alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

5 Pekerja Kabur, Kuasa Hukum Malah Usul PT CKS Dapat Penghargaan

MALANG KOTA – Menjadi pusat perhatian sejak peristiwa kaburnya 5 tenaga kerja wanita (TKW), membuat PT Central Karya Semesta (CKS) jengah. Lewat penasehat hukumnya Gunadi Handoko, mereka menilai bahwa pemberitaan yang dilakukan sejumlah media tidak berimbang.

”Pemberitaan selama berhari-hari ini kami rasa berat sebelah, tidak berimbang,” kata Gunadi dalam konferensi pers, Selasa (15/6). Dia mengatakan bahwa semua pemberitaan harusnya menggunakan asas praduga tak bersalah. ”Seakan-akan putusannya sudah keluar, padahal masih belum, tapi sangat menyalahkan PT CKS,” imbuh pria yang pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Malang itu.

Dia mengklaim bahwa pemberitaan yang beredar sangat membahayakan keberadaan perusahaan dan menimbulkan banyak efek. ”Ini orang masih banyak yang mau cari kerja, banyak yang mau kerja diluar negeri, apalagi sekarang seluruh dunia masih krisis,” tambah Gunadi.

Malah, dia mengatakan bahwa pemerintah harus memberikan penghargaan kepada PT CKS. ”Harus diberikan apresiasi, karena (PT) CKS masih tetap menyalurkan para pahlawan devisa melalui jaringan luar negeri,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Cabang PT CKS Imelda Indrawati Kesuma menegaskan bahwa dalam sistem rekrutmen Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dilakukan secara door to door. ”Mereka datang sendiri, atas kehendak sendiri, dan tanpa paksaan,” kata dia.

Atas tuduhan melalukan penipuan dan pemerasan ataupun bentuk kekerasan yang lain, dia menegaskan bahwa perusahaan tidak melakukan hal tersebut. ”Kami tidak menipu, melakukan pemerasan, mengancam, memaksa, mendorong atau apapun pelanggaran hukum yang lain, jadi benar kata Pak Gunadi, pemberitaan media harus seimbang,” pungkasnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Menjadi pusat perhatian sejak peristiwa kaburnya 5 tenaga kerja wanita (TKW), membuat PT Central Karya Semesta (CKS) jengah. Lewat penasehat hukumnya Gunadi Handoko, mereka menilai bahwa pemberitaan yang dilakukan sejumlah media tidak berimbang.

”Pemberitaan selama berhari-hari ini kami rasa berat sebelah, tidak berimbang,” kata Gunadi dalam konferensi pers, Selasa (15/6). Dia mengatakan bahwa semua pemberitaan harusnya menggunakan asas praduga tak bersalah. ”Seakan-akan putusannya sudah keluar, padahal masih belum, tapi sangat menyalahkan PT CKS,” imbuh pria yang pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Malang itu.

Dia mengklaim bahwa pemberitaan yang beredar sangat membahayakan keberadaan perusahaan dan menimbulkan banyak efek. ”Ini orang masih banyak yang mau cari kerja, banyak yang mau kerja diluar negeri, apalagi sekarang seluruh dunia masih krisis,” tambah Gunadi.

Malah, dia mengatakan bahwa pemerintah harus memberikan penghargaan kepada PT CKS. ”Harus diberikan apresiasi, karena (PT) CKS masih tetap menyalurkan para pahlawan devisa melalui jaringan luar negeri,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Cabang PT CKS Imelda Indrawati Kesuma menegaskan bahwa dalam sistem rekrutmen Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dilakukan secara door to door. ”Mereka datang sendiri, atas kehendak sendiri, dan tanpa paksaan,” kata dia.

Atas tuduhan melalukan penipuan dan pemerasan ataupun bentuk kekerasan yang lain, dia menegaskan bahwa perusahaan tidak melakukan hal tersebut. ”Kami tidak menipu, melakukan pemerasan, mengancam, memaksa, mendorong atau apapun pelanggaran hukum yang lain, jadi benar kata Pak Gunadi, pemberitaan media harus seimbang,” pungkasnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru