alexametrics
20.9 C
Malang
Wednesday, 17 August 2022

Tuntutan Lengkap Aremania Make Malang Great Again Untuk Satu Arema

RADAR MALANG – Konflik dualisme PS Arema yang terjadi dinilai belum tuntas. Lebih kurang 9 tahun sejak tahun 2011 yang mengancam hilangnya identitas asli Klub Arema, kebanggaan Aremania. Tak mau identitas Arema tergerus, Make Malang Great Again (MMGA) menggelar aksi yang dihelat pada Senin (16/11).

Aksi Aremania yang tergabung dalam MMGA ini digelar di depan gedung DPRD Kota Malang. Dalam aksinya, mereka meminta agar pemerintah memfasilitasi untuk bertemu dengan pengurus Yayasan Arema.

Titik kumpul aksi ini berada di patung singa stasiun kota baru. Dengan banyak bendera, dan poster yang menghiasi. Aksi digelar dengan damai dan tertib dengan menampilkan parodi orang-orang di balik perpecahan Arema. Ada Darjoto Setyawan selaku Pembina, Bambang Winarno selaku pengawas, Muhammad Nur selaku Ketua, dan Rendra Kresna selaku Bendahara.

Di dalam rilis MMGA yang diterima Radar Malang, mereka meminta agar diadakan temu tatap muka, mediasi, dan juga diskusi antara Organ Yayasan Arema yang didirikan tanggal 11 Agustus 1987 dengan perwakilan Aremania. Organ Yayasan yang dimaksud adalah yang tercantum dalam SK MENKUNHAM tahun 2012 dengan akte notaris Nurul Rahadianti, SH nomor AHU-AH 01.06.317.

“Tujuan Aksi Damai Aremania 16 November 2020, Meminta Organ Yayasan Arema tahun 2009 turun temui Aremania. Mediasi damai untuk kejelasan Konflik dua Arema Di Indonesia,” tulis MMGA dalam rilisnya.

Andi Sinyo Koordinator Aksi MMGA mengatakan, pihak yayasan sama sekali tidak ada solusi. Sehingga Aremania muda pun terpecah menjadi dua supporter yang terkadang saling beradu argumentasi.

“Sehingga tuntutan kami adalah, datangkan kepala yayasan Arema. Lalu kita bicara baik-baik ada masalah apa. Kami ingin mendatangkan pembinanya dari Darjoto Setyawan dan pengawas nya bambang winarno,” ujarnya.

“Meminta siapa pun instansi di pemerintahan untuk memfasilitasi membantu memanggil dan mendatangkan organ Yayasan Arema bertemu dengan Aremania,” sambungnya.

Pewarta : Roisyatul Mufidah

RADAR MALANG – Konflik dualisme PS Arema yang terjadi dinilai belum tuntas. Lebih kurang 9 tahun sejak tahun 2011 yang mengancam hilangnya identitas asli Klub Arema, kebanggaan Aremania. Tak mau identitas Arema tergerus, Make Malang Great Again (MMGA) menggelar aksi yang dihelat pada Senin (16/11).

Aksi Aremania yang tergabung dalam MMGA ini digelar di depan gedung DPRD Kota Malang. Dalam aksinya, mereka meminta agar pemerintah memfasilitasi untuk bertemu dengan pengurus Yayasan Arema.

Titik kumpul aksi ini berada di patung singa stasiun kota baru. Dengan banyak bendera, dan poster yang menghiasi. Aksi digelar dengan damai dan tertib dengan menampilkan parodi orang-orang di balik perpecahan Arema. Ada Darjoto Setyawan selaku Pembina, Bambang Winarno selaku pengawas, Muhammad Nur selaku Ketua, dan Rendra Kresna selaku Bendahara.

Di dalam rilis MMGA yang diterima Radar Malang, mereka meminta agar diadakan temu tatap muka, mediasi, dan juga diskusi antara Organ Yayasan Arema yang didirikan tanggal 11 Agustus 1987 dengan perwakilan Aremania. Organ Yayasan yang dimaksud adalah yang tercantum dalam SK MENKUNHAM tahun 2012 dengan akte notaris Nurul Rahadianti, SH nomor AHU-AH 01.06.317.

“Tujuan Aksi Damai Aremania 16 November 2020, Meminta Organ Yayasan Arema tahun 2009 turun temui Aremania. Mediasi damai untuk kejelasan Konflik dua Arema Di Indonesia,” tulis MMGA dalam rilisnya.

Andi Sinyo Koordinator Aksi MMGA mengatakan, pihak yayasan sama sekali tidak ada solusi. Sehingga Aremania muda pun terpecah menjadi dua supporter yang terkadang saling beradu argumentasi.

“Sehingga tuntutan kami adalah, datangkan kepala yayasan Arema. Lalu kita bicara baik-baik ada masalah apa. Kami ingin mendatangkan pembinanya dari Darjoto Setyawan dan pengawas nya bambang winarno,” ujarnya.

“Meminta siapa pun instansi di pemerintahan untuk memfasilitasi membantu memanggil dan mendatangkan organ Yayasan Arema bertemu dengan Aremania,” sambungnya.

Pewarta : Roisyatul Mufidah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/