alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Jokowi Targetkan Ekonomi Tumbuh 7 Persen, Begini Respon Sutiaji

MALANG KOTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II sebesar 7 persen. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I tahun 2021 masih terkontraksi minus 0,74 persen.

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, target pertumbuhan ekonomi tersebut dibeber Presiden Joko Widodo saat rakor bersama para kepala daerah kemarin (17/5). ”Dalam rakor bersama pak Presiden, beliau memang menyampaikan target pertumbuhan ekonomi nasional 7 persen di kuartal II. Agak kaget memang saya waktu itu,” ungkapnya.

Meski begitu, Sutiaji tetap optimistis karena saat Presiden menargetkan angka tersebut sudah punya data yang konkret. Karena sejatinya pertumbuhan nasional itu akumulasi dari pertumbuhan daerah. Menurut politisi partai Demokrat itu, Provinsi Jawa Timur adalah pendongkrak ekonomi nasional, dan Malang Raya adalah pendongkrak pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.
“Sehingga logikanya, pertumbuhan ekonomi kita paling tidak harus 8 persen. Tapi saya tidak menargetkan, itu hanya sekadar logika saja. Tapi pasti kita upayakan,” terangnya.

Namun pihaknya menekankan untuk tetap berhati-hati, jangan mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi sementara protokol kesehatan (prokes) rendah. “Ini kan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro masih terus diperpanjang sampai teratasinya pandemi. Jadi sedikit-sedikit kran perekonomian kita buka, tapi tetap prokes sambil percepatan vaksin,” urai Sutiaji.

Menurutnya, salah satu penyebab turunnya perekonomian adalah tidak sesuainya antara permintaan dan penawaran. Sehingga pihaknya juga harus mencari cata bagaimana mengkomunikasikan dua hal tersebut. “Saya kira lebih dari 50 persen problemnya karena itu. Jadi sekarang bagaimana kita mampu mengkomunikasikan dan mendekatkan antara konsumen dan produsen. Untuk kondisi saat ini ya IT yang jalan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dikuatkan,” pungkasnya.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II sebesar 7 persen. Sementara Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I tahun 2021 masih terkontraksi minus 0,74 persen.

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan, target pertumbuhan ekonomi tersebut dibeber Presiden Joko Widodo saat rakor bersama para kepala daerah kemarin (17/5). ”Dalam rakor bersama pak Presiden, beliau memang menyampaikan target pertumbuhan ekonomi nasional 7 persen di kuartal II. Agak kaget memang saya waktu itu,” ungkapnya.

Meski begitu, Sutiaji tetap optimistis karena saat Presiden menargetkan angka tersebut sudah punya data yang konkret. Karena sejatinya pertumbuhan nasional itu akumulasi dari pertumbuhan daerah. Menurut politisi partai Demokrat itu, Provinsi Jawa Timur adalah pendongkrak ekonomi nasional, dan Malang Raya adalah pendongkrak pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.
“Sehingga logikanya, pertumbuhan ekonomi kita paling tidak harus 8 persen. Tapi saya tidak menargetkan, itu hanya sekadar logika saja. Tapi pasti kita upayakan,” terangnya.

Namun pihaknya menekankan untuk tetap berhati-hati, jangan mengejar pertumbuhan ekonomi tinggi sementara protokol kesehatan (prokes) rendah. “Ini kan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro masih terus diperpanjang sampai teratasinya pandemi. Jadi sedikit-sedikit kran perekonomian kita buka, tapi tetap prokes sambil percepatan vaksin,” urai Sutiaji.

Menurutnya, salah satu penyebab turunnya perekonomian adalah tidak sesuainya antara permintaan dan penawaran. Sehingga pihaknya juga harus mencari cata bagaimana mengkomunikasikan dua hal tersebut. “Saya kira lebih dari 50 persen problemnya karena itu. Jadi sekarang bagaimana kita mampu mengkomunikasikan dan mendekatkan antara konsumen dan produsen. Untuk kondisi saat ini ya IT yang jalan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dikuatkan,” pungkasnya.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/