alexametrics
21.4 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Gegara PPKM Darurat, Café di Malang Bikin Promo Nyeleneh Begini

MALANG KOTA – Ada-ada saja ’promo’ yang dibuat salah satu café di Jalan Sunan Kalijaga, Kota Malang ini. Tetap mematuhi aturan PPKM Darurat dengan hanya melayani take away, café ini membanderol harga berlipat jika pembelinya pegawai pemerintah atau kalangan aparat.

Cahyasinda, pemilik Atitude Cafe mengakui harga yang dipatok 3x lipat untuk aparat tersebut untuk mewakili rasa ’gemas’ nya dengan kebijakan PPKM Darurat. Karena sejak buka akhir Juni lalu, dia sangat berharap bulan Juli sudah bisa menggaet pelanggan. Hal itu karena awalnya juga ada wacana dunia pendidikan boleh masuk tatap muka di bulan Juli. Tak dinyana, tanggal 3 Juli mulai pemberlakuan PPKM Darurat Jawa-Bali.

“Sempet terpikir mau tutup saja dulu, tetapi eman kalau tutup” ucapnya. Karena itu, dia lantas mencari cara agar cafenya bisa bertahan.

JIka rekan-rekannya sesama pemilik tempat usaha menggunakan promo menurunkan harga, yang dilakukan Cahya malah kebalikannya. Ia membuat promo khusus untuk ASN dan Aparat, harus bayar 3x lipat. Hal ini dilakukan juga sebagai bentuk protes dan kekecewaannya di masa PPKM Darurat ini.

Ia juga berharap agar PPKM tidak diperpanjang, karena bisa berdampak pada semua sektor,terutama pengusaha-pengusaha ataupun pedagang yang menggantungkan hidupnya dari pelanggan. “Pernah dalam sehari saya 0 omset, kalau dulu sebelum PPKM pernah dapat Rp 800 sampai Rp 900 ribu, sekarang Rp 200 ribu saja berat,” ungkap alumnus Universitas Muhammad Malang ini.

Ia juga bercerita ide promonya itu juga muncul saat melihat orang tuanya yang ASN dan kakaknya yang pegawai tenaga kesehatan tetap gajian meski di tengah pandemi. Sementara yang bukan pegawai negeri, sampai berkali-kali harus berfikir agar tidak bangkrut.

Karena itu ia membuat promo tersebut agar semua bisa merasakan hasil yang sama rata. Ketika ditanya apakah sudah ada ASN atau aparat yang datang ke cafeny dan membayar 3x lipat dari harga normal, dia mengakui belum ada. “Ya mungkin karena promonya seperti ini, siapa juga (ASN atau Aparat) yang mau beli,” ucapnya lantas tergelak.

Pewarta: Bayu Suryo Kusumo

MALANG KOTA – Ada-ada saja ’promo’ yang dibuat salah satu café di Jalan Sunan Kalijaga, Kota Malang ini. Tetap mematuhi aturan PPKM Darurat dengan hanya melayani take away, café ini membanderol harga berlipat jika pembelinya pegawai pemerintah atau kalangan aparat.

Cahyasinda, pemilik Atitude Cafe mengakui harga yang dipatok 3x lipat untuk aparat tersebut untuk mewakili rasa ’gemas’ nya dengan kebijakan PPKM Darurat. Karena sejak buka akhir Juni lalu, dia sangat berharap bulan Juli sudah bisa menggaet pelanggan. Hal itu karena awalnya juga ada wacana dunia pendidikan boleh masuk tatap muka di bulan Juli. Tak dinyana, tanggal 3 Juli mulai pemberlakuan PPKM Darurat Jawa-Bali.

“Sempet terpikir mau tutup saja dulu, tetapi eman kalau tutup” ucapnya. Karena itu, dia lantas mencari cara agar cafenya bisa bertahan.

JIka rekan-rekannya sesama pemilik tempat usaha menggunakan promo menurunkan harga, yang dilakukan Cahya malah kebalikannya. Ia membuat promo khusus untuk ASN dan Aparat, harus bayar 3x lipat. Hal ini dilakukan juga sebagai bentuk protes dan kekecewaannya di masa PPKM Darurat ini.

Ia juga berharap agar PPKM tidak diperpanjang, karena bisa berdampak pada semua sektor,terutama pengusaha-pengusaha ataupun pedagang yang menggantungkan hidupnya dari pelanggan. “Pernah dalam sehari saya 0 omset, kalau dulu sebelum PPKM pernah dapat Rp 800 sampai Rp 900 ribu, sekarang Rp 200 ribu saja berat,” ungkap alumnus Universitas Muhammad Malang ini.

Ia juga bercerita ide promonya itu juga muncul saat melihat orang tuanya yang ASN dan kakaknya yang pegawai tenaga kesehatan tetap gajian meski di tengah pandemi. Sementara yang bukan pegawai negeri, sampai berkali-kali harus berfikir agar tidak bangkrut.

Karena itu ia membuat promo tersebut agar semua bisa merasakan hasil yang sama rata. Ketika ditanya apakah sudah ada ASN atau aparat yang datang ke cafeny dan membayar 3x lipat dari harga normal, dia mengakui belum ada. “Ya mungkin karena promonya seperti ini, siapa juga (ASN atau Aparat) yang mau beli,” ucapnya lantas tergelak.

Pewarta: Bayu Suryo Kusumo

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/