alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Tante Kumat dan Taman Sale Bikin RW 2 Gadingkasri Jadi Asri

MALANG KOTA – RW 2 Kelurahan Gadingkasri, Klojen, punya Tante Kumat dan Taman Sale untuk memikat juri lomba Kampung Bersinar yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang kerja bareng Jawa Pos Radar Malang. Tapi, Tante Kumat ini bukan tante tante yang lagi kambuh penyakitnya, tapi istilah ini merupakan akronim dari Taman Terong Kul dan Tomat, sedangkan Taman Sale adalah taman sayuran dan budidaya lele.

Kampung Bersinar Kota Malang 2020

Ketua Karangtaruna RW 02 Kel Gadingkasri Faskalis Grendi Ardita menyampaikan, pihaknya sengaja memilih singkatan dalam membuat program lingkungan agar mudah diingat warga. “Ini juga jadi ciri khas kami,” kata pria yang menjadi guru ini, Jumat (16/10).

Ia menuturkan, hasil panen dari budidaya lele dan sayuran ini juga diolah menjadi produk makanan dalam bentuk olahan lele dan nuget sayur. “Yang bikin ibu-ibu di sini,” terangnya.

Hasil panen lele diolah kembali oleh para ibu di RW 2 Gadingkasri sehingga lebih bernilai ekonomis (Imam N/ Radar Malang)

Sementara itu, ketua RW 2 gadingkasri Tripriyo Wahyudi menambahkan, sayur dan budidaya ikan lele sudah dijadikan ikon ditempatnya. Bahkan, di 11 RT yang ada di wilayahnya juga ada sayur dan lele tersebut. “Saya minta di semua RT bikin sayur dan lele,” jelas pria yang menjadi ketua RW sudah setahun ini.

Lebih lanjut, di tempatnya juga ada bank sampah, 22 biopori, 3 sumur resapan, kompos, daur ulang sampah dan bank sampah. Selain itu, juga ada vertikal garden. “Tujuan utama kami lingkungan jadi asri,” ungkap dia.

Pewarta: Imam N

MALANG KOTA – RW 2 Kelurahan Gadingkasri, Klojen, punya Tante Kumat dan Taman Sale untuk memikat juri lomba Kampung Bersinar yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang kerja bareng Jawa Pos Radar Malang. Tapi, Tante Kumat ini bukan tante tante yang lagi kambuh penyakitnya, tapi istilah ini merupakan akronim dari Taman Terong Kul dan Tomat, sedangkan Taman Sale adalah taman sayuran dan budidaya lele.

Kampung Bersinar Kota Malang 2020

Ketua Karangtaruna RW 02 Kel Gadingkasri Faskalis Grendi Ardita menyampaikan, pihaknya sengaja memilih singkatan dalam membuat program lingkungan agar mudah diingat warga. “Ini juga jadi ciri khas kami,” kata pria yang menjadi guru ini, Jumat (16/10).

Ia menuturkan, hasil panen dari budidaya lele dan sayuran ini juga diolah menjadi produk makanan dalam bentuk olahan lele dan nuget sayur. “Yang bikin ibu-ibu di sini,” terangnya.

Hasil panen lele diolah kembali oleh para ibu di RW 2 Gadingkasri sehingga lebih bernilai ekonomis (Imam N/ Radar Malang)

Sementara itu, ketua RW 2 gadingkasri Tripriyo Wahyudi menambahkan, sayur dan budidaya ikan lele sudah dijadikan ikon ditempatnya. Bahkan, di 11 RT yang ada di wilayahnya juga ada sayur dan lele tersebut. “Saya minta di semua RT bikin sayur dan lele,” jelas pria yang menjadi ketua RW sudah setahun ini.

Lebih lanjut, di tempatnya juga ada bank sampah, 22 biopori, 3 sumur resapan, kompos, daur ulang sampah dan bank sampah. Selain itu, juga ada vertikal garden. “Tujuan utama kami lingkungan jadi asri,” ungkap dia.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/