alexametrics
20.6 C
Malang
Friday, 1 July 2022

Aremania Bikin Aksi Damai Tuntut Satu Arema

MALANG KOTA – Ratusan Aremania memakai kaos kebanggaan mereka dan memenuhi Bundaran Tugu Malang pada Senin (16/11). Mereka berkumpul untuk menuntut penyelesaian dualisme Arema. Tak hanya Aremania dari Malang Raya saia, tetapi para Aremania yang berdomisili di Pasuruan, Denpasar, dan Jakarta pun menuntut Satu Arema.

Para Aremania nampak berkumpul di depan patung singa Stasiun Kota Malang sejak Pukul 08.00 WiB. Lalu pada Pukul 10.00 WIB mereka mulai melakukan longmarch menuju Balai Kota. Aksi yang dilakukan damai itu diisi dengan orasi-orasi bernada kecewa.

Disela orasi, mereka juga melakukan pertandingan persahabatan di depan Balai kota Malang, lengkap dengan bola dan gawang mini. Seusai pertandingan mereka melakukan tukar jersey dan Ngechant bareng. Hal itu semata-mata tak lain untuk menunjukkan walaupun ada dualisme, mereka tetap bersahabat.

“Namun tetap saja kami Aremania prihatin mengenai kondisi situasi dualisme yang sudah berjalan 9 tahun lamanya sejak 2011,” Ujar Andi Sinyo Koordinator Aksi.

Ia mengatakan bahwa pihak yayasan sama sekali tidak ada solusi. Sehingga Aremania muda pun terpecah menjadi dua supporter yang terkadang saling beradu argumentasi.

“Sehingga tuntutan kami adalah, datangkan kepala yayasan Arema. Lalu kita bicara baik-baik ada masalah apa. Kami ingin mendatangkan pembinanya dari Darjoto Setyawan dan pengawasnya Bambang Winarno,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Polresta Malang Kota menyiapkan sekitar 300 aparat untuk mengamankan aksi damai ini. “Total ada 3 Satuan Setingkat Kompi (SSK) yang terjun,” tutup Kabag Ops Polresta Malang Kota Sutyanto.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Ratusan Aremania memakai kaos kebanggaan mereka dan memenuhi Bundaran Tugu Malang pada Senin (16/11). Mereka berkumpul untuk menuntut penyelesaian dualisme Arema. Tak hanya Aremania dari Malang Raya saia, tetapi para Aremania yang berdomisili di Pasuruan, Denpasar, dan Jakarta pun menuntut Satu Arema.

Para Aremania nampak berkumpul di depan patung singa Stasiun Kota Malang sejak Pukul 08.00 WiB. Lalu pada Pukul 10.00 WIB mereka mulai melakukan longmarch menuju Balai Kota. Aksi yang dilakukan damai itu diisi dengan orasi-orasi bernada kecewa.

Disela orasi, mereka juga melakukan pertandingan persahabatan di depan Balai kota Malang, lengkap dengan bola dan gawang mini. Seusai pertandingan mereka melakukan tukar jersey dan Ngechant bareng. Hal itu semata-mata tak lain untuk menunjukkan walaupun ada dualisme, mereka tetap bersahabat.

“Namun tetap saja kami Aremania prihatin mengenai kondisi situasi dualisme yang sudah berjalan 9 tahun lamanya sejak 2011,” Ujar Andi Sinyo Koordinator Aksi.

Ia mengatakan bahwa pihak yayasan sama sekali tidak ada solusi. Sehingga Aremania muda pun terpecah menjadi dua supporter yang terkadang saling beradu argumentasi.

“Sehingga tuntutan kami adalah, datangkan kepala yayasan Arema. Lalu kita bicara baik-baik ada masalah apa. Kami ingin mendatangkan pembinanya dari Darjoto Setyawan dan pengawasnya Bambang Winarno,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Polresta Malang Kota menyiapkan sekitar 300 aparat untuk mengamankan aksi damai ini. “Total ada 3 Satuan Setingkat Kompi (SSK) yang terjun,” tutup Kabag Ops Polresta Malang Kota Sutyanto.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/