alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Pemkot Bakal Somasi 3 Pengelola Pasar. Dewan:Somasi Masih Belum Ada Wujudkanya!

MALANG KOTA- Niatan Pemkot Malang melakukan somasi kepada pihak ketiga yang mengelola Pasar Besar, Pasar Induk Gadang, dan Pasar Blimbing ditanggapi secara normatif oleh pihak dewan.  Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi mengaku baru mendapat informasi tersebut. Bentuk somasi yang dilakukan pemkot kepada tiga investor pasar juga belum ada wujudnya.

Meski demikian, Arief tetap meminta ketegasan pemkot untuk menyelesaikan tiga proyek mangkrak tersebut. ”Khusus untuk Pasar Induk Gadang saya berani mengatakan bahwa investor sudah wanprestasi. Sehingga sudah selayaknya pemkot segera memutus perjanjian kerja samanya,” tegas politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Arief menambahkan, di dalam perjanjian kerja sama (PKS), proyek revitalisasi di sana sebenarnya bakal diselesaikan dalam tempo dua tahun. Dimulai sejak dilakukan pembangunan. Sedangkan semua pihak, seperti pedagang maupun pemkot, mengetahui bahwa pembangunan Pasar Gadang, khususnya eks terminal sudah dilakukan dan terbengkalai.

Sedangkan untuk Pasar Blimbing, dia menyebut masih perlu dilakukan pembicaraan dengan pihak investor untuk segera mencapai titik temu. Jika terjadi deadlock atau kebuntuan, maka sesegera mungkin pemkot perlu mengambil langkah hukum.

Sementara mengenai Pasar Besar, dia melihat bila hal yang terpenting justru adalah pendekatan kepada pedagang. Sepengetahuan dia, PT Matahari Putra Prima sebagai pihak yang terikat kerja sama di Pasar Besar sudah pasrah kepada Pemkot Malang. ”Sehingga pemkot tinggal komunikasi dengan jajaran pedagang terkait dengan DED yang sudah jadi itu,” tandasnya.

Seperti diberitakan, bentuk somasi yang diberikan pemkot adalah kejelasan kerja sama dan keterlibatan dalam proses revitalisasi pasar. Somasi masih di Korsupgah) KPK dan sekarang masih menunggu turun rekomendasinya. (adn/by)

MALANG KOTA- Niatan Pemkot Malang melakukan somasi kepada pihak ketiga yang mengelola Pasar Besar, Pasar Induk Gadang, dan Pasar Blimbing ditanggapi secara normatif oleh pihak dewan.  Anggota Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi mengaku baru mendapat informasi tersebut. Bentuk somasi yang dilakukan pemkot kepada tiga investor pasar juga belum ada wujudnya.

Meski demikian, Arief tetap meminta ketegasan pemkot untuk menyelesaikan tiga proyek mangkrak tersebut. ”Khusus untuk Pasar Induk Gadang saya berani mengatakan bahwa investor sudah wanprestasi. Sehingga sudah selayaknya pemkot segera memutus perjanjian kerja samanya,” tegas politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Arief menambahkan, di dalam perjanjian kerja sama (PKS), proyek revitalisasi di sana sebenarnya bakal diselesaikan dalam tempo dua tahun. Dimulai sejak dilakukan pembangunan. Sedangkan semua pihak, seperti pedagang maupun pemkot, mengetahui bahwa pembangunan Pasar Gadang, khususnya eks terminal sudah dilakukan dan terbengkalai.

Sedangkan untuk Pasar Blimbing, dia menyebut masih perlu dilakukan pembicaraan dengan pihak investor untuk segera mencapai titik temu. Jika terjadi deadlock atau kebuntuan, maka sesegera mungkin pemkot perlu mengambil langkah hukum.

Sementara mengenai Pasar Besar, dia melihat bila hal yang terpenting justru adalah pendekatan kepada pedagang. Sepengetahuan dia, PT Matahari Putra Prima sebagai pihak yang terikat kerja sama di Pasar Besar sudah pasrah kepada Pemkot Malang. ”Sehingga pemkot tinggal komunikasi dengan jajaran pedagang terkait dengan DED yang sudah jadi itu,” tandasnya.

Seperti diberitakan, bentuk somasi yang diberikan pemkot adalah kejelasan kerja sama dan keterlibatan dalam proses revitalisasi pasar. Somasi masih di Korsupgah) KPK dan sekarang masih menunggu turun rekomendasinya. (adn/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/