alexametrics
25.4 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Cek Kesehatan, Penyandang Disabilitas RSBN Malang Keluhkan Lambung

MALANG KOTA – Sebanyak 105 penyandang disabilitas di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang, Dinas Sosial Jawa Timur menjalani pemeriksaan kesehatan Jumat (15/4). Pengecekan kesehatan dilakukan sebagai langkah antisipasi menjelang libur semester dan libur lebaran.

Kasubag Tata Usaha Puskesmas Janti Kota Malang Erika Prawida mengatakan, hasil pemeriksaan kesehatan para penyandang disabilitas cukup banyak yang mengeluhkan masalah lambung. “Kemungkinan karena sekarang bulan puasa, sehingga ada perubahan pola makan bagi mereka dan itu perlu penyesuaian,” terangnya. Selain itu, mereka juga ada yang mengeluhkan flu atau batuk.

Erika menyatakan, pemeriksaan kesehatan juga untuk memudahkan mereka saat membutuhkan pelayanan kesehatan. Seperti diketahui, mereka para disabilitas ini punya keterbatasan tertentu. “Sehingga akses untuk ke puskesmas menjadi terbatas dan Kami mendekatkan pelayanan ke mereka dengan jemput bola,”terangnya.

Dalam pemeriksaan gratis para difabel ini, menurut dia, pelayanannya tidak jauh berbeda dengan yang lainnya. Hanya, pihaknya memang harus menyesuaikan dengan kondisi mereka. “Contohnya di komunikasi, kami harus menyentuh tangan mereka dulu agar mereka faham kalau kami bicara sama mereka,”terangnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya pemeriksaan gratis ini, kesehatan mereka bisa meningkat. “Initinya kami berharap mereka ini tidak terbatas dalam mengkases layanan kesehatan,”pungkasnya.

Pewarta : Ulfa Afrian

MALANG KOTA – Sebanyak 105 penyandang disabilitas di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang, Dinas Sosial Jawa Timur menjalani pemeriksaan kesehatan Jumat (15/4). Pengecekan kesehatan dilakukan sebagai langkah antisipasi menjelang libur semester dan libur lebaran.

Kasubag Tata Usaha Puskesmas Janti Kota Malang Erika Prawida mengatakan, hasil pemeriksaan kesehatan para penyandang disabilitas cukup banyak yang mengeluhkan masalah lambung. “Kemungkinan karena sekarang bulan puasa, sehingga ada perubahan pola makan bagi mereka dan itu perlu penyesuaian,” terangnya. Selain itu, mereka juga ada yang mengeluhkan flu atau batuk.

Erika menyatakan, pemeriksaan kesehatan juga untuk memudahkan mereka saat membutuhkan pelayanan kesehatan. Seperti diketahui, mereka para disabilitas ini punya keterbatasan tertentu. “Sehingga akses untuk ke puskesmas menjadi terbatas dan Kami mendekatkan pelayanan ke mereka dengan jemput bola,”terangnya.

Dalam pemeriksaan gratis para difabel ini, menurut dia, pelayanannya tidak jauh berbeda dengan yang lainnya. Hanya, pihaknya memang harus menyesuaikan dengan kondisi mereka. “Contohnya di komunikasi, kami harus menyentuh tangan mereka dulu agar mereka faham kalau kami bicara sama mereka,”terangnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya pemeriksaan gratis ini, kesehatan mereka bisa meningkat. “Initinya kami berharap mereka ini tidak terbatas dalam mengkases layanan kesehatan,”pungkasnya.

Pewarta : Ulfa Afrian

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/