alexametrics
28.1 C
Malang
Thursday, 7 July 2022

MUI: Kurban Bisa Diganti Sedekah

MALANG KOTA – Ini bisa menjadi jawaban atas keresahan masyarakat jelang Hari Raya Idul Adha, beberapa hari lagi. Bagi Anda yang khawatir terpapar Penyakit Mulut dan Kukuh (PMK) saat membeli sapi untuk kurban, cukup ganti dengan sedekah saja.

Demikian juga bagi sebagian masyarakat yang khawatir mengonsumsi daging kurban yang terpapar PMK, Anda bisa menghilangkan pikiran itu jauh-jauh. Bisa jadi, Idul Adha tahun 2022 ini jumlah hewan kurban tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

Sebab, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang mengeluarkan fatwa, bahwa berkorban bisa diganti sedekah. Artinya, umat muslim yang ingin berkorban tapi khawatir risiko, bisa dialihkan dengan sedekah. Fatwa ini mengisyaratkan bahwa keutamaan kurban dan bersedekah itu sama.

”Kurban itu bisa diganti dengan sedekah yang lain. Misalnya untuk fakir miskin atau anak yatim yang mestinya diberi daging bisa diberi sembako,” ujar Ketua MUI Kota Malang KH Baidowi Muslich, kemarin (15/6).

Meski ke depan bakal terjadi pro dan kontra, dia tak memaksakan hal tersebut dilakukan. Kiai Baidowi menjelaskan, sedekah pun ada ukuran tersendiri. Bagi umat muslim yang ingin mengganti kurban dengan sedekah, katanya, hendaknya bisa menghitung terlebih dahulu berapa keuangan yang akan dikeluarkan. Nantinya uang yang dikeluarkan bisa setara dengan yang dikeluarkan untuk membelikan sembako.

”Saya kira lebih bagus lagi, syukursyukur untuk diperhitungkan harga daging kira-kira berapa, itu dibelikan sembako. Kemudian dibagi ke fakir miskin,” ungkapnya.

Menurut kiai Baidowi, wabah PMK lebih banyak menyerang hewan ternak jenis Sapi. Karena itu, katanya, jika umat muslim tetap ingin melakukan kurban, dia menyarankan untuk memilih kambing ketimbang sapi.

Dia juga meminta peran dokter hewan selama sebulan ke depan. Tujuannya untuk memastikan hewan yang disembelih untuk kurban dalam kondisi sehat dan sesuai syariat Islam.

”Artinya, kalau menurut dokter hewan kurban itu tidak berbahaya (saat dikonsumsi) dan dokter menyatakan boleh dikonsumsi, ya silakan disembelih dan dibagikan,” tuturnya.

Meski pihaknya menyiapkan solusi sedekah sebagai pengganti kurban, MUI menginginkan agar Pemkot Malang tetap meminimalisasi kasus PMK. Juga bisa menangkal dengan vaksinasi. Dengan begitu, katanya, kondisi sapi atau hewan kurban lain bisa terjamin.(adn/dan)

MALANG KOTA – Ini bisa menjadi jawaban atas keresahan masyarakat jelang Hari Raya Idul Adha, beberapa hari lagi. Bagi Anda yang khawatir terpapar Penyakit Mulut dan Kukuh (PMK) saat membeli sapi untuk kurban, cukup ganti dengan sedekah saja.

Demikian juga bagi sebagian masyarakat yang khawatir mengonsumsi daging kurban yang terpapar PMK, Anda bisa menghilangkan pikiran itu jauh-jauh. Bisa jadi, Idul Adha tahun 2022 ini jumlah hewan kurban tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya.

Sebab, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang mengeluarkan fatwa, bahwa berkorban bisa diganti sedekah. Artinya, umat muslim yang ingin berkorban tapi khawatir risiko, bisa dialihkan dengan sedekah. Fatwa ini mengisyaratkan bahwa keutamaan kurban dan bersedekah itu sama.

”Kurban itu bisa diganti dengan sedekah yang lain. Misalnya untuk fakir miskin atau anak yatim yang mestinya diberi daging bisa diberi sembako,” ujar Ketua MUI Kota Malang KH Baidowi Muslich, kemarin (15/6).

Meski ke depan bakal terjadi pro dan kontra, dia tak memaksakan hal tersebut dilakukan. Kiai Baidowi menjelaskan, sedekah pun ada ukuran tersendiri. Bagi umat muslim yang ingin mengganti kurban dengan sedekah, katanya, hendaknya bisa menghitung terlebih dahulu berapa keuangan yang akan dikeluarkan. Nantinya uang yang dikeluarkan bisa setara dengan yang dikeluarkan untuk membelikan sembako.

”Saya kira lebih bagus lagi, syukursyukur untuk diperhitungkan harga daging kira-kira berapa, itu dibelikan sembako. Kemudian dibagi ke fakir miskin,” ungkapnya.

Menurut kiai Baidowi, wabah PMK lebih banyak menyerang hewan ternak jenis Sapi. Karena itu, katanya, jika umat muslim tetap ingin melakukan kurban, dia menyarankan untuk memilih kambing ketimbang sapi.

Dia juga meminta peran dokter hewan selama sebulan ke depan. Tujuannya untuk memastikan hewan yang disembelih untuk kurban dalam kondisi sehat dan sesuai syariat Islam.

”Artinya, kalau menurut dokter hewan kurban itu tidak berbahaya (saat dikonsumsi) dan dokter menyatakan boleh dikonsumsi, ya silakan disembelih dan dibagikan,” tuturnya.

Meski pihaknya menyiapkan solusi sedekah sebagai pengganti kurban, MUI menginginkan agar Pemkot Malang tetap meminimalisasi kasus PMK. Juga bisa menangkal dengan vaksinasi. Dengan begitu, katanya, kondisi sapi atau hewan kurban lain bisa terjamin.(adn/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/