alexametrics
25.9 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

1000 Pelajar Kota Malang Belum Vaksin Dosis Pertama

MALANG KOTA – Vaksinasi pelajar SD dan SMP di Kota Malang kian mendekati 100 persen. Vaksinasi untuk pelajar usia 12 hingga 17 tahun tersebut saat ini sudah mencapai angka 98 persen. Dari sekitar 44 ribu pelajar yang masuk daftar sasaran vaksin, diperkirakan seribu siswa yang belum divaksin tahap 1.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang Suwarjana SE MM mengatakan, angka 98 persen pelajar di Kota Malang telah divaksin tersebut sesuai data yang ter-update kemarin (17/10). Selama sebulan terakhir, para siswa melakukan vaksinasi yang difokuskan di Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma).

“Alhamdulillah telah mencapai 98 persen, tapi target tetap akhir bulan ini bisa kelar,” katanya.

Per harinya, sekitar dua ribu pelajar menjalani vaksinasi di Polkesma. Namun, untuk angka pastinya, Suwarjana tak bisa memastikan angka tersebut stabil setiap hari karena terkait dengan ketersediaan vaksinator.

Menurutnya, di samping capaian 98 persen pelajar telah tervaksin, sebagian pelajar juga sudah ada yang menjalani vaksinasi dosis kedua. Namun untuk jumlahnya dia masih belum mengetahuinya. Beberapa pelajar yang mendapat vaksin dosis kedua merupakan pelajar yang telah mendapat dosis pertama akhir bulan Agustus lalu.

“Sudah ada beberapa, jadi tetap (vaksin) jalan terus tapi juga kami ingatkan vaksin bukan salah satu syarat PTM,” ujar pejabat eselon II-B Pemkot Malang itu.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, update vaksinasi pelajar terus dilakukan tiap hari. Saat ini, lokasi vaksinasi masih berada di Polkesma. Terkait penambahan tempat, dia masih belum bisa memastikan.

“Karena koordinasi kami dengan disdikbud juga masih bekerja sama dengan Polkesma,” paparnya.

Menurut dr Husnul, droping vaksin untuk pelajar terus dikirim oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Vaksin yang datang juga disimpan di cold storage milik Dinkes Kota Malang.

Dengan data pelajar yang sudah 98 persen, Husnul berharap herd immunity bisa terbentuk. Sehingga risiko jika terpapar bisa ditekan. Sejauh ini, pelaksanaan sekolah tatap muka tak sampai menimbulkan klaster baru. “Harapannya jangan sampai ada (klaster sekolah), vaksinasi bisa jadi pencegah, kami pun juga punya pencegahan lain yakni swab secara sampling,” tandasnya. (adn/nay/rmc)

MALANG KOTA – Vaksinasi pelajar SD dan SMP di Kota Malang kian mendekati 100 persen. Vaksinasi untuk pelajar usia 12 hingga 17 tahun tersebut saat ini sudah mencapai angka 98 persen. Dari sekitar 44 ribu pelajar yang masuk daftar sasaran vaksin, diperkirakan seribu siswa yang belum divaksin tahap 1.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Malang Suwarjana SE MM mengatakan, angka 98 persen pelajar di Kota Malang telah divaksin tersebut sesuai data yang ter-update kemarin (17/10). Selama sebulan terakhir, para siswa melakukan vaksinasi yang difokuskan di Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma).

“Alhamdulillah telah mencapai 98 persen, tapi target tetap akhir bulan ini bisa kelar,” katanya.

Per harinya, sekitar dua ribu pelajar menjalani vaksinasi di Polkesma. Namun, untuk angka pastinya, Suwarjana tak bisa memastikan angka tersebut stabil setiap hari karena terkait dengan ketersediaan vaksinator.

Menurutnya, di samping capaian 98 persen pelajar telah tervaksin, sebagian pelajar juga sudah ada yang menjalani vaksinasi dosis kedua. Namun untuk jumlahnya dia masih belum mengetahuinya. Beberapa pelajar yang mendapat vaksin dosis kedua merupakan pelajar yang telah mendapat dosis pertama akhir bulan Agustus lalu.

“Sudah ada beberapa, jadi tetap (vaksin) jalan terus tapi juga kami ingatkan vaksin bukan salah satu syarat PTM,” ujar pejabat eselon II-B Pemkot Malang itu.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, update vaksinasi pelajar terus dilakukan tiap hari. Saat ini, lokasi vaksinasi masih berada di Polkesma. Terkait penambahan tempat, dia masih belum bisa memastikan.

“Karena koordinasi kami dengan disdikbud juga masih bekerja sama dengan Polkesma,” paparnya.

Menurut dr Husnul, droping vaksin untuk pelajar terus dikirim oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Vaksin yang datang juga disimpan di cold storage milik Dinkes Kota Malang.

Dengan data pelajar yang sudah 98 persen, Husnul berharap herd immunity bisa terbentuk. Sehingga risiko jika terpapar bisa ditekan. Sejauh ini, pelaksanaan sekolah tatap muka tak sampai menimbulkan klaster baru. “Harapannya jangan sampai ada (klaster sekolah), vaksinasi bisa jadi pencegah, kami pun juga punya pencegahan lain yakni swab secara sampling,” tandasnya. (adn/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/