alexametrics
28.1 C
Malang
Thursday, 7 July 2022

Perangi Narkoba, BNN Jadikan Penyintas sebagai Agen Sosialisasi

MALANG KOTA – Untuk memberantas modus baru dan maraknya peredaran narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang punya cara jitu. Yakni, memanfaatkan para penyintas narkoba binaan BNN Kota Malang sebagai agen pemulihan.

Penyintas sendiri adalah para pecandu yang berhasil direhabilitasi, dan kini sudah tidak menjadi pecandu lagi.

“Mereka (penyintas) kami namakan agen pemulihan. Ini cara dari BNN Pusat yang kita adaptasi. Saya mengajak terhadap residen, mantan-mantan yang sudah berhasil direhabilitasi untuk dia memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” kata Kepala BNN Kota Malang Agoes Irianto seusai penandatanganan komitmen Zona Integritas (ZI) yang dihadiri Walikota Malang Sutiaji, di kantor BNN Kota Malang, Kamis (17/9).

Upaya memanfaatkan penyintas, kata Agoes, terkait tren pergeseran peredaran narkoba. Sebelumnya marak peredaran sabu-sabu, saat ini malah ganja yang menjadi trending. Salah satunya adalah kasus ojol yang juga menjadi kurir narkoba diketemukan oleh tim Satreskoba Kota Malang beberapa waktu lalu.

Agoes mengatakan, tugas dari agen pemulihan ini adalah menyadarkan para pecandu narkoba yang belum bisa lepas dari jerat belenggu hitam bisnis haram ini. Entah ke jaringannya atau pengguna lain.

“Mereka kita jadikan agen untuk menyadarkan. Jadi mengajak mereka yang belum lepas jadi pecandu itu,” ujar Agoes.

Untuk agen ini, Agoes menyasar kelurahan-kelurahan yang dianggap rawan peredaran narkotika. “Tidak semua, kemarin ini saya manfaatkan 5 orang dulu,” tandas Agoes.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG KOTA – Untuk memberantas modus baru dan maraknya peredaran narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang punya cara jitu. Yakni, memanfaatkan para penyintas narkoba binaan BNN Kota Malang sebagai agen pemulihan.

Penyintas sendiri adalah para pecandu yang berhasil direhabilitasi, dan kini sudah tidak menjadi pecandu lagi.

“Mereka (penyintas) kami namakan agen pemulihan. Ini cara dari BNN Pusat yang kita adaptasi. Saya mengajak terhadap residen, mantan-mantan yang sudah berhasil direhabilitasi untuk dia memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” kata Kepala BNN Kota Malang Agoes Irianto seusai penandatanganan komitmen Zona Integritas (ZI) yang dihadiri Walikota Malang Sutiaji, di kantor BNN Kota Malang, Kamis (17/9).

Upaya memanfaatkan penyintas, kata Agoes, terkait tren pergeseran peredaran narkoba. Sebelumnya marak peredaran sabu-sabu, saat ini malah ganja yang menjadi trending. Salah satunya adalah kasus ojol yang juga menjadi kurir narkoba diketemukan oleh tim Satreskoba Kota Malang beberapa waktu lalu.

Agoes mengatakan, tugas dari agen pemulihan ini adalah menyadarkan para pecandu narkoba yang belum bisa lepas dari jerat belenggu hitam bisnis haram ini. Entah ke jaringannya atau pengguna lain.

“Mereka kita jadikan agen untuk menyadarkan. Jadi mengajak mereka yang belum lepas jadi pecandu itu,” ujar Agoes.

Untuk agen ini, Agoes menyasar kelurahan-kelurahan yang dianggap rawan peredaran narkotika. “Tidak semua, kemarin ini saya manfaatkan 5 orang dulu,” tandas Agoes.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/