagai representasi warna lambang pemerintahan dan cita-cita kesejahteraan.  Terakhir elemen keempat adalah kelopak bunga yang bermakna Malang sebaga kota bunga siap mekar secara sosial dan ekonomi dalam menghadapi pandemi.

Maskot bernuansa futuristik ini dirancang oleh M. Zahir Fikri, salah satu desainer grafis muda ternama dari Kota Malang melalui proses kurasi oleh Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Malang.  Andreas Sjah Pahlevi, Ketua ADGI Chapter Malang menjelaskan ada tiga desain yang ditawarkan oleh tiga desainer grafis terpilih dan kesemuanya telah melalui proses yang memperhatikan dalam perancangan desain secara profesional.

Dimulai pemilihan kandidat dari member ADGI Chapter Malang dengan metode seleksi portofolio, workshop dan briefing, proses perancangan, evaluasi, presentasi untuk pemilihan desain terpilih melalui FGD hingga dokumentasi asset desain final. “Kami mengapresiasi keterbukaan Pemkot Malang yang menggandeng desainer lokal sebagai bentuk kolaborasi nyata dan semoga ini terus berkelanjutan”, papar Andreas.

Kontribusi besar komunitas kreatif lokal tersebut pun diapresiasi tinggi oleh Wali Kota Sutiaji.  “Saya bangga sekali dan terimakasih atas peran anak-anak muda malang yang telah melahirkan karya luar biasa. Insha Allah logo terpilih ini mewakili semangat kita untuk bangkit,” pungkas Sutiaji. (dik)

MALANG KOTA – Menyambut momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-108 Tahun Kota Malang pada 1 April 2022 mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang merilis tema “Kolaborasi, Akselerasi dan Bangkit Bersama” beserta logo resmi HUT. Launching dilakukan kemarin (15/3).

Wali Kota Malang, Drs H Sutiaji mengungkapkan bahwa pilihan tema tersebut merefleksikan semangat kebangkitan dalam bingkai keselarasan langkah mewujudkan visi dan misi pembangunan Kota Malang Bermartabat yang dalam dua tahun terakhir menghadapi tantangan pandemi. “Kita sudah melihat sejumlah indikasi empirik positif untuk itu.  Dan untuk bangkit bersama kita butuh kolaborasi, bersatu sehingga ada akselerasi pembangunan yang mensejahterakan,” terang Sutiaji.

Wali Kota Malang Drs H Sutiaji (dok/radar malang)

Menurutnya, optimisme kebangkitan tidak terlepas dari  penanganan pandemi yang makin baik sebagai modal penting membangun kembali sendi-sendi ekonomi dan sosial kemasyarakatan. Ekonomi Kota Malang yang sempat terkontraksi di angka -2,26 di tahun 2020 kini tumbuh dan melesat ke angka 4,21% di tahun 2021.

Meningkatnya Realisasi PAD dari Rp.491 Miliar (2020) ke angka Rp.603 Miliar (2021), terus meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) ke angka 82,04 (2021), hadirnya Mal Pelayanan Publik dan infrastruktur strategis seperti Jembatan Tunggulmas, sekolah-sekolah baru, dan terus berprosesnya Malang Creative Center (MCC) ditopang dengan akuntabilitas kinerja pemerintahan berpredikat sangat baik secara nasional menjadi tambahan modal optimisme menjalani tahun 2022.

Ada empat elemen utama desain logo. Pertama adalah Angka “108th” berwarna biru yang menjadi penanda usia dan warna kebanggaan Kota Malang. Dan yang kedua adalah elemen Maskot Osi-Ji dengan gestur bersemangat untuk bersinergi.

Elemen ketiga adalah tulisan Kota Malang berwarna hijau disertai narasi tema sebagai representasi warna lambang pemerintahan dan cita-cita kesejahteraan.  Terakhir elemen keempat adalah kelopak bunga yang bermakna Malang sebaga kota bunga siap mekar secara sosial dan ekonomi dalam menghadapi pandemi.

Maskot bernuansa futuristik ini dirancang oleh M. Zahir Fikri, salah satu desainer grafis muda ternama dari Kota Malang melalui proses kurasi oleh Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Malang.  Andreas Sjah Pahlevi, Ketua ADGI Chapter Malang menjelaskan ada tiga desain yang ditawarkan oleh tiga desainer grafis terpilih dan kesemuanya telah melalui proses yang memperhatikan dalam perancangan desain secara profesional.

Dimulai pemilihan kandidat dari member ADGI Chapter Malang dengan metode seleksi portofolio, workshop dan briefing, proses perancangan, evaluasi, presentasi untuk pemilihan desain terpilih melalui FGD hingga dokumentasi asset desain final. “Kami mengapresiasi keterbukaan Pemkot Malang yang menggandeng desainer lokal sebagai bentuk kolaborasi nyata dan semoga ini terus berkelanjutan”, papar Andreas.

Kontribusi besar komunitas kreatif lokal tersebut pun diapresiasi tinggi oleh Wali Kota Sutiaji.  “Saya bangga sekali dan terimakasih atas peran anak-anak muda malang yang telah melahirkan karya luar biasa. Insha Allah logo terpilih ini mewakili semangat kita untuk bangkit,” pungkas Sutiaji. (dik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/