alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Edarkan Sabu-Sabu,Pedagang Buah di Pasar Kebalen Terancam Penjara 14 Tahun

MALANG KOTA – Pendapatan sebagai pedagang buah sepertinya tidak cukup bagi Andi Wijaya. Lelaki berusia 24 tahun itu pun nekat menjalankan bisnis sampingan dengan menjadi pengedar narkotika jenis sabu-sabu. Kemarin (16/3), dia mulai menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Malang dan terancam hukuman maksimal 14 tahun penjara.

Pemuda yang tinggal di Jalan Kebalen Wetan, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang itu menjalani sidang perdana secara daring dari rumah tahanan (rutan) Lapas Lowokwaru Malang. Tepat pukul 12.45, jaksa penuntut umum (JPU) Rusdianto Hadi Sarosa SH MH membacakan berkas dakwaan di hadapan majelis hakim yang diketuai Yuli Atmaningsih SH Mhum. Dalam berkas itu disebutkan bahwa sehari-hari Andi bekerja sebagai pedagang buah di Pasar Kebalen. Namun sejak Desember 2021, dia mencari tambahan penghasilan dengan menjadi pengedar psikotropika.

Kebetulan Andi memang memiliki teman yang sudah lebih dulu mengedarkan sabu-sabu di Kota Malang. Kepada temannya itulah Andi meminta ikut mengedarkan sabu-sabu meski sangat berisiko berakhir di penjara. ”Terdakwa Andi Wijaya mengambil paket sabu-sabu pertama di Surabaya pada 30 Desember 2021 pukul 12.00,” kata Rusdi dalam pembacaan dakwaan. Sesuai perintah temannya yang saat ini masih buron, saat itu dia mengambil paket sabu-sabu seberat 100 gram. Setelah diambil, paket dibawa ke Malang dan dibagi menjadi dua.

Andi kemudian meletakkan 50 gram sabu-sabu dengan sistem ranjau kawasan Pasar Comboran sekitar pukul 21.30. Dia tidak tahu siapa yang selanjutnya akan mengambil sabu-sabu tersebut. ”Setelah itu dia kembali mendapat perintah untuk meletakkan 5 gram sabu-sabu di daerah Klayatan dengan sistem ranjau,” lanjut Rusdi. Tanpa disangka, ”karier” baru Andi sebagai pengedar sabu-sabu berakhir hari itu juga. Sebab, polisi sudah menunggu Andi di rumah keduanya yang berada di Jalan Pelabuhan Tanjung Perak, Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun.

Andi pun tidak bisa mengelak lantaran polisi menemukan barang bukti dua poket sabu-sabu dengan berat masing-masing 46,82 gram. Karena perbuatan itu, dia terancam 14 tahun penjara atas dakwaan alternatif pasal 114 Ayat 2 dan pasal 112 Ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (biy/fat)

MALANG KOTA – Pendapatan sebagai pedagang buah sepertinya tidak cukup bagi Andi Wijaya. Lelaki berusia 24 tahun itu pun nekat menjalankan bisnis sampingan dengan menjadi pengedar narkotika jenis sabu-sabu. Kemarin (16/3), dia mulai menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Malang dan terancam hukuman maksimal 14 tahun penjara.

Pemuda yang tinggal di Jalan Kebalen Wetan, Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang itu menjalani sidang perdana secara daring dari rumah tahanan (rutan) Lapas Lowokwaru Malang. Tepat pukul 12.45, jaksa penuntut umum (JPU) Rusdianto Hadi Sarosa SH MH membacakan berkas dakwaan di hadapan majelis hakim yang diketuai Yuli Atmaningsih SH Mhum. Dalam berkas itu disebutkan bahwa sehari-hari Andi bekerja sebagai pedagang buah di Pasar Kebalen. Namun sejak Desember 2021, dia mencari tambahan penghasilan dengan menjadi pengedar psikotropika.

Kebetulan Andi memang memiliki teman yang sudah lebih dulu mengedarkan sabu-sabu di Kota Malang. Kepada temannya itulah Andi meminta ikut mengedarkan sabu-sabu meski sangat berisiko berakhir di penjara. ”Terdakwa Andi Wijaya mengambil paket sabu-sabu pertama di Surabaya pada 30 Desember 2021 pukul 12.00,” kata Rusdi dalam pembacaan dakwaan. Sesuai perintah temannya yang saat ini masih buron, saat itu dia mengambil paket sabu-sabu seberat 100 gram. Setelah diambil, paket dibawa ke Malang dan dibagi menjadi dua.

Andi kemudian meletakkan 50 gram sabu-sabu dengan sistem ranjau kawasan Pasar Comboran sekitar pukul 21.30. Dia tidak tahu siapa yang selanjutnya akan mengambil sabu-sabu tersebut. ”Setelah itu dia kembali mendapat perintah untuk meletakkan 5 gram sabu-sabu di daerah Klayatan dengan sistem ranjau,” lanjut Rusdi. Tanpa disangka, ”karier” baru Andi sebagai pengedar sabu-sabu berakhir hari itu juga. Sebab, polisi sudah menunggu Andi di rumah keduanya yang berada di Jalan Pelabuhan Tanjung Perak, Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun.

Andi pun tidak bisa mengelak lantaran polisi menemukan barang bukti dua poket sabu-sabu dengan berat masing-masing 46,82 gram. Karena perbuatan itu, dia terancam 14 tahun penjara atas dakwaan alternatif pasal 114 Ayat 2 dan pasal 112 Ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (biy/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/