alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Kota Malang Semarak Agustusan dengan Pernak Pernik Merah Putih

MALANG KOTA – Meski masih di tengah kebijakan pengetatan, warga tetap kreatif dalam menyemarakkan hari kemerdekaan. Sejumlah perkampungan mulai dihiasi pernah-pernik kemerdekaan. Salah satunya tersaji di Gang Lampion, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing Kota Malang.

Tampak bendera berukuran 20 x 4 meter dipajang warga di dinding pagar Jalan Ir H Juanda. Tak hanya itu, gang yang menjadi pintu masuk ke kawasan RT 08 RW 1 Kelurahan Jodipan itu juga dilengkapi pernak-pernik berwarna merah putih. Puluhan lampion juga terpasang.

Ketua RT 08 Kelurahan Jodipan Muhammad Sulkhan mengatakan, semarak menghias kampung untuk menyambut hari kemerdekaan sudah menjadi aktivitas rutin setiap tahun. ”Jadi tanpa intruksi atau himbauan pun para warga pasti langsung menghias gang ini,” kata dia.

Semangat warga untuk menghias kampungnya itu sudah terlihat sejak awal bulan Agustus. ”Warga sudah koordinasi untuk berhias, beberapa hari setelahnya langsung dieksekusi,” beber ayah empat anak itu.

Langkah pertama, dia menyebutkan, warga terlebih dulu memasang bendera yang panjang. Kemudian disusul memasang pernak-pernik yang lain. ”Warga saling gotong royong, kesadaran mereka untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme memang sangat tinggi,” imbuh Sulkhan. Hampir setiap warga laki-laki turut ambil bagian dalam upaya menghias kampung. Untuk kebutuhan operasional, warga juga swadaya

”Jadi tiap tahun memang tidak ada iuran khusus, warga dengan suka rela menyisihkan beberapa rupiah untuk menghias daerah kami ini,” papar pria berusia 76 tahun itu. Meski semangat gotong royong warga tetap tersaji, ia memastikan bila kepatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes) tetap dilakukan. Salah satunya disajikan dengan meniadakan prosesi lomba tradisional seperti tahun-tahun sebelum pandemi. ”Padahal dulu lebih meriah lagi dengan berbagai lomba yang didukung dengan hadiah yang menarik,” imbuh pria yang sudah 50 tahun menjabat sebagai ketua RT tersebut.

Disampaikan pula, untuk mendukung kebijakan PPKM, pihaknya juga meniadakan acara renungan yang biasa digelar malam hari tanggal 16 Agustus. ”Kami tiadakan semua, karena memang kondisinya lagi seperti ini, tapi kami berharap esensi kemerdekaan tetap terasa,” harap dia. (rmc/ulf/by)

MALANG KOTA – Meski masih di tengah kebijakan pengetatan, warga tetap kreatif dalam menyemarakkan hari kemerdekaan. Sejumlah perkampungan mulai dihiasi pernah-pernik kemerdekaan. Salah satunya tersaji di Gang Lampion, Kelurahan Jodipan, Kecamatan Blimbing Kota Malang.

Tampak bendera berukuran 20 x 4 meter dipajang warga di dinding pagar Jalan Ir H Juanda. Tak hanya itu, gang yang menjadi pintu masuk ke kawasan RT 08 RW 1 Kelurahan Jodipan itu juga dilengkapi pernak-pernik berwarna merah putih. Puluhan lampion juga terpasang.

Ketua RT 08 Kelurahan Jodipan Muhammad Sulkhan mengatakan, semarak menghias kampung untuk menyambut hari kemerdekaan sudah menjadi aktivitas rutin setiap tahun. ”Jadi tanpa intruksi atau himbauan pun para warga pasti langsung menghias gang ini,” kata dia.

Semangat warga untuk menghias kampungnya itu sudah terlihat sejak awal bulan Agustus. ”Warga sudah koordinasi untuk berhias, beberapa hari setelahnya langsung dieksekusi,” beber ayah empat anak itu.

Langkah pertama, dia menyebutkan, warga terlebih dulu memasang bendera yang panjang. Kemudian disusul memasang pernak-pernik yang lain. ”Warga saling gotong royong, kesadaran mereka untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme memang sangat tinggi,” imbuh Sulkhan. Hampir setiap warga laki-laki turut ambil bagian dalam upaya menghias kampung. Untuk kebutuhan operasional, warga juga swadaya

”Jadi tiap tahun memang tidak ada iuran khusus, warga dengan suka rela menyisihkan beberapa rupiah untuk menghias daerah kami ini,” papar pria berusia 76 tahun itu. Meski semangat gotong royong warga tetap tersaji, ia memastikan bila kepatuhan terhadap protokol kesehatan (prokes) tetap dilakukan. Salah satunya disajikan dengan meniadakan prosesi lomba tradisional seperti tahun-tahun sebelum pandemi. ”Padahal dulu lebih meriah lagi dengan berbagai lomba yang didukung dengan hadiah yang menarik,” imbuh pria yang sudah 50 tahun menjabat sebagai ketua RT tersebut.

Disampaikan pula, untuk mendukung kebijakan PPKM, pihaknya juga meniadakan acara renungan yang biasa digelar malam hari tanggal 16 Agustus. ”Kami tiadakan semua, karena memang kondisinya lagi seperti ini, tapi kami berharap esensi kemerdekaan tetap terasa,” harap dia. (rmc/ulf/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/