alexametrics
28.5 C
Malang
Thursday, 30 June 2022

Polisi Panen Tilang Pemotor Tak Berhelm, Dalihnya Mau Halalbihalal Jarak Dekat

MALANG KOTA – Dua pekan terakhir, pelanggaran lalu lintas yang ditangani Polresta Malang Kota sedikit berbeda. Dari total 121 surat tilang yang dikeluarkan polisi, jumlah pelanggar terbanyak ternyata adalah pengendara yang tidak mengenakan helm. Rata-rata usia pengendara di bawah 20 tahun, bahkan sebagian masih tergolong anak-anak.

Berkas 121 surat tilang itu dikeluarkan polisi mulai 8 sampai 16 Mei 2022. Terbanyak untuk pengendara yang tidak mengenakan helm, yakni 52 surat tilang. Disusul pelanggaran markah jalan yang mencapai 33 surat tilang. Terakhir adalah gabungan pengendara yang tidak membawa kelengkapan surat-surat (seperti SIM dan STNK) serta penggunaan knalpot brong sebanyak 36 surat tilang.

Kanit Turjawali Satlantas Polresta Malang Kota Iptu M. Syaikhu mengatakan, seluruh tilang itu hampir semuanya dilakukan pada siang hari. ”Diterbitkan oleh anggota-anggota yang ada di Pos Lantas,” kata dia. Terkait mayoritas jumlah pelanggar yang tidak mengenakan helm, Syaikhu menyebut para pengendara itu hanya bepergian dalam jarak pendek. Rata-rata mereka merupakan anak di bawah usia 20 tahun. Sama sekali tidak ada yang kena tilang gara-gara melakukan balap liar di jalanan kota Malang.

Dia menjelaskan, pekan kedua bulan ini boleh dibilang masih terdapat imbas dari libur panjang Hari Raya Idul Fitri. Lalu lintas cenderung padat, dan banyak pengendara roda dua yang tidak mengenakan helm dengan alasan sekadar jalan-jalan atau mengunjungi teman dan kerabat di kampung sebelah. Mereka yang terkena tilang polisi pada pekan pertama, yakni 1 hingga 7 Mei, sudah menjalani sidang tilang di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang. Pada hari pembayaran denda tilang Kamis lalu (12/5), tercatat setidaknya 431 orang yang mengambil surat-suratnya ke Kejari dari mulai pukul 08.00 hingga tengah hari.

Tentu dengan variasi denda Rp 100 sampai 250 ribu, bergantung jenis pelanggarannya. Kasi Intel Kejari Kota Malang Eko Budisusanto SH MH mengatakan, dalam satu hari itu, pihaknya mengumpulkan setidaknya Rp 25,6 juta denda dan Rp 206 ribu biaya perkara. “Kebanyakan pelanggarannya berupa tidak memiliki SIM dan tidak membawa STNK,” kata dia. Sementara untuk sisanya adalah pengendara yang ditilang karena menggunakan knalpot brong. (biy/fat)

MALANG KOTA – Dua pekan terakhir, pelanggaran lalu lintas yang ditangani Polresta Malang Kota sedikit berbeda. Dari total 121 surat tilang yang dikeluarkan polisi, jumlah pelanggar terbanyak ternyata adalah pengendara yang tidak mengenakan helm. Rata-rata usia pengendara di bawah 20 tahun, bahkan sebagian masih tergolong anak-anak.

Berkas 121 surat tilang itu dikeluarkan polisi mulai 8 sampai 16 Mei 2022. Terbanyak untuk pengendara yang tidak mengenakan helm, yakni 52 surat tilang. Disusul pelanggaran markah jalan yang mencapai 33 surat tilang. Terakhir adalah gabungan pengendara yang tidak membawa kelengkapan surat-surat (seperti SIM dan STNK) serta penggunaan knalpot brong sebanyak 36 surat tilang.

Kanit Turjawali Satlantas Polresta Malang Kota Iptu M. Syaikhu mengatakan, seluruh tilang itu hampir semuanya dilakukan pada siang hari. ”Diterbitkan oleh anggota-anggota yang ada di Pos Lantas,” kata dia. Terkait mayoritas jumlah pelanggar yang tidak mengenakan helm, Syaikhu menyebut para pengendara itu hanya bepergian dalam jarak pendek. Rata-rata mereka merupakan anak di bawah usia 20 tahun. Sama sekali tidak ada yang kena tilang gara-gara melakukan balap liar di jalanan kota Malang.

Dia menjelaskan, pekan kedua bulan ini boleh dibilang masih terdapat imbas dari libur panjang Hari Raya Idul Fitri. Lalu lintas cenderung padat, dan banyak pengendara roda dua yang tidak mengenakan helm dengan alasan sekadar jalan-jalan atau mengunjungi teman dan kerabat di kampung sebelah. Mereka yang terkena tilang polisi pada pekan pertama, yakni 1 hingga 7 Mei, sudah menjalani sidang tilang di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang. Pada hari pembayaran denda tilang Kamis lalu (12/5), tercatat setidaknya 431 orang yang mengambil surat-suratnya ke Kejari dari mulai pukul 08.00 hingga tengah hari.

Tentu dengan variasi denda Rp 100 sampai 250 ribu, bergantung jenis pelanggarannya. Kasi Intel Kejari Kota Malang Eko Budisusanto SH MH mengatakan, dalam satu hari itu, pihaknya mengumpulkan setidaknya Rp 25,6 juta denda dan Rp 206 ribu biaya perkara. “Kebanyakan pelanggarannya berupa tidak memiliki SIM dan tidak membawa STNK,” kata dia. Sementara untuk sisanya adalah pengendara yang ditilang karena menggunakan knalpot brong. (biy/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/