alexametrics
22.1 C
Malang
Wednesday, 25 May 2022

Pementasan Sosok Panji Suroso Tandai Kebangkitan Seni di Taman Krida Budaya

KOTA MALANG-Sosok Panji Suroso dari Kerajaan Jenggala dan Raden Gunungsari dari Kerajaan Kediri seperti hadir lagi sore kemarin (16/3) di Taman Krida Budaya. Keduanya menari dengan anggun di hadapan penonton

Tabuhan gamelan turut mengiringi. Tarian tersebut dibawakan anggota Padepokan Seni Topeng Asmoro Bangun dari Kabupaten Malang. Suguhan tersebut menjadi penanda bila Taman Krida Budaya bakal kembali aktif setelah pandemi Covid-19 sempat menghentikan aktivitas kesenian di sana. ”Bersyukur bisa tampil dan diundang Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) Jawa Timur. Tarian yang kami suguhkan ini berjudul Ronggeng Roro Jiwo Roro Tangis,” Sutradara sekaligus Pimpinan Sanggar Padepokan Seni Topeng Asmoro Bangun Tri Handoyo.

Dia sengaja membawakan tarian tersebut untuk mengenalkan sejarah dan budaya Jawa Timur. Kedua sosok dalam tarian tersebut dikisahkan tengah mencari pusaka yang hilang di tengah hutan. Mereka yang terpisah satu sama lain kemudian bertemu dan berselisih paham hingga muncul peperangan. Di tengah situasi mencekam itu, datanglah dua orang yang kemudian melerai. ”Pesan dalam tarian tersebut yakni keduanya harus mengubah wujudnya menjadi Roro Jiwo Roro Tangis,” tutur Handoyo.

Kepala UPT Laboratorium Pelatihan dan Pengembangan Kesenian Disbudpar Jawa Timur Efi Wijayanti mengatakan bila sajian itu bertujuan untuk menguatkan kesenian tari topeng di Jawa Timur. ”Kali ini ada enam sanggar yang diundang. Mereka tersebar di seluruh Jawa Timur,” kata dia. Efi menambahkan, bahwa pertunjukan tari topeng itu juga wujud menggairahkan seni selama pandemi Covid-19. Selama dua tahun terakhir, para pelaku seni memang sangat terdampak pandemi Covid-19. Maka dari itu, pertunjukan tersebut diharapkan mampu menggairahkan dunia seni lagi. (adn/by

KOTA MALANG-Sosok Panji Suroso dari Kerajaan Jenggala dan Raden Gunungsari dari Kerajaan Kediri seperti hadir lagi sore kemarin (16/3) di Taman Krida Budaya. Keduanya menari dengan anggun di hadapan penonton

Tabuhan gamelan turut mengiringi. Tarian tersebut dibawakan anggota Padepokan Seni Topeng Asmoro Bangun dari Kabupaten Malang. Suguhan tersebut menjadi penanda bila Taman Krida Budaya bakal kembali aktif setelah pandemi Covid-19 sempat menghentikan aktivitas kesenian di sana. ”Bersyukur bisa tampil dan diundang Disbudpar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata) Jawa Timur. Tarian yang kami suguhkan ini berjudul Ronggeng Roro Jiwo Roro Tangis,” Sutradara sekaligus Pimpinan Sanggar Padepokan Seni Topeng Asmoro Bangun Tri Handoyo.

Dia sengaja membawakan tarian tersebut untuk mengenalkan sejarah dan budaya Jawa Timur. Kedua sosok dalam tarian tersebut dikisahkan tengah mencari pusaka yang hilang di tengah hutan. Mereka yang terpisah satu sama lain kemudian bertemu dan berselisih paham hingga muncul peperangan. Di tengah situasi mencekam itu, datanglah dua orang yang kemudian melerai. ”Pesan dalam tarian tersebut yakni keduanya harus mengubah wujudnya menjadi Roro Jiwo Roro Tangis,” tutur Handoyo.

Kepala UPT Laboratorium Pelatihan dan Pengembangan Kesenian Disbudpar Jawa Timur Efi Wijayanti mengatakan bila sajian itu bertujuan untuk menguatkan kesenian tari topeng di Jawa Timur. ”Kali ini ada enam sanggar yang diundang. Mereka tersebar di seluruh Jawa Timur,” kata dia. Efi menambahkan, bahwa pertunjukan tari topeng itu juga wujud menggairahkan seni selama pandemi Covid-19. Selama dua tahun terakhir, para pelaku seni memang sangat terdampak pandemi Covid-19. Maka dari itu, pertunjukan tersebut diharapkan mampu menggairahkan dunia seni lagi. (adn/by

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/