alexametrics
27.7 C
Malang
Sunday, 14 August 2022

Bermotor Jenguk Anak di Pasuruan, Meninggal Mendadak di Depan Bengkel

MALANG KOTA – Berniat mengunjungi anaknya di Pasuruan dengan mengendarai sepeda motor, Sutikno, 62, warga Desa Tambaksari, Kecamatan Tajinan, mendadak meninggal dunia saat melintas di Jalan Letjen S Parman pukul 06.00, Minggu(15/11).

Sutikno yang saat itu membonceng istrinya, Masadah, 56, mengeluhkan kepalanya pusing. Lalu, mereka berdua berhenti di depan sebuah bengkel di jalan tersebut.

Pria yang berprofesi sebagai pedagang itu lantas berbaring sembari didampingi oleh istrinya. Namun, tanpa diduga-duga Sutikno menghembuskan napas terakhirnya.

“Korban saat itu berkendara dari arah selatan ke utara. Sesampainya di pertigaan Jalan Letjen S Parman, korban bilang kepalanya pusing dan berhenti di depan bengkel hingga tiba-tiba meninggal,” jelas Kapolsekta Blimbing Kompol Hery Widodo, hari ini.

Hery mengatakan, di tubuh korban tidak ditemukan ada tanda tanda kekerasan. Diduga, korban meninggal karena sakit. Menurut pernyataan saksi, korban sempat menahan sakit sebentar. Lalu sempat tak sadarkan diri dan langsung meninggal di tempat.

Istri korban seketika histeris meminta bantuan ke warga sekitar dan pengguna jalan karena panik. Warga sekitar pun berinisiatif menenangkan istri korban serta memanggil Polsekta Blimbing dan juga tim Medis PMI Kota Malang.

Sesampai di lokasi, pihak kepolisian dan tim medis melakukan olah kejadian perkara. Korban pun langsung dievakuasi ke kamar jenazah RSSA Kota Malang.

“Menurut pengakuan istrinya, korban tidak mengeluh apapun sebelum berangkat. Bahkan sempat meminum kopi dan sarapan terlebih dahulu,” terangnya.

Dugaan sementara pihak kepolisian, korban meninggal dunia karena sakit jantung. Tak ditemukan pula adanya luka akibat tindak kekerasan apapun di tubuh korban. “Korban memang meninggal murni karena sakit, dugaannya sakit jantung,” tandasnya.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG KOTA – Berniat mengunjungi anaknya di Pasuruan dengan mengendarai sepeda motor, Sutikno, 62, warga Desa Tambaksari, Kecamatan Tajinan, mendadak meninggal dunia saat melintas di Jalan Letjen S Parman pukul 06.00, Minggu(15/11).

Sutikno yang saat itu membonceng istrinya, Masadah, 56, mengeluhkan kepalanya pusing. Lalu, mereka berdua berhenti di depan sebuah bengkel di jalan tersebut.

Pria yang berprofesi sebagai pedagang itu lantas berbaring sembari didampingi oleh istrinya. Namun, tanpa diduga-duga Sutikno menghembuskan napas terakhirnya.

“Korban saat itu berkendara dari arah selatan ke utara. Sesampainya di pertigaan Jalan Letjen S Parman, korban bilang kepalanya pusing dan berhenti di depan bengkel hingga tiba-tiba meninggal,” jelas Kapolsekta Blimbing Kompol Hery Widodo, hari ini.

Hery mengatakan, di tubuh korban tidak ditemukan ada tanda tanda kekerasan. Diduga, korban meninggal karena sakit. Menurut pernyataan saksi, korban sempat menahan sakit sebentar. Lalu sempat tak sadarkan diri dan langsung meninggal di tempat.

Istri korban seketika histeris meminta bantuan ke warga sekitar dan pengguna jalan karena panik. Warga sekitar pun berinisiatif menenangkan istri korban serta memanggil Polsekta Blimbing dan juga tim Medis PMI Kota Malang.

Sesampai di lokasi, pihak kepolisian dan tim medis melakukan olah kejadian perkara. Korban pun langsung dievakuasi ke kamar jenazah RSSA Kota Malang.

“Menurut pengakuan istrinya, korban tidak mengeluh apapun sebelum berangkat. Bahkan sempat meminum kopi dan sarapan terlebih dahulu,” terangnya.

Dugaan sementara pihak kepolisian, korban meninggal dunia karena sakit jantung. Tak ditemukan pula adanya luka akibat tindak kekerasan apapun di tubuh korban. “Korban memang meninggal murni karena sakit, dugaannya sakit jantung,” tandasnya.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/