alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 25 July 2021

Cegah DBD Jadi Wabah, Ini Yang Dilakukan TP PKK Kota Malang

MALANG KOTA – Kewaspadaan warga Kota Malang tak hanya terhadap sebaran Covid-19 saja. Potensi terjadinya wabah DBD (Demam Berdarah Dengue) juga patut dicermati agar tak sampai jatuh korban. Penerapan 3M Plus penting dilakukan agar lingkungan sekitar tak menjadi sarang nyamuk aedes aegypti.

Peringatan akan bahaya DBD tersebut disampaikan Wakil Ketua TP PKK Kota Malang Elly Estiningtyas saat tampil di acara podcast Ijentalk, Selasa (15/6). Selain diisi Elly yang juga istri Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko ini, diskusi juga menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Dr Khusnul Mu’arif, Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Ahmad Wanedi dan dosen FISIP UB Titi Fitrianita.

Dalam penjelasannya, Elly meminta warga Kota Malang melakukan langkah antisipasi pencegahan DBD. Yakni dengan menerapkan pola 3M Plus. Yakni menyikat dan menguras, menutup penampungan air dan memanfaatkan barang bekas. Sementara plusnya adalah mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk. ”Dengan penerapan 3M Plus ini akan sangat membantu pencegahan penyebaran penyakit DBD di lingkungan masing-masing,” terangnya.

Menurut Elly, TP PKK Kota Malang sudah menggalakkan sosialiasi pencegahan penyakit DBD hingga tingkat lingkungan RT/RW. ”Sosialisasi melibatkan ibu-ibu dalam pencegahan DBD ini sangat tepat sebagai garda terdepan menjaga kesehatan lingkungan. Karena mereka langsung bersentuhan dengan masyarakat,” bebernya. TP PKK juga punya kader pemantau jentik pada masing-masing dasawisma,” tambahnya.

Selain itu, pencegahan demam berdarah juga bisa dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat. Yakni dengan lebih perhatian terhadap lingkungan sekitar yang berpotensi menjadi tempat nyamuk berkembang biak. ”Lewat pola hidup sehat ini diharapkan masyarakat sadar dan secara mandiri ikut memantau tempat-tempat yang rawan menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk,” tambahnya.

Pewarta: Mega Annisa Ni’mais

MALANG KOTA – Kewaspadaan warga Kota Malang tak hanya terhadap sebaran Covid-19 saja. Potensi terjadinya wabah DBD (Demam Berdarah Dengue) juga patut dicermati agar tak sampai jatuh korban. Penerapan 3M Plus penting dilakukan agar lingkungan sekitar tak menjadi sarang nyamuk aedes aegypti.

Peringatan akan bahaya DBD tersebut disampaikan Wakil Ketua TP PKK Kota Malang Elly Estiningtyas saat tampil di acara podcast Ijentalk, Selasa (15/6). Selain diisi Elly yang juga istri Wawali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko ini, diskusi juga menghadirkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Dr Khusnul Mu’arif, Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Ahmad Wanedi dan dosen FISIP UB Titi Fitrianita.

Dalam penjelasannya, Elly meminta warga Kota Malang melakukan langkah antisipasi pencegahan DBD. Yakni dengan menerapkan pola 3M Plus. Yakni menyikat dan menguras, menutup penampungan air dan memanfaatkan barang bekas. Sementara plusnya adalah mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk. ”Dengan penerapan 3M Plus ini akan sangat membantu pencegahan penyebaran penyakit DBD di lingkungan masing-masing,” terangnya.

Menurut Elly, TP PKK Kota Malang sudah menggalakkan sosialiasi pencegahan penyakit DBD hingga tingkat lingkungan RT/RW. ”Sosialisasi melibatkan ibu-ibu dalam pencegahan DBD ini sangat tepat sebagai garda terdepan menjaga kesehatan lingkungan. Karena mereka langsung bersentuhan dengan masyarakat,” bebernya. TP PKK juga punya kader pemantau jentik pada masing-masing dasawisma,” tambahnya.

Selain itu, pencegahan demam berdarah juga bisa dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat. Yakni dengan lebih perhatian terhadap lingkungan sekitar yang berpotensi menjadi tempat nyamuk berkembang biak. ”Lewat pola hidup sehat ini diharapkan masyarakat sadar dan secara mandiri ikut memantau tempat-tempat yang rawan menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk,” tambahnya.

Pewarta: Mega Annisa Ni’mais

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru