alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Panitia Kurban di Kota Malang Wajib Jalani Swab Test

MALANG KOTA – Perayaan Idul Adha yang jatuh pada 20 Juli mendatang harus diantisipasi agar tak menjadi klaster baru penularan Covid-19. Di Kota Malang, tercatat ada 360 masjid yang bakal menggelar penyembelihan hewan kurban. Dengan perkiraan masing-masing masjid memotong 10 hewan kurban, maka total ada 3.600 hewan kurban yang akan disembelih.

Kalkulasi tersebut muncul saat Wali Kota Malang Sutiaji menggelar rapat teknis persiapan kurban dengan perangkat daerah di aula Gazebo Balai Kota Malang, kemarin (16/7). ”Diperkirakan jumlahnya bisa lebih dari itu karena hitungan itu menafikan yang mungkin digelar di musala-musala, lembaga pendidikan maupun instansi. Kepentingannya untuk melakukan perencanaan langkah tindak secara efektif, agar kegiatan kurban tidak menjadi potensi klaster baru,” tutur pria yang kerap disapa Pak Aji ini.

Rencananya, ada dua skenario yang ditetapkan Pemkot Malang, sebagaimana tertuang pada SE Wali Kota Malang Nomor 41/2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Penyelenggaraan Salat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H/2021 M. Pertama, penyembelihan bisa dilakukan melalui Perumda Tunas (dulu RPH) dan yang kedua dapat dilakukan secara mandiri oleh panitia kurban. Untuk opsi kedua, panitia wajib melakukan swab test terlebih dahulu.

Yang membedakan, untuk di RPH pelaksanaan penyembelihan sudah dapat dilakukan mulai tanggal 10 Zulhijah (20 Juli 2021) s/d 13 Zulhijah (23 Juli 2021) serta berbayar, Rp 350 ribu/ekor. Sementara yang dilakukan mandiri oleh panitia kurban, hanya bisa dilangsungkan 3 (tiga) hari yakni 11 Zulhijah (21 Juli) s/d 13 Zulhijah dan harus dilakukan secara bertahap dalam 3 hari tersebut jika hewan kurban yg terhimpun banyak.

Terpisah Plt Direktur Perumda Tunas Elfiatur Roikha menjelaskan kapasitas Perumda Tunas dalam sehari mampu memotong 170 ekor sapi dan 160 ekor kambing/hari. ”Kita memang tetap mengenakan biaya. Untuk petugas pemotongan (jagal). Itu pun bukan harga seutuhnya, karena sudah diperintahkan Bapak Wali Kota, ada subsidi baik diambilkan melalui dukungan Baznas maupun subsidi dari Perumda Tunas sendiri,” kata Elfi.

Hal senada juga diungkapkam Plt Ketahanan Pangan dan Pertanian (Kadispangtan) Kota Malang Sri Winarni. Dia mengatakan, telah melakukan pemeriksaan ke-92 titik penjualan hewan kurban. Pemeriksaan hewan kurban juga untuk memastikan kelayakan, sehat dan kehalalan (syari)-nya.

Untuk memastikan penyelenggaraan kurban tidak bertentangan dengan peraturan dan memenuhi kaidah protokol kesehatan, nantinya juga ada pengawasan. ”Besar harapan saya, semua berjalan baik sehingga penyelenggaraan kurban bisa jadi amalan terbaik serta mendapat ridho Allah SWT,” harapnya. (rmc/adn/mas)

MALANG KOTA – Perayaan Idul Adha yang jatuh pada 20 Juli mendatang harus diantisipasi agar tak menjadi klaster baru penularan Covid-19. Di Kota Malang, tercatat ada 360 masjid yang bakal menggelar penyembelihan hewan kurban. Dengan perkiraan masing-masing masjid memotong 10 hewan kurban, maka total ada 3.600 hewan kurban yang akan disembelih.

Kalkulasi tersebut muncul saat Wali Kota Malang Sutiaji menggelar rapat teknis persiapan kurban dengan perangkat daerah di aula Gazebo Balai Kota Malang, kemarin (16/7). ”Diperkirakan jumlahnya bisa lebih dari itu karena hitungan itu menafikan yang mungkin digelar di musala-musala, lembaga pendidikan maupun instansi. Kepentingannya untuk melakukan perencanaan langkah tindak secara efektif, agar kegiatan kurban tidak menjadi potensi klaster baru,” tutur pria yang kerap disapa Pak Aji ini.

Rencananya, ada dua skenario yang ditetapkan Pemkot Malang, sebagaimana tertuang pada SE Wali Kota Malang Nomor 41/2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan Dalam Penyelenggaraan Salat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H/2021 M. Pertama, penyembelihan bisa dilakukan melalui Perumda Tunas (dulu RPH) dan yang kedua dapat dilakukan secara mandiri oleh panitia kurban. Untuk opsi kedua, panitia wajib melakukan swab test terlebih dahulu.

Yang membedakan, untuk di RPH pelaksanaan penyembelihan sudah dapat dilakukan mulai tanggal 10 Zulhijah (20 Juli 2021) s/d 13 Zulhijah (23 Juli 2021) serta berbayar, Rp 350 ribu/ekor. Sementara yang dilakukan mandiri oleh panitia kurban, hanya bisa dilangsungkan 3 (tiga) hari yakni 11 Zulhijah (21 Juli) s/d 13 Zulhijah dan harus dilakukan secara bertahap dalam 3 hari tersebut jika hewan kurban yg terhimpun banyak.

Terpisah Plt Direktur Perumda Tunas Elfiatur Roikha menjelaskan kapasitas Perumda Tunas dalam sehari mampu memotong 170 ekor sapi dan 160 ekor kambing/hari. ”Kita memang tetap mengenakan biaya. Untuk petugas pemotongan (jagal). Itu pun bukan harga seutuhnya, karena sudah diperintahkan Bapak Wali Kota, ada subsidi baik diambilkan melalui dukungan Baznas maupun subsidi dari Perumda Tunas sendiri,” kata Elfi.

Hal senada juga diungkapkam Plt Ketahanan Pangan dan Pertanian (Kadispangtan) Kota Malang Sri Winarni. Dia mengatakan, telah melakukan pemeriksaan ke-92 titik penjualan hewan kurban. Pemeriksaan hewan kurban juga untuk memastikan kelayakan, sehat dan kehalalan (syari)-nya.

Untuk memastikan penyelenggaraan kurban tidak bertentangan dengan peraturan dan memenuhi kaidah protokol kesehatan, nantinya juga ada pengawasan. ”Besar harapan saya, semua berjalan baik sehingga penyelenggaraan kurban bisa jadi amalan terbaik serta mendapat ridho Allah SWT,” harapnya. (rmc/adn/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/