alexametrics
24.2 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Optimalkan Layanan Covid-19, RSUD Kota Malang Siapkan Lab. PCR

MALANG KOTA – Tantangan rumah sakit dalam menghadapi pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Kondisi ini menuntut pelayanan cepat, tepat dengan tetap menjaga mutu pelayanan. Di tengah spirit HUT ke-76 Kemerdekaan RI, RSUD Kota Malang terus mengupayakan perbaikan dan inovasi layanan serta penambahan fasilitas penunjang.

Komitmen itulah yang terus diupayakan RSUD Kota Malang di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini. Karena rumah sakit dituntut memiliki strategi penanganan Covid-19 yang efektif dengan pemenuhan pengadaan obat, alat pelindung diri dan mekanisme lain yang sesuai ketentuan. Rumah sakit juga harus mematuhi pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi.

“Penambahan alat kedokteran untuk menunjang perawatan pasien Covid-19 menjadi fokus utama kami untuk meningkatkan pelayanan. Anggaran dalam perbaikan instalasi oksigen sentral serta kelengkapannya, penggantian regulator oksigen dan alat medis lain telah disiapkan untuk meningkatkan kesiapan dalam penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit ini,” terang Direktur RSUD Kota Malang dr Rina Istarowati.

Direktur RSUD Kota Malang dr Rina Istarowati. (ist)

Menurut dr Rina, awal Juli lalu RSUD Kota Malang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan yang dapat melakukan pelayanan pemulasaraan jenazah Covid-19. Pelayanan pemulasaraan jenazah ini bertujuan untuk mengurangi antrean jenazah Covid-19 di beberapa rumah sakit dalam menunggu proses pemakaman dengan petugas dan fasilitas pemulasaraan yang terbatas.

“Pemulasaraan jenazah di sini (RSUD Kota Malang) mampu melakukan pemulasaraan antara 12 sampai 18 jenazah per hari dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan Kota Malang,” terang dr Rina.

Awal Agustus lalu, RSUD Kota Malang juga telah mendapatkan visitasi dan monitoring rencana pembukaan laboratorium (lab.) PCR dari Dinas Kesehatan Pemprov Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Kota Malang ”Hasilnya, Alhamdulillah sudah memenuhi syarat,” katanya.

Menurut dr Rina, selama pandemi Covid-19, tidak sedikit tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Kota Malang yang ikut terpapar Covid-19. Namun kondisi tersebut tak memuat semangat para nakes kendor. Saat sebagian nakes menjalani karantina, upaya yang dilakukan RSUD Kota Malang adalah satu satu perawat maksimal melayani empat pasien. ”Saat nakes ada yang menjalani karantina nakes unit lain diperbantukan ke unit isolasi,” terangnya.

Kepedulian RSUD Kota Malang terhadap kondisi nakes dan tenaga penunjang untuk mengoptimalkan penanganan Covid-19 dilakukan dengan sistem shift. ”Untuk tenaga perawat di ruang isolasi diberlakukan tiga hari dinas dan tiga hari libur,” terangnya.

Selain itu juga ada extrafooding, pengadaan masker bedah gratis bagi seluruh pegawai dan vitamin maupun suplemen bulanan serta desinfektan dan handrub yang dapat digunakan cuma-cuma oleh para nakes.

Terkait data pasien isolasi RSUD Kota Malang dalam tiga bulan terakhir mengalami peningkatan. Dari bulan Mei ke bulan Juni, dari awalnya 9 persen meningkat menjadi 45 persen dan di bulan Juli dengan keterisian BOR mencapai 66 persen.

Gedung RSUD Kota Malang tampak depan. RSUD Kota Malang terus mengoptimalkan layanan dengan menambah fasilitas dan layanan kesehatan kepada masyarakat. (ist)

Selain terus berikhtiar mengoptimalkan layanan untuk pasien Covid-19, RSUD Kota Malang juga berupaya melakukan perbaikan di semua lini. Tujuan jangka panjangnya adalah menjadikan RSUD Kota Malang menjadi rumah sakit dengan berstandar internasional. ”Visi ke depan ini hanya bisa dicapai RSUD Kota Malang dengan melibatkan seluruh stakeholder yang ada dengan komitmen penuh memberikan layanan kesehatan terbaik,” terangnya.

Pewarta: Ferdi/Didik

MALANG KOTA – Tantangan rumah sakit dalam menghadapi pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Kondisi ini menuntut pelayanan cepat, tepat dengan tetap menjaga mutu pelayanan. Di tengah spirit HUT ke-76 Kemerdekaan RI, RSUD Kota Malang terus mengupayakan perbaikan dan inovasi layanan serta penambahan fasilitas penunjang.

Komitmen itulah yang terus diupayakan RSUD Kota Malang di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini. Karena rumah sakit dituntut memiliki strategi penanganan Covid-19 yang efektif dengan pemenuhan pengadaan obat, alat pelindung diri dan mekanisme lain yang sesuai ketentuan. Rumah sakit juga harus mematuhi pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi.

“Penambahan alat kedokteran untuk menunjang perawatan pasien Covid-19 menjadi fokus utama kami untuk meningkatkan pelayanan. Anggaran dalam perbaikan instalasi oksigen sentral serta kelengkapannya, penggantian regulator oksigen dan alat medis lain telah disiapkan untuk meningkatkan kesiapan dalam penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit ini,” terang Direktur RSUD Kota Malang dr Rina Istarowati.

Direktur RSUD Kota Malang dr Rina Istarowati. (ist)

Menurut dr Rina, awal Juli lalu RSUD Kota Malang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan yang dapat melakukan pelayanan pemulasaraan jenazah Covid-19. Pelayanan pemulasaraan jenazah ini bertujuan untuk mengurangi antrean jenazah Covid-19 di beberapa rumah sakit dalam menunggu proses pemakaman dengan petugas dan fasilitas pemulasaraan yang terbatas.

“Pemulasaraan jenazah di sini (RSUD Kota Malang) mampu melakukan pemulasaraan antara 12 sampai 18 jenazah per hari dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan Kota Malang,” terang dr Rina.

Awal Agustus lalu, RSUD Kota Malang juga telah mendapatkan visitasi dan monitoring rencana pembukaan laboratorium (lab.) PCR dari Dinas Kesehatan Pemprov Jawa Timur dan Dinas Kesehatan Kota Malang ”Hasilnya, Alhamdulillah sudah memenuhi syarat,” katanya.

Menurut dr Rina, selama pandemi Covid-19, tidak sedikit tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Kota Malang yang ikut terpapar Covid-19. Namun kondisi tersebut tak memuat semangat para nakes kendor. Saat sebagian nakes menjalani karantina, upaya yang dilakukan RSUD Kota Malang adalah satu satu perawat maksimal melayani empat pasien. ”Saat nakes ada yang menjalani karantina nakes unit lain diperbantukan ke unit isolasi,” terangnya.

Kepedulian RSUD Kota Malang terhadap kondisi nakes dan tenaga penunjang untuk mengoptimalkan penanganan Covid-19 dilakukan dengan sistem shift. ”Untuk tenaga perawat di ruang isolasi diberlakukan tiga hari dinas dan tiga hari libur,” terangnya.

Selain itu juga ada extrafooding, pengadaan masker bedah gratis bagi seluruh pegawai dan vitamin maupun suplemen bulanan serta desinfektan dan handrub yang dapat digunakan cuma-cuma oleh para nakes.

Terkait data pasien isolasi RSUD Kota Malang dalam tiga bulan terakhir mengalami peningkatan. Dari bulan Mei ke bulan Juni, dari awalnya 9 persen meningkat menjadi 45 persen dan di bulan Juli dengan keterisian BOR mencapai 66 persen.

Gedung RSUD Kota Malang tampak depan. RSUD Kota Malang terus mengoptimalkan layanan dengan menambah fasilitas dan layanan kesehatan kepada masyarakat. (ist)

Selain terus berikhtiar mengoptimalkan layanan untuk pasien Covid-19, RSUD Kota Malang juga berupaya melakukan perbaikan di semua lini. Tujuan jangka panjangnya adalah menjadikan RSUD Kota Malang menjadi rumah sakit dengan berstandar internasional. ”Visi ke depan ini hanya bisa dicapai RSUD Kota Malang dengan melibatkan seluruh stakeholder yang ada dengan komitmen penuh memberikan layanan kesehatan terbaik,” terangnya.

Pewarta: Ferdi/Didik

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/