alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Masih di Bui, Mantan Bos Bank Mega Tersangka Lagi

MALANG KOTA– Mantan Branch Manager Bank Mega KCP Kyai Tamin Malang Yanti Andarias, 44, bisa jadi menghuni  bui lebih lama lagi. Sebab saat ini, dia yang masih menjalani masa tahanan di Lapas Perempuan Sukun, setelah divonis setahun penjara dalam kasus penggelapan uang nasabah, kini ada laporan baru. Yakni dari beberapa nasabah yang berbeda dengan pelapor dalam kasus pertama. Nilai kerugian nasabah dalam laporan kedua senilai sekitar Rp 3 miliar. Sedangkan dalam kasus pertama yang membuat dia divonis setahun sejak akhir 2020 itu, kerugian nasabah senilai Rp 940 juta. Yang melaporkan atas nama Bambang.

Kuasa hukum para korban, Maliki SH MH menjelaskan kerugian yang dialami para kliennya cukup besar. ”Sekitar Rp 3 miliar,” tegas Maliki kemarin. Dia menambahkan, sudah satu bulanan lalu, Yanti ditetapkan sebagai tersangka di Polresta Malang Kota. Namun demikian, pemeriksaan terhadap korban masih berlanjut. Para korban yang dia tangani antara lain Hanni Amaliani (kerugian Rp 1,1 miliar), Hokky Tjokrowibowo (rugi Rp 800 juta), Jong Pongki Tambayong (rugi Rp 425 juta), Maria Christin (rugi Rp 400 juta), Damayanti (rugi Rp 300 juta), dan Lieneke Kusumawati (rugi Rp 100 juta). Semua ditotal Rp 3,025 miliar. Pihaknya masih mengenakan terpidana dengan pasal yang sama. “UU Perbankan, Pasal 372 dan 378 tentang penipuan dan penggelapan,” ujar dia.

Sementara itu, kuasa hukum Yanti, Fakhruddin R. Umasugi SH MH mengatakan bahwa kliennya kini telah menjalani proses hukum tahap satu. Atau perkaranya sudah dilimpah ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang. “Belum tahap dua, masih ditahan di Polresta,” ucap dia. Meski hukuman kliennya pasti bertambah, pihaknya hanya bisa mengikuti prosedur yang ada. “Menanti kapan persidangan saja, selebihnya ikuti yang ada,” jawab dia. (biy/abm)

Pewarta: Biyan Muzaki

MALANG KOTA– Mantan Branch Manager Bank Mega KCP Kyai Tamin Malang Yanti Andarias, 44, bisa jadi menghuni  bui lebih lama lagi. Sebab saat ini, dia yang masih menjalani masa tahanan di Lapas Perempuan Sukun, setelah divonis setahun penjara dalam kasus penggelapan uang nasabah, kini ada laporan baru. Yakni dari beberapa nasabah yang berbeda dengan pelapor dalam kasus pertama. Nilai kerugian nasabah dalam laporan kedua senilai sekitar Rp 3 miliar. Sedangkan dalam kasus pertama yang membuat dia divonis setahun sejak akhir 2020 itu, kerugian nasabah senilai Rp 940 juta. Yang melaporkan atas nama Bambang.

Kuasa hukum para korban, Maliki SH MH menjelaskan kerugian yang dialami para kliennya cukup besar. ”Sekitar Rp 3 miliar,” tegas Maliki kemarin. Dia menambahkan, sudah satu bulanan lalu, Yanti ditetapkan sebagai tersangka di Polresta Malang Kota. Namun demikian, pemeriksaan terhadap korban masih berlanjut. Para korban yang dia tangani antara lain Hanni Amaliani (kerugian Rp 1,1 miliar), Hokky Tjokrowibowo (rugi Rp 800 juta), Jong Pongki Tambayong (rugi Rp 425 juta), Maria Christin (rugi Rp 400 juta), Damayanti (rugi Rp 300 juta), dan Lieneke Kusumawati (rugi Rp 100 juta). Semua ditotal Rp 3,025 miliar. Pihaknya masih mengenakan terpidana dengan pasal yang sama. “UU Perbankan, Pasal 372 dan 378 tentang penipuan dan penggelapan,” ujar dia.

Sementara itu, kuasa hukum Yanti, Fakhruddin R. Umasugi SH MH mengatakan bahwa kliennya kini telah menjalani proses hukum tahap satu. Atau perkaranya sudah dilimpah ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang. “Belum tahap dua, masih ditahan di Polresta,” ucap dia. Meski hukuman kliennya pasti bertambah, pihaknya hanya bisa mengikuti prosedur yang ada. “Menanti kapan persidangan saja, selebihnya ikuti yang ada,” jawab dia. (biy/abm)

Pewarta: Biyan Muzaki

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/