alexametrics
20.1 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Belum Ada Jatah Vaksin PMK

MALANG KOTA – Harapan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang mendapat jatah vaksin untuk mencegah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak masih perlu waktu. Dropping vaksin impor sebanyak 10 ribu dosis dari pemerintah pusat ke Jawa Timur mulai Senin lalu (13/6) belum mendarat di Kota Malang.

Jumlah vaksin tersebut nampaknya masih didistribusikan ke empat daerah seperti Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan. Keempat daerah tersebut saat ini ditetapkan menjadi daerah wabah.

Sementara Kota Malang pada kasus ini menjadi daerah tertular dan angka hewan ternak yang terjangkit PMK hanya berjumlah 280 ekor sapi. Meski demikian, Dispangtan tetap menunggu instruksi lanjutan dari Kementerian Pertanian (Kementan) lebih lanjut.

“Kami memang menunggu, setidaknya berharap Agustus mendatang bisa dapat jatah vaksin PMK (vaksin buatan Pusvetma),” kata Plt Kepala Dispangtan Kota Malang Sri Winarni, kemarin. Untuk keperluan vaksin PMK, Dispangtan membutuhkan sekitar 5 ribu dosis. Jumlah itu didasarkan pada populasi lima jenis hewan ternak di Kota Malang seperti sapi, kambing, babi, domba dan kerbau. Untuk saat ini, Dispangtan memberikan sejumlah obat-obatan seperti analgesik hingga antibiotik kepada peternak untuk menjamin kesehatan hewan. Hal ini dilakukan agar Hari Raya Idul Adha mendatang kondisi hewan ternak yang dikurbankan dijamin aman.

Sambil menunggu vaksin buatan lokal jadi pada Agustus mendatang, Dispangtan juga menyiapkan tim vaksinator. Rencananya, mereka bakal meminta bantuan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya (UB). Terkait jumlahnya, Winarni masih menghitung lagi kebutuhan dokter dan paramedik yang bakal turun ke lapangan.

“Kami hitung dulu karena nanti juga bakal menyebar ke peternak,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang menjelaskan untuk vaksinasi kepada hewan ternak memang perlu dilakukan. Hanya saja memang jatah vaksin saat ini belum diberikan ke Pemkot Malang karena keterbatasan stok. Karena itu pihaknya pun berharap pada Agustus mendatang sudah ada jatah vaksin yang dibuat Pusvetma Surabaya ke Kota Malang.

“Saat ini Dispangtan sudah menggeser anggaran BTT (belanja tidak terduga) sebesar Rp 236 juta sebagai langkah awal membeli obat-obatan maka harus maksimal,” terangnya. (adn/abm)

MALANG KOTA – Harapan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang mendapat jatah vaksin untuk mencegah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak masih perlu waktu. Dropping vaksin impor sebanyak 10 ribu dosis dari pemerintah pusat ke Jawa Timur mulai Senin lalu (13/6) belum mendarat di Kota Malang.

Jumlah vaksin tersebut nampaknya masih didistribusikan ke empat daerah seperti Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan Lamongan. Keempat daerah tersebut saat ini ditetapkan menjadi daerah wabah.

Sementara Kota Malang pada kasus ini menjadi daerah tertular dan angka hewan ternak yang terjangkit PMK hanya berjumlah 280 ekor sapi. Meski demikian, Dispangtan tetap menunggu instruksi lanjutan dari Kementerian Pertanian (Kementan) lebih lanjut.

“Kami memang menunggu, setidaknya berharap Agustus mendatang bisa dapat jatah vaksin PMK (vaksin buatan Pusvetma),” kata Plt Kepala Dispangtan Kota Malang Sri Winarni, kemarin. Untuk keperluan vaksin PMK, Dispangtan membutuhkan sekitar 5 ribu dosis. Jumlah itu didasarkan pada populasi lima jenis hewan ternak di Kota Malang seperti sapi, kambing, babi, domba dan kerbau. Untuk saat ini, Dispangtan memberikan sejumlah obat-obatan seperti analgesik hingga antibiotik kepada peternak untuk menjamin kesehatan hewan. Hal ini dilakukan agar Hari Raya Idul Adha mendatang kondisi hewan ternak yang dikurbankan dijamin aman.

Sambil menunggu vaksin buatan lokal jadi pada Agustus mendatang, Dispangtan juga menyiapkan tim vaksinator. Rencananya, mereka bakal meminta bantuan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Brawijaya (UB). Terkait jumlahnya, Winarni masih menghitung lagi kebutuhan dokter dan paramedik yang bakal turun ke lapangan.

“Kami hitung dulu karena nanti juga bakal menyebar ke peternak,” jelasnya. Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang menjelaskan untuk vaksinasi kepada hewan ternak memang perlu dilakukan. Hanya saja memang jatah vaksin saat ini belum diberikan ke Pemkot Malang karena keterbatasan stok. Karena itu pihaknya pun berharap pada Agustus mendatang sudah ada jatah vaksin yang dibuat Pusvetma Surabaya ke Kota Malang.

“Saat ini Dispangtan sudah menggeser anggaran BTT (belanja tidak terduga) sebesar Rp 236 juta sebagai langkah awal membeli obat-obatan maka harus maksimal,” terangnya. (adn/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/