alexametrics
22.2 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Kota Malang Produksi 485 Ton Sampah Tiap Hari

MALANG KOTA – Banyak industri kecil menengah yang ada di Kota Malang mempengaruhi produksi sampah setiap harinya. Menurut data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) sekitar 485 ton per hari.

Dimana, di dalamnya termasuk sampah plastik. Dari jumlah tersebut, masih dilakukan penyortiran dan pengolahan. Sehingga sampah residu adalah 400 ton per hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Wahyu Setianto menuturkan bahwa ada sekitar 148 ritase pengangkutan. Setiap ritase memuat sampah 4-11 ton tergantung kendaraan pengangkutnya.

“Ini adalah sampah yang masuk melalui DLH saja. Belum dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag),” terang Wahyu.

Sehingga pemkot Malang berupaya mengurangi sampah plastik sekecil apapun. Salah satunya dengan pembangunan TPS Reduce Reuse dan Recycle (3R) yang saat ini sudah ada di 3 kelurahan.

Berkat ini pun Pemkot Malang menerima penghargaan pengurangan sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Apresiasi ini diberikan oleh Kementerian LHK atas upaya pengelolaan dan menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R) dengan memilih dan memilah sampah sejak dari rumah sebelum diambil petugas. Selain itu, Pemkot Malang juga bekerja sama dengan Bank Sampah Malang (BSM),” pungkasnya.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Banyak industri kecil menengah yang ada di Kota Malang mempengaruhi produksi sampah setiap harinya. Menurut data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) sekitar 485 ton per hari.

Dimana, di dalamnya termasuk sampah plastik. Dari jumlah tersebut, masih dilakukan penyortiran dan pengolahan. Sehingga sampah residu adalah 400 ton per hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Wahyu Setianto menuturkan bahwa ada sekitar 148 ritase pengangkutan. Setiap ritase memuat sampah 4-11 ton tergantung kendaraan pengangkutnya.

“Ini adalah sampah yang masuk melalui DLH saja. Belum dari Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag),” terang Wahyu.

Sehingga pemkot Malang berupaya mengurangi sampah plastik sekecil apapun. Salah satunya dengan pembangunan TPS Reduce Reuse dan Recycle (3R) yang saat ini sudah ada di 3 kelurahan.

Berkat ini pun Pemkot Malang menerima penghargaan pengurangan sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Apresiasi ini diberikan oleh Kementerian LHK atas upaya pengelolaan dan menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle (3R) dengan memilih dan memilah sampah sejak dari rumah sebelum diambil petugas. Selain itu, Pemkot Malang juga bekerja sama dengan Bank Sampah Malang (BSM),” pungkasnya.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/