alexametrics
32 C
Malang
Saturday, 15 May 2021

Warna Dua Kampung Tematik Kota Malang Mulai Memudar

Sesuai perjanjian awal, tahap perawatan Kampung Biru Arema (KBA) dan Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ) harusnya dilakukan pada tahun ini. Kondisi di lapangan juga menguatkan pentingnya tahap perawatan tersebut. Sebab, warna cat di rumah-rumah warga saat ini mulai memudar.
—————————-
Bila diperhatikan dengan seksama, mungkin Anda bakal menyadari adanya perbedaan dari Kampung Biru Arema (KBA) dan Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ) dulu dan kini. Beberapa cat yang menempel di dinding dan genteng rumah warga tampak mulai memudar. Citra berwarna pada barisan rumah-rumah tersebut memang masih terlihat. Namun, jika dibiarkan tanpa perawatan, tentu cat ini berpotensi makin luntur di kemudian hari.

Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) KWJ Hadi Suseno membenarkan kondisi itu. Dia lantas menyebut bila sebelum Lebaran nanti bakal dilakukan pengecatan di sana. Tetapi, area yang dikerjakan nantinya lebih ke paving dan kawasan depan rumah warga. Selain sebagai bentuk perawatan, rencana itu juga dirumuskan karena momen Lebaran cukup dinantikan warga. ”(Rencana) itu sudah kami koordinasikan dengan Pak Steven (Vice President PT Indana),” kata dia kepada Jawa Pos Radar Malang.

Terkait bagian genteng rumah warga, Hadi menyebut bila tahap pengecatan masih akan melihat kondisi cuaca. Secara umum, dia optimistis bila setelah Lebaran nanti pengecatan ulang pada bagian genteng maupun tembok yang sudah pudar bisa dilakukan.

Berbeda dengan KWJ, Ketua Pokdarwis KBA Irmawan Yunanto mengaku masih belum menerima informasi soal program pengecatan ulang. Padahal, sesuai perjanjian awal dulu, perbaikan harusnya dilakukan dua tahun sekali. Saat ini, dia menyebut bila beberapa rumah warga masih terlihat bagus, tetapi dia tak menampik perlu tahap perawatan.

”Terutama bagian mural, ada yang sudah terkelupas. Kami takut untuk memperbaiki sendiri karena akan mengurangi keindahan,” kata Irmawan. Dia berharap Pemkot Malang dan PT Indana mampu menengok dan membantu perawatan di KBA. Apalagi, saat diresmikan pada 2018 lalu, juga sudah dijanjikan adanya perawatan rutin. Warga pun berharap janji itu bisa terealisasi. Sebab, memang sudah lama tidak ada perawatan untuk cat rumah warga. Jika ada kerusakan, warga biasa memperbaikinya dengan biaya masing-masing.

Dari pantauan Jawa Pos Radar malang di dua lokasi tersebut, beberapa cat pada bagian sudut bangunan memang mulai mengelupas. Terutama di beberapa bagian mural. Musim hujan yang membuat kelembapan meningkat juga berdampak pada beberapa bagian tembok rumah warga. Lumut tampak tumbuh dengan subur. Sorotan utama memudarnya warna terletak pada bagian genteng rumah yang banyak mengelupas karena paparan matahari dan hujan. (rmc/adn/c1/by)

Sesuai perjanjian awal, tahap perawatan Kampung Biru Arema (KBA) dan Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ) harusnya dilakukan pada tahun ini. Kondisi di lapangan juga menguatkan pentingnya tahap perawatan tersebut. Sebab, warna cat di rumah-rumah warga saat ini mulai memudar.
—————————-
Bila diperhatikan dengan seksama, mungkin Anda bakal menyadari adanya perbedaan dari Kampung Biru Arema (KBA) dan Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ) dulu dan kini. Beberapa cat yang menempel di dinding dan genteng rumah warga tampak mulai memudar. Citra berwarna pada barisan rumah-rumah tersebut memang masih terlihat. Namun, jika dibiarkan tanpa perawatan, tentu cat ini berpotensi makin luntur di kemudian hari.

Sekretaris Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) KWJ Hadi Suseno membenarkan kondisi itu. Dia lantas menyebut bila sebelum Lebaran nanti bakal dilakukan pengecatan di sana. Tetapi, area yang dikerjakan nantinya lebih ke paving dan kawasan depan rumah warga. Selain sebagai bentuk perawatan, rencana itu juga dirumuskan karena momen Lebaran cukup dinantikan warga. ”(Rencana) itu sudah kami koordinasikan dengan Pak Steven (Vice President PT Indana),” kata dia kepada Jawa Pos Radar Malang.

Terkait bagian genteng rumah warga, Hadi menyebut bila tahap pengecatan masih akan melihat kondisi cuaca. Secara umum, dia optimistis bila setelah Lebaran nanti pengecatan ulang pada bagian genteng maupun tembok yang sudah pudar bisa dilakukan.

Berbeda dengan KWJ, Ketua Pokdarwis KBA Irmawan Yunanto mengaku masih belum menerima informasi soal program pengecatan ulang. Padahal, sesuai perjanjian awal dulu, perbaikan harusnya dilakukan dua tahun sekali. Saat ini, dia menyebut bila beberapa rumah warga masih terlihat bagus, tetapi dia tak menampik perlu tahap perawatan.

”Terutama bagian mural, ada yang sudah terkelupas. Kami takut untuk memperbaiki sendiri karena akan mengurangi keindahan,” kata Irmawan. Dia berharap Pemkot Malang dan PT Indana mampu menengok dan membantu perawatan di KBA. Apalagi, saat diresmikan pada 2018 lalu, juga sudah dijanjikan adanya perawatan rutin. Warga pun berharap janji itu bisa terealisasi. Sebab, memang sudah lama tidak ada perawatan untuk cat rumah warga. Jika ada kerusakan, warga biasa memperbaikinya dengan biaya masing-masing.

Dari pantauan Jawa Pos Radar malang di dua lokasi tersebut, beberapa cat pada bagian sudut bangunan memang mulai mengelupas. Terutama di beberapa bagian mural. Musim hujan yang membuat kelembapan meningkat juga berdampak pada beberapa bagian tembok rumah warga. Lumut tampak tumbuh dengan subur. Sorotan utama memudarnya warna terletak pada bagian genteng rumah yang banyak mengelupas karena paparan matahari dan hujan. (rmc/adn/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru