alexametrics
28.1 C
Malang
Thursday, 7 July 2022

Kronologi Roland Terseret Rumah Hanyut Akibat Hujan Deras

MALANG KOTA – Hujan deras memicu tanah longsor dan menghanyutkan rumah di Perum Griya Sulfat Inside Kavling 10 RT 9 RW 8, Bunulrejo Blimbing Kota Malang. Dari peristiwa tersebut, satu orang bernama Roland Sumarno dilaporkan hilang.

Yunijah, salah satu korban selamat yang juga istri Roland menceritakan, kejadian naas tersebut berlangsung sekitar pukul 17.00-17.30 WIB. “Ketika itu deras-derasnya hujan. Dan saya juga kebetulan sedang di teras. Ketika itu bapak (Roland) sedang bersih-bersih di halaman rumah. Dan patahan longsor sampai teras rumah. Patahan perkiraan sekitar 4 hingga 7 meteran,” cerita Yunijah.

Ia menceritakan, tak butuh waktu lama usai retakan, tiba-tiba tanah langsung ambrol ke arah Sungai Bango. Saat dikonfirmasi apakah Roland terbawa longsoran saat berusaha menyelamatkan motor, Yunijah menyangkalnya. Ia mengatakan, saat tanah ambrol, suaminya tersebut sedang membersihkan saluran air.

Ketua RT 9 RW 8, Abdul Karim menambahkan, ada dua buah sepeda motor yang ikut hanyut. Yaitu milik keluarga korban, dan milik Nurul Alfia, tamu yang saat itu berkunjung ke rumah Roland.

“Kami masih belum tahu apakah (Roland) hanyut atau tertimbun. Semoga ada keajaiban, masih bisa selamat,” harapnya.

Abdul Karim mengakui, kontur rumah Roland tergolong membahayakan, dengan kemiringan lebih dari 30 derajat. “Kami sebelum ini sudah dalam kondisi berdiskusi dengan pihak pengembang. Tetapi belum terlaksana karena kita lebih mendahulukan kondisi gorong-gorong yang pecah,” ujarnya.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG KOTA – Hujan deras memicu tanah longsor dan menghanyutkan rumah di Perum Griya Sulfat Inside Kavling 10 RT 9 RW 8, Bunulrejo Blimbing Kota Malang. Dari peristiwa tersebut, satu orang bernama Roland Sumarno dilaporkan hilang.

Yunijah, salah satu korban selamat yang juga istri Roland menceritakan, kejadian naas tersebut berlangsung sekitar pukul 17.00-17.30 WIB. “Ketika itu deras-derasnya hujan. Dan saya juga kebetulan sedang di teras. Ketika itu bapak (Roland) sedang bersih-bersih di halaman rumah. Dan patahan longsor sampai teras rumah. Patahan perkiraan sekitar 4 hingga 7 meteran,” cerita Yunijah.

Ia menceritakan, tak butuh waktu lama usai retakan, tiba-tiba tanah langsung ambrol ke arah Sungai Bango. Saat dikonfirmasi apakah Roland terbawa longsoran saat berusaha menyelamatkan motor, Yunijah menyangkalnya. Ia mengatakan, saat tanah ambrol, suaminya tersebut sedang membersihkan saluran air.

Ketua RT 9 RW 8, Abdul Karim menambahkan, ada dua buah sepeda motor yang ikut hanyut. Yaitu milik keluarga korban, dan milik Nurul Alfia, tamu yang saat itu berkunjung ke rumah Roland.

“Kami masih belum tahu apakah (Roland) hanyut atau tertimbun. Semoga ada keajaiban, masih bisa selamat,” harapnya.

Abdul Karim mengakui, kontur rumah Roland tergolong membahayakan, dengan kemiringan lebih dari 30 derajat. “Kami sebelum ini sudah dalam kondisi berdiskusi dengan pihak pengembang. Tetapi belum terlaksana karena kita lebih mendahulukan kondisi gorong-gorong yang pecah,” ujarnya.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/