alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

3 Kelurahan di Kota Malang Sudah Terfasilitasi TPS 3R

MALANG KOTA – Sistem pengolahan sampah di Kota Malang saat ini terus diperbarukan. Salah satunya pembangunan tempat pengolahan sampah reduce, reuse dan recycle (TPS 3R).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan, TPS 3R adalah sistem pengolahan sampah yang menggunakan inovasi teknologi yang efektif dan efisien. Yaitu menggunakan mesin pencacah sampah dan pengayak kompos.

“Saat ini sudah ada 3 TPS 3R ini. Ada di Balearjosari, Bandungrejosari dan Merjosari. Satu lagi di Buring juga sedang dibangun,”terang Wahyu Setianto.

Pembangunan TPS 3R ini sangat penting dalam menangani masalah sampah di Kota Malang. Setidaknya 98,02 persen sampah di Kota Malang bisa tertangani. Sementara itu, di tiap-tiap TPS 3R ini juga sudah terbentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

“TPS 3R dengan segala fasilitas penunjangnya mempermudah masyarakat dalam mengelola sampah. Sehingga pencemaran lingkungan dapat berkurang. Serta melalui pengolahan yang tepat sampah dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomis,” tutur Wahyu Setianto.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Sistem pengolahan sampah di Kota Malang saat ini terus diperbarukan. Salah satunya pembangunan tempat pengolahan sampah reduce, reuse dan recycle (TPS 3R).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Wahyu Setianto mengatakan, TPS 3R adalah sistem pengolahan sampah yang menggunakan inovasi teknologi yang efektif dan efisien. Yaitu menggunakan mesin pencacah sampah dan pengayak kompos.

“Saat ini sudah ada 3 TPS 3R ini. Ada di Balearjosari, Bandungrejosari dan Merjosari. Satu lagi di Buring juga sedang dibangun,”terang Wahyu Setianto.

Pembangunan TPS 3R ini sangat penting dalam menangani masalah sampah di Kota Malang. Setidaknya 98,02 persen sampah di Kota Malang bisa tertangani. Sementara itu, di tiap-tiap TPS 3R ini juga sudah terbentuk Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).

“TPS 3R dengan segala fasilitas penunjangnya mempermudah masyarakat dalam mengelola sampah. Sehingga pencemaran lingkungan dapat berkurang. Serta melalui pengolahan yang tepat sampah dapat menghasilkan produk yang bernilai ekonomis,” tutur Wahyu Setianto.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru