alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Arus Lalin Persimpangan Flyover Kedungkandang, Malang Masih Ruwet

MALANG KOTA – Keruwetan lalu lintas (lalin) kendaraan, terutama di jam-jam sibuk di persimpangan jembatan (flyover) Kedungkandang masih saja terjadi. Terutama laju kendaraan dari arah Jalan Muharto, Jalan Ki Ageng Gribig, maupun Jalan Mayjen Sungkono. Meski rekayasa lalu lintas telah dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, antean panjang kendaraan masih terlihat.

Kepala Seksie (Kasie) Manajemen Rekayasa dan Keselamatan Lalu Lintas Dishub Kota Malang Heriono mengatakan bahwa pengurai kemacetan dengan pemberian traffic light (TL) masih belum ada instruksi. Itu karena kendaraan yang berada di atas jembatan tak boleh berhenti. ”Sangat tidak disarankan pemasangan TL di sana karena kendaraan tak boleh berhenti di atas jembatan,” ujarnya saat dihubungi kemarin (17/3).

Heriono melanjutkan bahwa pemasangan TL harus ada kajian terlebih dahulu. Terutama dengan Forum Lalu Lintas yang kerap memberikan masukan untuk merekayasa lalu lintas. Menurut dia, antrean kendaraan kerap terjadi dari arah selatan.

Untuk itu, harus ada rekayasa lalu lintas yang mampu memecah antrian kendaraan. Pantauan di lokasi terlihat kendaraan nampak antre melintas di persimpangan itu. Terutama dari arah selatan yakni Jalan Mayjend Sungkono yang mengekor cukup panjang. Nampak, beberapa pekerja melebarkan jalan dekat jembatan. Antrean panjang kerap terjadi pada pagi maupun sore hari saat pengendara berangkat dan pulang bekerja. (rmc/adn/mas)

MALANG KOTA – Keruwetan lalu lintas (lalin) kendaraan, terutama di jam-jam sibuk di persimpangan jembatan (flyover) Kedungkandang masih saja terjadi. Terutama laju kendaraan dari arah Jalan Muharto, Jalan Ki Ageng Gribig, maupun Jalan Mayjen Sungkono. Meski rekayasa lalu lintas telah dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, antean panjang kendaraan masih terlihat.

Kepala Seksie (Kasie) Manajemen Rekayasa dan Keselamatan Lalu Lintas Dishub Kota Malang Heriono mengatakan bahwa pengurai kemacetan dengan pemberian traffic light (TL) masih belum ada instruksi. Itu karena kendaraan yang berada di atas jembatan tak boleh berhenti. ”Sangat tidak disarankan pemasangan TL di sana karena kendaraan tak boleh berhenti di atas jembatan,” ujarnya saat dihubungi kemarin (17/3).

Heriono melanjutkan bahwa pemasangan TL harus ada kajian terlebih dahulu. Terutama dengan Forum Lalu Lintas yang kerap memberikan masukan untuk merekayasa lalu lintas. Menurut dia, antrean kendaraan kerap terjadi dari arah selatan.

Untuk itu, harus ada rekayasa lalu lintas yang mampu memecah antrian kendaraan. Pantauan di lokasi terlihat kendaraan nampak antre melintas di persimpangan itu. Terutama dari arah selatan yakni Jalan Mayjend Sungkono yang mengekor cukup panjang. Nampak, beberapa pekerja melebarkan jalan dekat jembatan. Antrean panjang kerap terjadi pada pagi maupun sore hari saat pengendara berangkat dan pulang bekerja. (rmc/adn/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/