alexametrics
21.3 C
Malang
Tuesday, 27 September 2022

Razia Tengah Malam, Sergap Dua Pikap Rokok Ilegal

MALANG KOTA – Razia rokok ilegal tidak hanya dilakukan dengan mendatangi gudang ekspedisi. Kantor Bea Cukai Tipe Madya Malang juga melakukan operasi penyerapan di jalan.Contohnya yang mereka lakukan pada Kamis malam (11/8) dan Jumat dini hari (12/8).Mereka menghentikan dua mobil pikap yang mengangkut rokok tanpa dilengkapi pita cukai.Barang bukti yang mereka sita mencapai 46,196 bungkus rokok. Semuanya akan dipasarkan di wilayah Kabupaten Malang itu.

Penyergapan dini hari dilakukan di Desa Ngingit, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Ketika itu, tim mendapat informasi adanya sebuah mobil pengangkut rokok ilegal yang berjalan menuju Kecamatan Tumpang dari arah Kota Malang. “Kami langsung menghentikannya di Desa Ngingit dan melakukan pengecekan barang bawaan,” terang Kepala Kantor Bea Cukai Malang Gunawan Tri Wibowo.

Bak mobil pikap Suzuki Carry lawas bertutup terpal itu pun langsung dibuka.Di dalamnya terlihat beberapa kardus.Ketika kardus-kardus dibuka, isinya ternyata rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) merek Red Blu isi 20 batang.Bila ditotal ada 2.000 bungkus atau setara 40 ribu batang rokok yang ditemukan. Potensi kerugian negara dari barang bukti yang ditemukan itu mencapai  Rp 24 juta dengan nilai barang Rp 45,6 juta.

Beberapa jam sebelumnya, ketika hari masih terhitung Kamis, pengiriman rokok ilegal via darat juga digagalkan. Saat itu, tim Bea Cukai yang melakukan patroli darat menerima kabar adanya mobil pikap pengangkut rokok ilegal melintas di jalan raya Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen. Berbeda dengan yang di Tumpang, mobil Suzuki Mega Carry itu muatannya lebih tinggi.Ketika dibuka, isinya rokok ilegal semua.

Untuk kasus di Kepanjen, petugas menyita semua rokok dengan total 44.196 bungkus. Sopir mobil beserta barang bukti rokok ilegal langsung dibawa ke kantor Bea Cukai untuk diperiksa. Hasil pendalaman petugas menunjukkan bahwa kedua mobil itu hendak mengantar barang di dalam wilayah Kabupaten Malang saja. “Tujuannya ke Kecamatan Poncokusumo,” ungkap Gunawan. Total, barang yang disita dari dua mobil itu 46,196 bungkus atau setara dengan 923.920 batang rokok ilegal.(biy/fat)

MALANG KOTA – Razia rokok ilegal tidak hanya dilakukan dengan mendatangi gudang ekspedisi. Kantor Bea Cukai Tipe Madya Malang juga melakukan operasi penyerapan di jalan.Contohnya yang mereka lakukan pada Kamis malam (11/8) dan Jumat dini hari (12/8).Mereka menghentikan dua mobil pikap yang mengangkut rokok tanpa dilengkapi pita cukai.Barang bukti yang mereka sita mencapai 46,196 bungkus rokok. Semuanya akan dipasarkan di wilayah Kabupaten Malang itu.

Penyergapan dini hari dilakukan di Desa Ngingit, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Ketika itu, tim mendapat informasi adanya sebuah mobil pengangkut rokok ilegal yang berjalan menuju Kecamatan Tumpang dari arah Kota Malang. “Kami langsung menghentikannya di Desa Ngingit dan melakukan pengecekan barang bawaan,” terang Kepala Kantor Bea Cukai Malang Gunawan Tri Wibowo.

Bak mobil pikap Suzuki Carry lawas bertutup terpal itu pun langsung dibuka.Di dalamnya terlihat beberapa kardus.Ketika kardus-kardus dibuka, isinya ternyata rokok jenis sigaret kretek mesin (SKM) merek Red Blu isi 20 batang.Bila ditotal ada 2.000 bungkus atau setara 40 ribu batang rokok yang ditemukan. Potensi kerugian negara dari barang bukti yang ditemukan itu mencapai  Rp 24 juta dengan nilai barang Rp 45,6 juta.

Beberapa jam sebelumnya, ketika hari masih terhitung Kamis, pengiriman rokok ilegal via darat juga digagalkan. Saat itu, tim Bea Cukai yang melakukan patroli darat menerima kabar adanya mobil pikap pengangkut rokok ilegal melintas di jalan raya Desa Curungrejo, Kecamatan Kepanjen. Berbeda dengan yang di Tumpang, mobil Suzuki Mega Carry itu muatannya lebih tinggi.Ketika dibuka, isinya rokok ilegal semua.

Untuk kasus di Kepanjen, petugas menyita semua rokok dengan total 44.196 bungkus. Sopir mobil beserta barang bukti rokok ilegal langsung dibawa ke kantor Bea Cukai untuk diperiksa. Hasil pendalaman petugas menunjukkan bahwa kedua mobil itu hendak mengantar barang di dalam wilayah Kabupaten Malang saja. “Tujuannya ke Kecamatan Poncokusumo,” ungkap Gunawan. Total, barang yang disita dari dua mobil itu 46,196 bungkus atau setara dengan 923.920 batang rokok ilegal.(biy/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/