alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Wali Kota Malang Sebut Pra Musrenbang Cuma Buang Uang

MALANG KOTA – Wali Kota Malang Sutiaji menyebut kegiatan pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar sebelum Musrenbang sebagai kegiatan yang hanya membuang-buang waktu dan anggaran.

“Saya kira tidak perlu membuang-buang waktu, tidak usah ada Pra Musrenbang. Lebih baik langsung saja ke Musrenbang-nya saja. Terlebih penyelenggaraannya pasti mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit,” tegas Sutiaji dalam Musrenbang tematik untuk penyusunan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) 2022 digelar pada Selasa (16/2) di Hotel Atria.

Dalam Musrenbang Pemuda yang digelar hari ini, ada 87 usulan yang masuk. Namun, Sutiaji lebih memprioritaskan ekonomi kreatif (ekraf). Menurutnya, pemudalah yang mampu mengoptimalkan dan menggerakkan perekonomian. Sebab mereka sudah piawai dalam menggunakan tekonologi digital. Hal ini sejalan dengan program ungulan Pemkot Malang yaitu pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) berbasis industri digital.

“Basic ekonomi kreatif memang yang menggerakkan adalah pemuda, kita punya kekuatan yang luar biasa 50,63 persen adalah generasi Z, ini menjadi kekuatan tersendiri bagi tumbuh kembangnya ekonomi kreatif,” ujar Wali Kota Sutiaji yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kota Malang itu berharap dari ekonomi kreatif yang dibangun pemuda, bisa menguatkan sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Apalagi pertumbuhan industri start up digital di Kota Malang semakin tinggi, dan telah mencapai 151 perusahaan. Ditambah potensi besar sumber daya manusia di Kota Malang yang didominasi oleh pemuda milenial.

“Yang prioritas untuk pemuda kan ekonomi kreatif, bisa jadi nanti mungkin ada pelatihan dengan jadi youtuber, memaksimalkan sosial media, dan sebagainya. Nanti pasti masuk dan dibina pada bidang OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terakit,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga nampak hadir Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Malang, Dwi Rahayu, serta Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Ida Ayu Made Wahyuni.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Wali Kota Malang Sutiaji menyebut kegiatan pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar sebelum Musrenbang sebagai kegiatan yang hanya membuang-buang waktu dan anggaran.

“Saya kira tidak perlu membuang-buang waktu, tidak usah ada Pra Musrenbang. Lebih baik langsung saja ke Musrenbang-nya saja. Terlebih penyelenggaraannya pasti mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit,” tegas Sutiaji dalam Musrenbang tematik untuk penyusunan RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) 2022 digelar pada Selasa (16/2) di Hotel Atria.

Dalam Musrenbang Pemuda yang digelar hari ini, ada 87 usulan yang masuk. Namun, Sutiaji lebih memprioritaskan ekonomi kreatif (ekraf). Menurutnya, pemudalah yang mampu mengoptimalkan dan menggerakkan perekonomian. Sebab mereka sudah piawai dalam menggunakan tekonologi digital. Hal ini sejalan dengan program ungulan Pemkot Malang yaitu pengembangan ekonomi kreatif (ekraf) berbasis industri digital.

“Basic ekonomi kreatif memang yang menggerakkan adalah pemuda, kita punya kekuatan yang luar biasa 50,63 persen adalah generasi Z, ini menjadi kekuatan tersendiri bagi tumbuh kembangnya ekonomi kreatif,” ujar Wali Kota Sutiaji yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Malang, Widayati Sutiaji.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kota Malang itu berharap dari ekonomi kreatif yang dibangun pemuda, bisa menguatkan sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Apalagi pertumbuhan industri start up digital di Kota Malang semakin tinggi, dan telah mencapai 151 perusahaan. Ditambah potensi besar sumber daya manusia di Kota Malang yang didominasi oleh pemuda milenial.

“Yang prioritas untuk pemuda kan ekonomi kreatif, bisa jadi nanti mungkin ada pelatihan dengan jadi youtuber, memaksimalkan sosial media, dan sebagainya. Nanti pasti masuk dan dibina pada bidang OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terakit,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga nampak hadir Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Malang, Dwi Rahayu, serta Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata, Ida Ayu Made Wahyuni.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/