alexametrics
29.2 C
Malang
Sunday, 14 August 2022

Jaring 74 Pelanggar Tak Bermasker, Denda Terkumpul Rp 3 Juta Lebih

MALANG KOTA- Sidang perdana yustisia pelanggar protokol kesehatan yang digelar di halaman Balai Kota Malang mencatat ada 74 pelanggar. Total denda yang terkumpul sejumlah Rp 3.030.000 dan tercatat ada 7 orang yang meninggalkan KTP-nya. Hanya lima menit setelah mobile covid hunter di mulai, para pemburu pelanggar protokol kesehatan Covid-19 ini sudah berhasil membawa pelanggar yang tidak memakai masker.

Para pelanggar ini, langsung ditindak tegas di tempat oleh Satpol PP, TNI, dan anggota Polresta Malang Kota dengan denda Rp 100 ribu yang diawasi oleh petugas Pengadilan Negeri Kota Malang. Aksi ini, juga secara resmi di-launching Forkopimda di halaman Balai Kota Malang, Rabu (16/9) sore.

“Kita sudah lakukan sosialisasi-sosialisasi protokol-protokol kesehatan dan masih banyak ditemui di jalan yang tak pakai masker. Hari ini sudah tak ada lagi toleransi lagi bagi pelanggar protokol Covid-19,” ujar Wali Kota Malang Sutiaji.

Artinya per hari ini pelanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Kota Malang harus membayar denda senilai Rp 100 ribu. Penerapan pelaksanaan sanksi ini mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan dalam Inpres nomor 6 tahun 2020, Perda nomor 2 tahun 2020, Pergub nomor 53 tahun 2020 yang diimplikasikan pada Perwal nomor 30 tahun 2020.

“Harapannya, dengan penindakan tegas berbadan hukum ini hanya dalam hitungan hari masyarakat Kota Malang semakin sadar dan disiplin memakai masker sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelas dia, didampingi Wawali Sofyan Edi, Sekda Kota Malang Wasto, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata, Dandim 0833 Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona, Kajari Kota Malang Andi Dharmawangsa, dan Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika.

Forkopimda Kota Malang me-launching pelaksanaan sidang yustisia pelanggar protokol kesehatan di halaman Balai Kota Malang, Rabu (16/9). (Darmono/Radar Malang)

Apalagi, menurut Sutiaji, jumlah kasus di Kota Malang masih terus melonjak. Update Data Covid-19 Kota Malang 16 September 2020 menunjukkan penambahan konfirmasi positif sebanyak 35 orang sehingga total sebanyak 1.702 orang. Tercatat yang meninggal bertambah 8 orang sehingga total sejumlah 162 orang. Angka kesembuhan juga bertambah sebanyak 29 orang sehingga total tercatat 1.136 orang sembuh. Orang yang sudah selesai pemantauan juga berkurang 2 orang sehingga total tercatat 404 orang.

Kenaikan kasus yang terus terjadi ini menjadikan Kota Malang yang sebelumnya sudah berada di zona orange, kini kembali lagi ke zona merah.

“Dengan pakai masker persentase memutus mata rantai penyebaran Covid-19 lebih dari 50 persen. Efek jera dengan sanksi sosial sudah, waktunya kita penegakan hukum basic-nya denda. Harapan kami 1 sampai 3 hari ini orang akan sadar. Karena ini gerakan secara masif menyadarkan diri ke masyarkat untuk pakai masker,” jelasnya.

Selama razia, petugas tak pandang bulu. Ada oknum aparat yang juga terjaring razia lantaran tak pakai masker. “Karena gesusu, saya mau bayar PDAM,jadi kelupaan maskernya,” ujar sang oknum, yang tidak disebutkan namanya.

Pewarta: Sandra Desi C

MALANG KOTA- Sidang perdana yustisia pelanggar protokol kesehatan yang digelar di halaman Balai Kota Malang mencatat ada 74 pelanggar. Total denda yang terkumpul sejumlah Rp 3.030.000 dan tercatat ada 7 orang yang meninggalkan KTP-nya. Hanya lima menit setelah mobile covid hunter di mulai, para pemburu pelanggar protokol kesehatan Covid-19 ini sudah berhasil membawa pelanggar yang tidak memakai masker.

Para pelanggar ini, langsung ditindak tegas di tempat oleh Satpol PP, TNI, dan anggota Polresta Malang Kota dengan denda Rp 100 ribu yang diawasi oleh petugas Pengadilan Negeri Kota Malang. Aksi ini, juga secara resmi di-launching Forkopimda di halaman Balai Kota Malang, Rabu (16/9) sore.

“Kita sudah lakukan sosialisasi-sosialisasi protokol-protokol kesehatan dan masih banyak ditemui di jalan yang tak pakai masker. Hari ini sudah tak ada lagi toleransi lagi bagi pelanggar protokol Covid-19,” ujar Wali Kota Malang Sutiaji.

Artinya per hari ini pelanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Kota Malang harus membayar denda senilai Rp 100 ribu. Penerapan pelaksanaan sanksi ini mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan dalam Inpres nomor 6 tahun 2020, Perda nomor 2 tahun 2020, Pergub nomor 53 tahun 2020 yang diimplikasikan pada Perwal nomor 30 tahun 2020.

“Harapannya, dengan penindakan tegas berbadan hukum ini hanya dalam hitungan hari masyarakat Kota Malang semakin sadar dan disiplin memakai masker sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” jelas dia, didampingi Wawali Sofyan Edi, Sekda Kota Malang Wasto, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata, Dandim 0833 Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona, Kajari Kota Malang Andi Dharmawangsa, dan Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika.

Forkopimda Kota Malang me-launching pelaksanaan sidang yustisia pelanggar protokol kesehatan di halaman Balai Kota Malang, Rabu (16/9). (Darmono/Radar Malang)

Apalagi, menurut Sutiaji, jumlah kasus di Kota Malang masih terus melonjak. Update Data Covid-19 Kota Malang 16 September 2020 menunjukkan penambahan konfirmasi positif sebanyak 35 orang sehingga total sebanyak 1.702 orang. Tercatat yang meninggal bertambah 8 orang sehingga total sejumlah 162 orang. Angka kesembuhan juga bertambah sebanyak 29 orang sehingga total tercatat 1.136 orang sembuh. Orang yang sudah selesai pemantauan juga berkurang 2 orang sehingga total tercatat 404 orang.

Kenaikan kasus yang terus terjadi ini menjadikan Kota Malang yang sebelumnya sudah berada di zona orange, kini kembali lagi ke zona merah.

“Dengan pakai masker persentase memutus mata rantai penyebaran Covid-19 lebih dari 50 persen. Efek jera dengan sanksi sosial sudah, waktunya kita penegakan hukum basic-nya denda. Harapan kami 1 sampai 3 hari ini orang akan sadar. Karena ini gerakan secara masif menyadarkan diri ke masyarkat untuk pakai masker,” jelasnya.

Selama razia, petugas tak pandang bulu. Ada oknum aparat yang juga terjaring razia lantaran tak pakai masker. “Karena gesusu, saya mau bayar PDAM,jadi kelupaan maskernya,” ujar sang oknum, yang tidak disebutkan namanya.

Pewarta: Sandra Desi C

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/