alexametrics
29 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Keberatan Revitalisasi, Pedagang Pasar Besar Malang Beber Fakta Ini

MALANG KOTA – Rencana revitalisasi Pasar Besar Malang (PBM) kini memasuki babak baru. Meski masih mendapat keluhan dari beberapa pedagang, komitmen Pemkot Malang untuk membangun ulang pasar nampaknya tak berubah.

Indikasinya terlihat mulai 1 April lalu. Sejak tender belanja jasa konsultasi revitalisasi PBM dibuka di website layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Kota Malang. Nilai pagu anggaran dari tender itu Rp 5,335 miliar. Pada tahap itulah pengerjaan detail engineering design (DED) PBM akan dimulai Pemkot Malang.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin (16/4) pukul 19.00, terlihat cukup banyak peminat dari tender tersebut. Saat itu tercatat sudah ada 53 peserta yang mendaftarkan diri. Berikutnya, para peserta akan masuk tahap kualifikasi.

Meski Pemkot Malang sudah memulai persiapan untuk melakukan revitalisasi, sikap dari beberapa pedagang tak berubah. Koordinator Pedagang PBM, Agus Didin, menyebut bila pihaknya tetap meminta Pemkot Malang untuk tidak membongkar total bangunan pasar.

Sebagai gantinya, dia dan para pedagang lainnya lebih menyarankan agar Pemkot melakukan renovasi pada bagian-bagian bangunan yang rusak. Agus pun mengklaim bila 3.000 an pedagang sudah setuju agar Pemkot lebih mengutamakan renovasi ketimbang revitalisasi. ”Jika dibongkar, 3.000 pedagang akan bingung jika direlokasi. Sebab itu dapat mematikan dagangan mereka,” kata dia. Agar ada win-win solution, Agus mendorong Pemkot Malang untuk segera menemui para pedagang dalam waktu dekat.

Keinginan para pedagang itu nampaknya sudah didengar Wali Kota Malang, Sutiaji. Ditemui Jawa Pos Radar Malang siang kemarin (16/4), ia memastikan bakal segera berkomunikasi dengan para pedagang PBM. Khususnya soal finishing desain pasar. ”Ya, kami akan sosialisasi dulu. (Supaya tahu) seperti apa mintanya (pedagang), itu akan kami pertimbangkan,” kata pejabat berusia 56 tahun itu.(rmc/and/by)

MALANG KOTA – Rencana revitalisasi Pasar Besar Malang (PBM) kini memasuki babak baru. Meski masih mendapat keluhan dari beberapa pedagang, komitmen Pemkot Malang untuk membangun ulang pasar nampaknya tak berubah.

Indikasinya terlihat mulai 1 April lalu. Sejak tender belanja jasa konsultasi revitalisasi PBM dibuka di website layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Kota Malang. Nilai pagu anggaran dari tender itu Rp 5,335 miliar. Pada tahap itulah pengerjaan detail engineering design (DED) PBM akan dimulai Pemkot Malang.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang kemarin (16/4) pukul 19.00, terlihat cukup banyak peminat dari tender tersebut. Saat itu tercatat sudah ada 53 peserta yang mendaftarkan diri. Berikutnya, para peserta akan masuk tahap kualifikasi.

Meski Pemkot Malang sudah memulai persiapan untuk melakukan revitalisasi, sikap dari beberapa pedagang tak berubah. Koordinator Pedagang PBM, Agus Didin, menyebut bila pihaknya tetap meminta Pemkot Malang untuk tidak membongkar total bangunan pasar.

Sebagai gantinya, dia dan para pedagang lainnya lebih menyarankan agar Pemkot melakukan renovasi pada bagian-bagian bangunan yang rusak. Agus pun mengklaim bila 3.000 an pedagang sudah setuju agar Pemkot lebih mengutamakan renovasi ketimbang revitalisasi. ”Jika dibongkar, 3.000 pedagang akan bingung jika direlokasi. Sebab itu dapat mematikan dagangan mereka,” kata dia. Agar ada win-win solution, Agus mendorong Pemkot Malang untuk segera menemui para pedagang dalam waktu dekat.

Keinginan para pedagang itu nampaknya sudah didengar Wali Kota Malang, Sutiaji. Ditemui Jawa Pos Radar Malang siang kemarin (16/4), ia memastikan bakal segera berkomunikasi dengan para pedagang PBM. Khususnya soal finishing desain pasar. ”Ya, kami akan sosialisasi dulu. (Supaya tahu) seperti apa mintanya (pedagang), itu akan kami pertimbangkan,” kata pejabat berusia 56 tahun itu.(rmc/and/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru