alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

PSK Ini Nekat Berkeliaran Meski Bulan Ramadan

MALANG KOTA – Bulan Ramadan dan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro menambah daftar kerja Satpol PP Kota Malang. Salah satu hasilnya ialah pencidukan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang mangkal di Jalan Pajajaran, Kelurahan/Kecamatan Klojen pada Rabu (14/5) pukul 22.00.

“Kami melakukan patroli rutin tadi malam, ketika merapat ke Jalan Pajajaran memang kami mendapati ada PSK yang mangkal di sana,” terang Kasatpol PP Kota Malang, Priyadi pada Kamis (15/4) siang.

Sebenarnya, ada tiga PSK yang mangkal disana. Namun dua berhasil kabur. “Dua lagi itu naik motor. Jadinya kami hanya bisa mengamankan satu,” tambahnya.

Satpol PP kemudian mendata PSK yang diketahui berinisial S, 44 tersebut ke kantor. Kepada petugas, wanita ber-KTP Kabupaten Jombang yang berdomisili di Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang ini mengaku menjadi kupu-kupu malam karena himpitan ekonomi.

“Ya begitu, anaknya lima dan sudah tidak bersuami,” beber Priyadi. Setelah melakukan pendataan, S kemudian membuat surat pernyataan tidak melakukan perbuatan serupa. “Kalau sampai nemu lagi kami bawa ke tempat pembinaan di Kediri,” pungkasnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Bulan Ramadan dan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro menambah daftar kerja Satpol PP Kota Malang. Salah satu hasilnya ialah pencidukan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang mangkal di Jalan Pajajaran, Kelurahan/Kecamatan Klojen pada Rabu (14/5) pukul 22.00.

“Kami melakukan patroli rutin tadi malam, ketika merapat ke Jalan Pajajaran memang kami mendapati ada PSK yang mangkal di sana,” terang Kasatpol PP Kota Malang, Priyadi pada Kamis (15/4) siang.

Sebenarnya, ada tiga PSK yang mangkal disana. Namun dua berhasil kabur. “Dua lagi itu naik motor. Jadinya kami hanya bisa mengamankan satu,” tambahnya.

Satpol PP kemudian mendata PSK yang diketahui berinisial S, 44 tersebut ke kantor. Kepada petugas, wanita ber-KTP Kabupaten Jombang yang berdomisili di Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang ini mengaku menjadi kupu-kupu malam karena himpitan ekonomi.

“Ya begitu, anaknya lima dan sudah tidak bersuami,” beber Priyadi. Setelah melakukan pendataan, S kemudian membuat surat pernyataan tidak melakukan perbuatan serupa. “Kalau sampai nemu lagi kami bawa ke tempat pembinaan di Kediri,” pungkasnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/