alexametrics
25.6 C
Malang
Sunday, 3 July 2022

Sumber Api Kebakaran Toko Delta Diduga Korsleting Peralatan Listrik

MALANG KOTA – Kebakaran yang terjadi di Toko Elektronik dan Peralatan Listrik, Delta, pada Senin (16/11), berhasil dipadamkan selama kurang lebih dua jam setelah terbakar sekitar pukul 16.00. Diperkirakan, sumber api berasal dari peralatan listrik yang korsleting. Toko yang terdiri dari dua blok ruko itu harus menelan kerugian lebih dari Rp 70 juta.

“Diperkirakan sumber api berasal dari peralatan listrik yang korslet, yaitu dari bagian atas sebelah selatan. Sebab sedikit beda asapnya. Tetapi nanti akan diperiksa lebih lanjut pihak yang berwenang,“ ujar Teguh Budi W, Kepala UPT Damkar Kota Malang, ditemui di sela-sela pemadaman kebakaran.

Teguh mengatakan, pihak Damkar saat ini telah melakukan koordinasi dengan PLN, agar korsleting listrik tidak menjalar dan menimbulkan kebakaran baru. “Area sini listriknya juga sudah dimatikan. Kami juga sudah pesan, warga jangan menyalakan LPG dan listrik untuk sementara waktu,” ujar dia.

Teguh mengungkapkan kendala yang dilalui oleh Damkar saat memadamkan api. “Asap hitam tebal sudah membumbung ketika kami datang. Kami pihak Damkar harus jongkok dulu. Walaupun ketika itu bagian bawah udaranya masih bersih, tetapi bagian atas sudah cukup parah asapnya karena yang terbakar adalah kabel dan bohlam,” ujarnya.

Terkait dengan keadaan bangunan, Teguh mengatakan diperkirakan kondisinya masih aman. “Kalau dari kacamata saya, bangunan aman. Tadi saya lihat tidak ada keretakan. Tapi ya menurut yang ahli belum tentu,” ungkapnya.

Ia mengimbau kepada siapa saja yang memiliki bangunan di area padat penduduk untuk melakukan antisipasi, dengan mendesain ruangan dengan sirkulasi udara yang lancar.
“Kalau bisa ya akses keluar masuk disediakan dengan ukuran yang cukup luas. Sebab susahnya ini jika bangunan rapat kiri kanan. Ini kendala yang banyak ditemui dan yang paling sulit. Sehingga kalau bisa, paling tidak akses depan harus lancar. Di sini tadi sudah banyak tumpukan barang, ada teralis juga. Ini tadi kalau kaca nggak dipecah, semakin panas dan risiko tinggi,” jelas dia.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG KOTA – Kebakaran yang terjadi di Toko Elektronik dan Peralatan Listrik, Delta, pada Senin (16/11), berhasil dipadamkan selama kurang lebih dua jam setelah terbakar sekitar pukul 16.00. Diperkirakan, sumber api berasal dari peralatan listrik yang korsleting. Toko yang terdiri dari dua blok ruko itu harus menelan kerugian lebih dari Rp 70 juta.

“Diperkirakan sumber api berasal dari peralatan listrik yang korslet, yaitu dari bagian atas sebelah selatan. Sebab sedikit beda asapnya. Tetapi nanti akan diperiksa lebih lanjut pihak yang berwenang,“ ujar Teguh Budi W, Kepala UPT Damkar Kota Malang, ditemui di sela-sela pemadaman kebakaran.

Teguh mengatakan, pihak Damkar saat ini telah melakukan koordinasi dengan PLN, agar korsleting listrik tidak menjalar dan menimbulkan kebakaran baru. “Area sini listriknya juga sudah dimatikan. Kami juga sudah pesan, warga jangan menyalakan LPG dan listrik untuk sementara waktu,” ujar dia.

Teguh mengungkapkan kendala yang dilalui oleh Damkar saat memadamkan api. “Asap hitam tebal sudah membumbung ketika kami datang. Kami pihak Damkar harus jongkok dulu. Walaupun ketika itu bagian bawah udaranya masih bersih, tetapi bagian atas sudah cukup parah asapnya karena yang terbakar adalah kabel dan bohlam,” ujarnya.

Terkait dengan keadaan bangunan, Teguh mengatakan diperkirakan kondisinya masih aman. “Kalau dari kacamata saya, bangunan aman. Tadi saya lihat tidak ada keretakan. Tapi ya menurut yang ahli belum tentu,” ungkapnya.

Ia mengimbau kepada siapa saja yang memiliki bangunan di area padat penduduk untuk melakukan antisipasi, dengan mendesain ruangan dengan sirkulasi udara yang lancar.
“Kalau bisa ya akses keluar masuk disediakan dengan ukuran yang cukup luas. Sebab susahnya ini jika bangunan rapat kiri kanan. Ini kendala yang banyak ditemui dan yang paling sulit. Sehingga kalau bisa, paling tidak akses depan harus lancar. Di sini tadi sudah banyak tumpukan barang, ada teralis juga. Ini tadi kalau kaca nggak dipecah, semakin panas dan risiko tinggi,” jelas dia.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/