alexametrics
21.8 C
Malang
Sunday, 26 June 2022

Provider Nakal Bisa ”Nodai” Proyek MCC

MALANG KOTA – Proyek pembangunan Malang Creative Center (MCC) terancam ternodai sejumlah provider. Itu jika mereka tidak menanam kabel di sekitar gedung MCC hingga akhir Juni nanti. Sebab, 21 Juli mendatang, gedung setinggi delapan lantai itu ditargetkan rampung. Dengan demikian, semua kabel yang semrawut harus dirapikan.

Saat ini, progres pengerjaan gedung yang diperuntukkan bagi komunitas kreatif tersebut mencapai 87 persen. Namun masih ada kabel milik empat provider yang semrawut karena belum ditanam. Padahal Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang sudah me-warning pemilik kabel agar menanam ke bawah tanah.

Hingga awal bulan ini, setidaknya sudah ada sejumlah kabel milik provider telekomunikasi yang ditanam ke bawah tanah. Terpantau di lokasi tinggal empat kabel saja yang tersisa di sana masih menggantung di udara.

“Iya tinggal empat kabel saja. Setidaknya bisa turun secepatnya,” tegas Plt Kepala DPUPRPKP Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi.

Diah men-deadline provider telekomunikasi pemilik kabel hingga akhir Juni ini untuk segera menanam kabel tersebut. Jika tak ada tanggapan hingga batas waktu yang ditentukan, pihaknya terpaksa memotong kabel yang masih semrawut tersebut. Di sisi lain, DPUPRPKP juga membantu memudahkan pemindahan dengan saluran ducting.

Penanaman kabel ke bawah tanah dilakukan oleh pemkot demi menjaga keamanan pengendara yang melintas. Sebab di sana ke depan bakal ada kendaraan seperti truk yang keluar masuk ke MCC.

“Akhir bulan ini coba kami undang lagi pihak pemilik kabel. Kami ingin tahu seperti apa kesiapannya,” terang Diah.

Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi mengapresiasi langkah tegas pemkot tersebut. Menurutnya, perlu ada langkah tegas dari pemkot untuk menata keindahan kota. Apalagi keberadaan MCC ke depan juga bakal dilihat orang banyak.

“Perlu memang, tapi saya ingatkan jangan sampai arogan. Komunikasikan lagi supaya klir,” saran Arief.

Arief juga meminta pihak provider mendukung program pemkot tersebut. Dia berkeyakinan pemkot punya solusi. Apalagi permasalahan kabel semrawut tak hanya di sana saja, melainkan juga hampir menyeluruh di Kota Malang. (adn/dan)

MALANG KOTA – Proyek pembangunan Malang Creative Center (MCC) terancam ternodai sejumlah provider. Itu jika mereka tidak menanam kabel di sekitar gedung MCC hingga akhir Juni nanti. Sebab, 21 Juli mendatang, gedung setinggi delapan lantai itu ditargetkan rampung. Dengan demikian, semua kabel yang semrawut harus dirapikan.

Saat ini, progres pengerjaan gedung yang diperuntukkan bagi komunitas kreatif tersebut mencapai 87 persen. Namun masih ada kabel milik empat provider yang semrawut karena belum ditanam. Padahal Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang sudah me-warning pemilik kabel agar menanam ke bawah tanah.

Hingga awal bulan ini, setidaknya sudah ada sejumlah kabel milik provider telekomunikasi yang ditanam ke bawah tanah. Terpantau di lokasi tinggal empat kabel saja yang tersisa di sana masih menggantung di udara.

“Iya tinggal empat kabel saja. Setidaknya bisa turun secepatnya,” tegas Plt Kepala DPUPRPKP Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi.

Diah men-deadline provider telekomunikasi pemilik kabel hingga akhir Juni ini untuk segera menanam kabel tersebut. Jika tak ada tanggapan hingga batas waktu yang ditentukan, pihaknya terpaksa memotong kabel yang masih semrawut tersebut. Di sisi lain, DPUPRPKP juga membantu memudahkan pemindahan dengan saluran ducting.

Penanaman kabel ke bawah tanah dilakukan oleh pemkot demi menjaga keamanan pengendara yang melintas. Sebab di sana ke depan bakal ada kendaraan seperti truk yang keluar masuk ke MCC.

“Akhir bulan ini coba kami undang lagi pihak pemilik kabel. Kami ingin tahu seperti apa kesiapannya,” terang Diah.

Sementara itu, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi mengapresiasi langkah tegas pemkot tersebut. Menurutnya, perlu ada langkah tegas dari pemkot untuk menata keindahan kota. Apalagi keberadaan MCC ke depan juga bakal dilihat orang banyak.

“Perlu memang, tapi saya ingatkan jangan sampai arogan. Komunikasikan lagi supaya klir,” saran Arief.

Arief juga meminta pihak provider mendukung program pemkot tersebut. Dia berkeyakinan pemkot punya solusi. Apalagi permasalahan kabel semrawut tak hanya di sana saja, melainkan juga hampir menyeluruh di Kota Malang. (adn/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/