alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Waspada Lur! Sejak Januari, Sudah 33 Jenazah Covid yang Dimakamkan

MALANG KOTA – Suasana sembilan tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Malang kembali sibuk dalam beberapa hari terakhir.  Sejumlah orang berpakaian hazmat lengkap kerap datang ke sana. Itu terjadi lantaran pemakaman jenazah yang terinfeksi Covid-19 kembali naik dalam dua bulan terakhir. Per kemarin (15/2), setidaknya ada penambahan tiga jenazah Covid-19 yang harus dimakamkan.

Jika ditotal, dalam dua bulan di awal tahun ini, tim pemakaman Covid-19 Kota Malang sudah memakamkan 33 jenazah. Jumlah pemakaman terbanyak terjadi pada bulan ini, yang mencapai 26 pemakaman. Jumlah tersebut naik hampir empat kali lipat jika dibanding bulan Januari. “Naiknya (pemakaman jenazah Covid-19, red) memang cukup signifikan,” kata Kepala UPT Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Zubaedi (selengkapnya lihat grafis).

Dia memastikan bila peningkatan pemakaman jenazah Covid-19 masih bisa dikendalikan satu tim yang berjumlah 8 sampai 10 orang. Saat ini, dia menyebut bila rata-rata ada tiga sampai lima jenazah yang dimakamkan tiap hari. Hanya saja, pada Senin lalu (14/2), Zubaedi menyebut bila timnya telah memakamkan 9 jenazah. Sejauh ini, itu menjadi catatan terbanyak.

Meski ada tren peningkatan, Zubaedi masih enggan berbicara tentang kemungkinan penambahan tim pemakaman. Sebab, selama ini dengan satu tim saja bisa terkendali. Bahkan untuk jam pemakaman juga telah diatur waktunya. Maksimal selesai pukul 17.00 WIB. ”Alhamdulillah lancar. Kalau ada jenazah (Covid-19) meninggal di atas pukul 18.00 WIB, maka akan kami makamkan keesokan harinya,” beber mantan Kepala UPT Pasar Gadang itu.

Meningginya angka kematian pasien Covid-19 selama dua bulan terakhir juga berimbas ke level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Kota Malang. Saat ini, PPKM Kota Malang berada di level 3. Meski menjadi salah satu biang kenaikan level PPKM, Wali Kota Malang Sutiaji memprediksi bila angka penyebaran Covid-19 bisa turun di akhir bulan ini.

”Berapa pun level (PPKM) sebenarnya kuncinya di prokes. Saya memprediksi angka penyebaran Covid-19 melandai akhir bulan ini,” kata dia saat ditemui di Balai Kota Malang kemarin. Sutiaji juga menyebut bila jumlah kematian yang naik pada bulan ini tidak semuanya positif Covid-19. Ada beberapa jenazah yang memang probable Covid-19. Artinya, gejala pasien saat dirawat mengindikasikan Covid-19, seperti batuk atau flu.

Namun, juga ada faktor lain seperti memiliki penyakit bawaan atau komorbid. Untuk positivity rate atau angka penularan Covid-19, pemilik kursi N1 itu menyebut bila angkanya sudah mencapai 26 persen. Artinya, angka itu terbilang tinggi karena standar WHO hanya 5 persen. Beranjak dari hal tersebut, dia mengimbau masyarakat bisa peduli dengan kesehatan selama pandemi Covid-19. ”Gelombang ketiga ini sudah mulai, jangan sampai kita mengulang kejadian pada 2021 lalu, yang imbasnya ada pengetatan mobilitas,” tandas Sutiaji. (adn/by)

MALANG KOTA – Suasana sembilan tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Malang kembali sibuk dalam beberapa hari terakhir.  Sejumlah orang berpakaian hazmat lengkap kerap datang ke sana. Itu terjadi lantaran pemakaman jenazah yang terinfeksi Covid-19 kembali naik dalam dua bulan terakhir. Per kemarin (15/2), setidaknya ada penambahan tiga jenazah Covid-19 yang harus dimakamkan.

Jika ditotal, dalam dua bulan di awal tahun ini, tim pemakaman Covid-19 Kota Malang sudah memakamkan 33 jenazah. Jumlah pemakaman terbanyak terjadi pada bulan ini, yang mencapai 26 pemakaman. Jumlah tersebut naik hampir empat kali lipat jika dibanding bulan Januari. “Naiknya (pemakaman jenazah Covid-19, red) memang cukup signifikan,” kata Kepala UPT Pemakaman Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Zubaedi (selengkapnya lihat grafis).

Dia memastikan bila peningkatan pemakaman jenazah Covid-19 masih bisa dikendalikan satu tim yang berjumlah 8 sampai 10 orang. Saat ini, dia menyebut bila rata-rata ada tiga sampai lima jenazah yang dimakamkan tiap hari. Hanya saja, pada Senin lalu (14/2), Zubaedi menyebut bila timnya telah memakamkan 9 jenazah. Sejauh ini, itu menjadi catatan terbanyak.

Meski ada tren peningkatan, Zubaedi masih enggan berbicara tentang kemungkinan penambahan tim pemakaman. Sebab, selama ini dengan satu tim saja bisa terkendali. Bahkan untuk jam pemakaman juga telah diatur waktunya. Maksimal selesai pukul 17.00 WIB. ”Alhamdulillah lancar. Kalau ada jenazah (Covid-19) meninggal di atas pukul 18.00 WIB, maka akan kami makamkan keesokan harinya,” beber mantan Kepala UPT Pasar Gadang itu.

Meningginya angka kematian pasien Covid-19 selama dua bulan terakhir juga berimbas ke level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Kota Malang. Saat ini, PPKM Kota Malang berada di level 3. Meski menjadi salah satu biang kenaikan level PPKM, Wali Kota Malang Sutiaji memprediksi bila angka penyebaran Covid-19 bisa turun di akhir bulan ini.

”Berapa pun level (PPKM) sebenarnya kuncinya di prokes. Saya memprediksi angka penyebaran Covid-19 melandai akhir bulan ini,” kata dia saat ditemui di Balai Kota Malang kemarin. Sutiaji juga menyebut bila jumlah kematian yang naik pada bulan ini tidak semuanya positif Covid-19. Ada beberapa jenazah yang memang probable Covid-19. Artinya, gejala pasien saat dirawat mengindikasikan Covid-19, seperti batuk atau flu.

Namun, juga ada faktor lain seperti memiliki penyakit bawaan atau komorbid. Untuk positivity rate atau angka penularan Covid-19, pemilik kursi N1 itu menyebut bila angkanya sudah mencapai 26 persen. Artinya, angka itu terbilang tinggi karena standar WHO hanya 5 persen. Beranjak dari hal tersebut, dia mengimbau masyarakat bisa peduli dengan kesehatan selama pandemi Covid-19. ”Gelombang ketiga ini sudah mulai, jangan sampai kita mengulang kejadian pada 2021 lalu, yang imbasnya ada pengetatan mobilitas,” tandas Sutiaji. (adn/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/