alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Selamat! PDAM Kota Malang Raih Penghargaan APIK

MALANG KOTA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang meraih penghargaan Apresiasi Pengaduan Informasi Terbaik (APIK), Senin (14/12) secara virtual. Penghargaan yang diinisiasi oleh Dinas Kominfo Kota Malang tersebut diberikan kepada 29 instansi pemenang. Baik dari perangkat daerah, BUMD, Kelurahan, Puskesmad, RSUD hingga Kelompok Informasi Masyarakat.

Untuk diketahui, PDAM mengantongi dua penghargaan dalam kategori APIK ini. Yakni, juara pertama kategori respon terbaik (BUMD/Bagian/Kecamatan/RSUD) serta juara ketiga kategori tata kelola terbaik. “Tentu saja penghargaan ini menilai dari sisi kecepatan kami dalam merespon pengaduan,” ungkap Direktur Utama PDAM Kota Malang M Nor Muhlas SPd MSi.

Muhlas menerangkan jika selama ini pihak PDAM Kota Malang memang selalu mengedepankan teknologi IT agar dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk merespon cepat pengaduan. “Jadi semua pengaduan baik medsos, WA, call center itu terintegrasi dalam sistem kita. sehingga langsung direspon oleh bagian hublang (Hubungan Pelanggan) kemudian langsung ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan,” paparnya.

Misalnya, tim medsos merespon pengaduan melalui chating pribadi untuk mengetahui informasi lengkapnya. Dari situ, tim medsos akan melanjutkan ke bidang selanjutnya. “Misalnya kebocoran, ya langsung ke bidang NRW (Non Rdvenue Water). Selanjutnya dilihat jika kebocoran di pipa transmisi langsung ke bagian perawatan atau bagian produksi. Kemudian workorder dibuatkan, dan petugas di lapangan siap meluncur. Jadi respon kami memang 24 jam non stop,” tegas Muhlas.

Tim medsos PDAM Kota Malang menjalankan tugas tak hanya menyosialisasikan dan mengedukasi tentang berbagai program. Namun juga merespon semua pengaduan. Sebab semua aspek dimensi, kata Muhlas memang dimanfaatkan untuk merespon cepat aduan dari masyarakat.

“Sebenarnya penganugerahan hanya semacam bonus untuk memotivasi tim. Pada prinsipnya secara semangat, memang kami selalu memberikan pelayanan terbaik. Ada penganugerahan maupun tidak ada, bagi kami bukan sebuah tujuan. Karena tujuan kami adalah mendedikasikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Kalau kemudian dapat award dan diapresiasi ya kita pasti senang dan termotivasi,” pungkas Muhlas. (bin)

MALANG KOTA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang meraih penghargaan Apresiasi Pengaduan Informasi Terbaik (APIK), Senin (14/12) secara virtual. Penghargaan yang diinisiasi oleh Dinas Kominfo Kota Malang tersebut diberikan kepada 29 instansi pemenang. Baik dari perangkat daerah, BUMD, Kelurahan, Puskesmad, RSUD hingga Kelompok Informasi Masyarakat.

Untuk diketahui, PDAM mengantongi dua penghargaan dalam kategori APIK ini. Yakni, juara pertama kategori respon terbaik (BUMD/Bagian/Kecamatan/RSUD) serta juara ketiga kategori tata kelola terbaik. “Tentu saja penghargaan ini menilai dari sisi kecepatan kami dalam merespon pengaduan,” ungkap Direktur Utama PDAM Kota Malang M Nor Muhlas SPd MSi.

Muhlas menerangkan jika selama ini pihak PDAM Kota Malang memang selalu mengedepankan teknologi IT agar dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk merespon cepat pengaduan. “Jadi semua pengaduan baik medsos, WA, call center itu terintegrasi dalam sistem kita. sehingga langsung direspon oleh bagian hublang (Hubungan Pelanggan) kemudian langsung ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan,” paparnya.

Misalnya, tim medsos merespon pengaduan melalui chating pribadi untuk mengetahui informasi lengkapnya. Dari situ, tim medsos akan melanjutkan ke bidang selanjutnya. “Misalnya kebocoran, ya langsung ke bidang NRW (Non Rdvenue Water). Selanjutnya dilihat jika kebocoran di pipa transmisi langsung ke bagian perawatan atau bagian produksi. Kemudian workorder dibuatkan, dan petugas di lapangan siap meluncur. Jadi respon kami memang 24 jam non stop,” tegas Muhlas.

Tim medsos PDAM Kota Malang menjalankan tugas tak hanya menyosialisasikan dan mengedukasi tentang berbagai program. Namun juga merespon semua pengaduan. Sebab semua aspek dimensi, kata Muhlas memang dimanfaatkan untuk merespon cepat aduan dari masyarakat.

“Sebenarnya penganugerahan hanya semacam bonus untuk memotivasi tim. Pada prinsipnya secara semangat, memang kami selalu memberikan pelayanan terbaik. Ada penganugerahan maupun tidak ada, bagi kami bukan sebuah tujuan. Karena tujuan kami adalah mendedikasikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Kalau kemudian dapat award dan diapresiasi ya kita pasti senang dan termotivasi,” pungkas Muhlas. (bin)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/