alexametrics
26.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Tak Bersua Langsung, Puas Lewat Halalbihalal Virtual

MALANG KOTA – Sebagai salah satu garda terdepan dalam melaksanakan kebijakan larangan mudik, polisi juga memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan aturan itu. Alhasil, mau tidak mau, proses silaturahmi dengan keluarga besar harus dilakukan secara virtual.

Seperti yang dilakukan Panit Lantas Polsek Lowokwaru Ipda Gafur Zuhri.
Dia memilih bersilaturahmi dengan keluarganya di Blitar dengan cara video call. ”Ini harus kami lakukan karena kami juga dituntut bisa memberikan contoh yang baik pada masyarakat. Agar masyarakat tidak mudik,” kata dia. Terlebih, alasan di balik larangan mudik itu juga di-plot untuk menekan kasus Covid-19.

Kepada Jawa Pos Radar Malang, Ipda Gafur menyebut bila tahun ini adalah tahun kedua dia tidak mudik saat Lebaran. ”Saya rasa ini juga keputusan yang terbaik. Sebab, sekarang masih pandemi, jadi saya bisa aman, keluarga juga aman,” tambahnya.

Diakui ayah dua anak itu, sebenarnya dia juga ingin bersilaturahmi dengan keluarga besarnya di Blitar. ”Tapi semua masyarakat Indonesia, termasuk saya, harus bisa menahan dan bersabar untuk tidak mudik,” imbuh Gafur.

Beruntungnya, saat ini era teknologi juga terus berkembang. ”Meski hanya video call, jadinya tetap serasa bertemu langsung dengan keluarga yang jauh,” tambahnya.

Selain mengedepankan kepatuhan terhadap larangan mudik, sebelumnya Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata juga berharap masyarakat Kota Malang bisa mengikuti anjuran pemerintah tentang halalbihalal.

”Batasan untuk kegiatan halalbihalal saya harap bisa dipatuhi semua pihak,” kata dia. (ulf/c1/by/rmc)

MALANG KOTA – Sebagai salah satu garda terdepan dalam melaksanakan kebijakan larangan mudik, polisi juga memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan aturan itu. Alhasil, mau tidak mau, proses silaturahmi dengan keluarga besar harus dilakukan secara virtual.

Seperti yang dilakukan Panit Lantas Polsek Lowokwaru Ipda Gafur Zuhri.
Dia memilih bersilaturahmi dengan keluarganya di Blitar dengan cara video call. ”Ini harus kami lakukan karena kami juga dituntut bisa memberikan contoh yang baik pada masyarakat. Agar masyarakat tidak mudik,” kata dia. Terlebih, alasan di balik larangan mudik itu juga di-plot untuk menekan kasus Covid-19.

Kepada Jawa Pos Radar Malang, Ipda Gafur menyebut bila tahun ini adalah tahun kedua dia tidak mudik saat Lebaran. ”Saya rasa ini juga keputusan yang terbaik. Sebab, sekarang masih pandemi, jadi saya bisa aman, keluarga juga aman,” tambahnya.

Diakui ayah dua anak itu, sebenarnya dia juga ingin bersilaturahmi dengan keluarga besarnya di Blitar. ”Tapi semua masyarakat Indonesia, termasuk saya, harus bisa menahan dan bersabar untuk tidak mudik,” imbuh Gafur.

Beruntungnya, saat ini era teknologi juga terus berkembang. ”Meski hanya video call, jadinya tetap serasa bertemu langsung dengan keluarga yang jauh,” tambahnya.

Selain mengedepankan kepatuhan terhadap larangan mudik, sebelumnya Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata juga berharap masyarakat Kota Malang bisa mengikuti anjuran pemerintah tentang halalbihalal.

”Batasan untuk kegiatan halalbihalal saya harap bisa dipatuhi semua pihak,” kata dia. (ulf/c1/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/