alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Warga Perum Bumi Mondoroko Raya Krisis Air, Pemkab Janji Droping Air Bersih

KABUPATEN – Suplai air di Perumahan Sejahtera Bumi Mondoroko Raya, Singosari, tersendat sejak 14 Maret lalu. Penyebabnya, longsor yang terjadi saat hujan deras hari itu memutus pipa saluran air dari sumber di Desa Watugede. Tandon air yang berada di kawasan blok AB perumahan tersebut pun kehilangan suplai.

Bupati Malang H M. Sanusi menjelaskan, pada prinsipnya Pemkab Malang siap membantu warga. ”Kalau memang pipa ini memang milik desa, biar diselesaikan sendiri oleh pihak desa. Tugas Pemkab Malang hanya membantu sementara. Berbeda kalau ini milik PDAM, pasti langsung saya suruh selesaikan,” ujar Sanusi kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin (15/3).

Sekda Malang Wahyu Hidayat juga memastikan bahwa pipa air di Mondoroko bukan milik Pemkab Malang. Dengan kata lain, warga secara mandiri membangun suplai air melalui sumber lokal. ”Setahu saya pihak perumahan turut membangun tandon air untuk disalurkan ke seluruh penghuni permukiman,” katanya. Wahyu yang merupakan mantan kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) memang rajin memfasilitasi program pusat soal saluran air bagi warga atau Pamsimas. Namun untuk di Mondoroko, dia mengaku tidak pernah membuat program semacam itu. ”Tapi kami akan tetap koordinasikan agar ada penyediaan air bersih sementara sampai pipanya selesai diperbaiki,” jelas Wahyu.

Penyediaan air bersih itu akan difasilitasi oleh Satpol PP dan DPKPCK turut bergerak. Plt Kasatpol PP Kabupaten Malang Firmando H. Matondang berjanji mengerahkan personel dan armada pemadam kebakaran untuk mengirim air bersih ke wilayah tersebut. ”Desa atau kecamatan segera saja laporan. Kami siap kirim suplai air bersih,” tutur Mando.

Sementara itu, di tempat lain juga ada juga kawasan yang kesulitan air bersih. Salah satunya di Desa Sumberngepoh akibat pipa saluran air yang putus terkena bencana banjir dan tanah longsor di bukit dekat cerobong asap milik PT Molindo beberapa hari lalu. Camat Lawang Tito Fibrianto Hadi Prasetya mengatakan bahwa PT Molindo sudah bergerak menyelesaikan persoalan ini. ”Sementara ini PT Molindo sudah membantu perbaikan penyaluran air,” ujar Tito.(fin/fat)

 

KABUPATEN – Suplai air di Perumahan Sejahtera Bumi Mondoroko Raya, Singosari, tersendat sejak 14 Maret lalu. Penyebabnya, longsor yang terjadi saat hujan deras hari itu memutus pipa saluran air dari sumber di Desa Watugede. Tandon air yang berada di kawasan blok AB perumahan tersebut pun kehilangan suplai.

Bupati Malang H M. Sanusi menjelaskan, pada prinsipnya Pemkab Malang siap membantu warga. ”Kalau memang pipa ini memang milik desa, biar diselesaikan sendiri oleh pihak desa. Tugas Pemkab Malang hanya membantu sementara. Berbeda kalau ini milik PDAM, pasti langsung saya suruh selesaikan,” ujar Sanusi kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin (15/3).

Sekda Malang Wahyu Hidayat juga memastikan bahwa pipa air di Mondoroko bukan milik Pemkab Malang. Dengan kata lain, warga secara mandiri membangun suplai air melalui sumber lokal. ”Setahu saya pihak perumahan turut membangun tandon air untuk disalurkan ke seluruh penghuni permukiman,” katanya. Wahyu yang merupakan mantan kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) memang rajin memfasilitasi program pusat soal saluran air bagi warga atau Pamsimas. Namun untuk di Mondoroko, dia mengaku tidak pernah membuat program semacam itu. ”Tapi kami akan tetap koordinasikan agar ada penyediaan air bersih sementara sampai pipanya selesai diperbaiki,” jelas Wahyu.

Penyediaan air bersih itu akan difasilitasi oleh Satpol PP dan DPKPCK turut bergerak. Plt Kasatpol PP Kabupaten Malang Firmando H. Matondang berjanji mengerahkan personel dan armada pemadam kebakaran untuk mengirim air bersih ke wilayah tersebut. ”Desa atau kecamatan segera saja laporan. Kami siap kirim suplai air bersih,” tutur Mando.

Sementara itu, di tempat lain juga ada juga kawasan yang kesulitan air bersih. Salah satunya di Desa Sumberngepoh akibat pipa saluran air yang putus terkena bencana banjir dan tanah longsor di bukit dekat cerobong asap milik PT Molindo beberapa hari lalu. Camat Lawang Tito Fibrianto Hadi Prasetya mengatakan bahwa PT Molindo sudah bergerak menyelesaikan persoalan ini. ”Sementara ini PT Molindo sudah membantu perbaikan penyaluran air,” ujar Tito.(fin/fat)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/