alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Revitalisasi Enam Pasar di Kota Malang Tetap Jalan Terus

MALANG KOTA – Meski harus fokus terhadap penanganan Covid-19, Pemkot Malang juga tak mengesampingkan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Khususnya yang terkait dengan peningkatan perekonomian masyarakat dan mempengaruhi hajat hidup orang banyak. Salah satunya terkait rencana revitalisasi enam pasar di tahun 2021 yang terus dilakukan.

Keenam pasar itu yakni Pasar Bunul, Pasar Gadang Lama, Pasar Madyopuro, Pasar Lesanpuro, Pasar Bareng, dan Pasar Kotalama yang terus digeber di tahun ini. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Muhammad Sailendra mengatakan, rencana enam pasar yang dilakukan revitalisasi secara penuh maupun pemeliharaan tersebut masih terus berjalan sampai sekarang.

Apalagi, berjalannya proyek revitalisasi tersebut tidak ada yang dihentikan dan tidak ada rencana di-refocusing. Hal itu tentu dilakukan lantaran pasar yang ditempati pedagang harus layak dipakai. ”Proyek itu tetap jalan terus karena sudah ada target tahun ini harus selesai,” ujar Sailendra.

Untuk Pasar Bunul misalnya, saat ini tinggal penyelesaian saja dengan target akhir Juli ini bisa terselesaikan. Kabar terbaru, lantai yang ada di sana telah ditinggikan beberapa sentimeter. Tak hanya itu, drainase di pasar seluas 4.904 meter persegi itu juga sudah dibenahi menjadi lebih baik. Sebab, saat musim hujan kerap terjadi luapan air akibat dari saluran drainase yang tersumbat. Anggaran revitalisasi Pasar Bunul, masih kata Sailendra, mencapai sekitar Rp 640 juta.

Lalu, untuk Pasar Madyopuro yang saat ini telah berjalan menelan anggaran Rp 2,8 miliar. Serta, ditargetkan selesai pada Oktober mendatang. Selain itu, Pasar Gadang Lama juga telah dianggarkan sekitar Rp 1,7 miliar dan Pasar Lesanpuro sekitar Rp 1,3 miliar. Sementara untuk Pasar Bareng dan Pasar Kotalama saat ini masih memasuki proses tender. Namun, yang telah tampak di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), baru ada anggaran tercantum untuk Pasar Kotalama sekitar Rp 3,7 miliar. ”Kalau Bunul, Gadang Lama, Madyopuro, dan Lesanpuro sudah selesai tender dan ada yang sudah berjalan. Nah untuk Bareng dan Kota Lama ini lagi proses tender,” papar mantan sekretaris KPU Kota Malang itu.

Terpisah, Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman mengatakan, revitalisasi sejumlah pasar tersebut harus dikebut. Namun, juga memperhatikan sejumlah aspek yang harus dilengkapi. Terutama legal opinion yang harus dituntaskan terlebih dahulu. ”Namun, dari enam pasar itu tampaknya sudah jalan tapi ada beberapa yang harus juga disegerakan,” ujarnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu melihat ada permasalahan lain di Pasar Blimbing, Pasar Gadang, dan Pasar Besar. Dia melihat tiga pasar ini perlu penguatan dari pihak ketiga. Sebab, perjanjian kerja sama dengan pihak ketiga bisa diselesaikan dengan cepat. Apalagi, masa pandemi Covid-19 ini menjadi tantangan bahwa kepentingan ekonomi juga harus diselaraskan. (rmc/adn/c1/mas)

MALANG KOTA – Meski harus fokus terhadap penanganan Covid-19, Pemkot Malang juga tak mengesampingkan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Khususnya yang terkait dengan peningkatan perekonomian masyarakat dan mempengaruhi hajat hidup orang banyak. Salah satunya terkait rencana revitalisasi enam pasar di tahun 2021 yang terus dilakukan.

Keenam pasar itu yakni Pasar Bunul, Pasar Gadang Lama, Pasar Madyopuro, Pasar Lesanpuro, Pasar Bareng, dan Pasar Kotalama yang terus digeber di tahun ini. Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang Muhammad Sailendra mengatakan, rencana enam pasar yang dilakukan revitalisasi secara penuh maupun pemeliharaan tersebut masih terus berjalan sampai sekarang.

Apalagi, berjalannya proyek revitalisasi tersebut tidak ada yang dihentikan dan tidak ada rencana di-refocusing. Hal itu tentu dilakukan lantaran pasar yang ditempati pedagang harus layak dipakai. ”Proyek itu tetap jalan terus karena sudah ada target tahun ini harus selesai,” ujar Sailendra.

Untuk Pasar Bunul misalnya, saat ini tinggal penyelesaian saja dengan target akhir Juli ini bisa terselesaikan. Kabar terbaru, lantai yang ada di sana telah ditinggikan beberapa sentimeter. Tak hanya itu, drainase di pasar seluas 4.904 meter persegi itu juga sudah dibenahi menjadi lebih baik. Sebab, saat musim hujan kerap terjadi luapan air akibat dari saluran drainase yang tersumbat. Anggaran revitalisasi Pasar Bunul, masih kata Sailendra, mencapai sekitar Rp 640 juta.

Lalu, untuk Pasar Madyopuro yang saat ini telah berjalan menelan anggaran Rp 2,8 miliar. Serta, ditargetkan selesai pada Oktober mendatang. Selain itu, Pasar Gadang Lama juga telah dianggarkan sekitar Rp 1,7 miliar dan Pasar Lesanpuro sekitar Rp 1,3 miliar. Sementara untuk Pasar Bareng dan Pasar Kotalama saat ini masih memasuki proses tender. Namun, yang telah tampak di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), baru ada anggaran tercantum untuk Pasar Kotalama sekitar Rp 3,7 miliar. ”Kalau Bunul, Gadang Lama, Madyopuro, dan Lesanpuro sudah selesai tender dan ada yang sudah berjalan. Nah untuk Bareng dan Kota Lama ini lagi proses tender,” papar mantan sekretaris KPU Kota Malang itu.

Terpisah, Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman mengatakan, revitalisasi sejumlah pasar tersebut harus dikebut. Namun, juga memperhatikan sejumlah aspek yang harus dilengkapi. Terutama legal opinion yang harus dituntaskan terlebih dahulu. ”Namun, dari enam pasar itu tampaknya sudah jalan tapi ada beberapa yang harus juga disegerakan,” ujarnya.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu melihat ada permasalahan lain di Pasar Blimbing, Pasar Gadang, dan Pasar Besar. Dia melihat tiga pasar ini perlu penguatan dari pihak ketiga. Sebab, perjanjian kerja sama dengan pihak ketiga bisa diselesaikan dengan cepat. Apalagi, masa pandemi Covid-19 ini menjadi tantangan bahwa kepentingan ekonomi juga harus diselaraskan. (rmc/adn/c1/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/