alexametrics
20.9 C
Malang
Wednesday, 17 August 2022

Inilah Diro, Pecinta Lingkungan yang Jadi Juri Kampung Bersinar

MALANG KOTA – Peserta lomba Kampung Bersinar, pasti tidak asing dengan juri yang satu ini. Sudiro atau Diro sapaan akrabnya, menjadi salah satu juri dari perwakilan perguruan tinggi tepatnya dari Institut Teknologi Nasional Malang. Sejak tahun 2016, Diro dipercaya oleh pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup untuk menjadi koordinator juri Kampung Bersinar.

“Saya sudah sejak SMA cinta dengan lingkungan, saya juga tergabung kedalam organisasi pecinta alam sekolah,” jelasnya.

Menurutnya kala itu dia berpikir bahwa manusia tidak bisa lepas dari hidup berdampingan dengan alam, akan tetapi sedikit orang mengambil peran untuk menjaga alam.

Karena itu, dia menempuh pendidikan yang memang fokus pada lingkungan. Tahun 1997 Sudiro menempuh penddidikan Teknik Lingkungan di ITN Malang yang dilanjutkan menempuh S2 di ITS Surabaya di konsentrasi yang sama. Sederet penelitian dan pengabdian masyarakat dilakoninya. Total ada 7 judul penelitian yang digarapnya sepanjang tahun 2016 sampai tahun 2020, 11 artikel ilmiah dan pemakalah di 4 seminar.

Diro (baju hijau) saat melakukan penjurian Lomba Kampung Bersinar Kota Malang (Intan Refa / radar Malang)

Diantaranya ada budidaya perikanan system bioflok daerah perkotaan, kampong tematik Kelurahan Tunjungsekar RW 04 Bamboo Mewek Park. Juga membuat kajian dan pemetaan kondisi social masyarakat di desa sekitar pabrik kertas PT Tjiwi Kimia Tbk, bantuan teknis pembuatan broncaptering untuk penyediaan ari bersih di Desa Petungsewu Kecamatan Wagir. Berkat peran aktifnya di bidang lingkungan, wajar saja jika pemerintah Kota Batu melalui DLH Kota Batu meminta saran dan pendapat dalam rapat penilaian Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH).

Sudiro yang saat menjabat Kaprodi Teknik Lingkungan ITN Malang ini juga memiliki peran aktif di masyarakat. Salah satunya saja, di tahun ini pria berkacamata ini melakukan pendampingan di Kelurahan Giripurno Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

“Sifatnya dibuat seperti lomba, tujuannya bagaimana menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” papar pria kelahiran Pati 47 tahun lalu itu.

Selain itu juga dirinya melakukan pendampingan di Nusa Tenggara Timur tepatnya Kabupaten Sumba Barat untuk menyusun dokumen kajian lingkungan hidup strategis. “Sebuah dokumen yang digunakan sebagai pendamping dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah,” jelas Kaprodi ramah itu. Dokumen ini berfungsi untuk memastikan perencaan tata ruang wilayah itu sudah berkaidah lingkungan.

Tidak hanya itu, pria lincah ini juga aktif memberdayakan kampung di tempat tinggalnya di Kelurahan Tunjungsekar tepatnya di RW 04. “Di kampung, saya sebagai Pembina bank sampah,” lanjutnya.

Di samping itu, Ketua RT periode 2011 sampai 2017 ini termasuk juga dalam anggota tim penilai dokumen AMDAL Kota Malang sejak tahun 2019 sampai sekarang. Berkat peran aktifnya tersebut, tidak aneh jika DLH Kota Malang menunjuknya menjadi salah satu juri dalam lomba Kampung Bersinar.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Peserta lomba Kampung Bersinar, pasti tidak asing dengan juri yang satu ini. Sudiro atau Diro sapaan akrabnya, menjadi salah satu juri dari perwakilan perguruan tinggi tepatnya dari Institut Teknologi Nasional Malang. Sejak tahun 2016, Diro dipercaya oleh pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup untuk menjadi koordinator juri Kampung Bersinar.

“Saya sudah sejak SMA cinta dengan lingkungan, saya juga tergabung kedalam organisasi pecinta alam sekolah,” jelasnya.

Menurutnya kala itu dia berpikir bahwa manusia tidak bisa lepas dari hidup berdampingan dengan alam, akan tetapi sedikit orang mengambil peran untuk menjaga alam.

Karena itu, dia menempuh pendidikan yang memang fokus pada lingkungan. Tahun 1997 Sudiro menempuh penddidikan Teknik Lingkungan di ITN Malang yang dilanjutkan menempuh S2 di ITS Surabaya di konsentrasi yang sama. Sederet penelitian dan pengabdian masyarakat dilakoninya. Total ada 7 judul penelitian yang digarapnya sepanjang tahun 2016 sampai tahun 2020, 11 artikel ilmiah dan pemakalah di 4 seminar.

Diro (baju hijau) saat melakukan penjurian Lomba Kampung Bersinar Kota Malang (Intan Refa / radar Malang)

Diantaranya ada budidaya perikanan system bioflok daerah perkotaan, kampong tematik Kelurahan Tunjungsekar RW 04 Bamboo Mewek Park. Juga membuat kajian dan pemetaan kondisi social masyarakat di desa sekitar pabrik kertas PT Tjiwi Kimia Tbk, bantuan teknis pembuatan broncaptering untuk penyediaan ari bersih di Desa Petungsewu Kecamatan Wagir. Berkat peran aktifnya di bidang lingkungan, wajar saja jika pemerintah Kota Batu melalui DLH Kota Batu meminta saran dan pendapat dalam rapat penilaian Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH).

Sudiro yang saat menjabat Kaprodi Teknik Lingkungan ITN Malang ini juga memiliki peran aktif di masyarakat. Salah satunya saja, di tahun ini pria berkacamata ini melakukan pendampingan di Kelurahan Giripurno Kecamatan Bumiaji Kota Batu.

“Sifatnya dibuat seperti lomba, tujuannya bagaimana menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” papar pria kelahiran Pati 47 tahun lalu itu.

Selain itu juga dirinya melakukan pendampingan di Nusa Tenggara Timur tepatnya Kabupaten Sumba Barat untuk menyusun dokumen kajian lingkungan hidup strategis. “Sebuah dokumen yang digunakan sebagai pendamping dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah,” jelas Kaprodi ramah itu. Dokumen ini berfungsi untuk memastikan perencaan tata ruang wilayah itu sudah berkaidah lingkungan.

Tidak hanya itu, pria lincah ini juga aktif memberdayakan kampung di tempat tinggalnya di Kelurahan Tunjungsekar tepatnya di RW 04. “Di kampung, saya sebagai Pembina bank sampah,” lanjutnya.

Di samping itu, Ketua RT periode 2011 sampai 2017 ini termasuk juga dalam anggota tim penilai dokumen AMDAL Kota Malang sejak tahun 2019 sampai sekarang. Berkat peran aktifnya tersebut, tidak aneh jika DLH Kota Malang menunjuknya menjadi salah satu juri dalam lomba Kampung Bersinar.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/