alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Waspada Lonjakan Covid, Pemkot Malang Perpanjang Sewa Safe House Kawi

MALANG KOTA – Gedung Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia (BPSDM) milik Pemprov Jatim yang dipakai Pemkot Malang sebagai safe house pasien Covid-19 akan segera berakhir masa sewanya. Meski kasus Covid sudah melandai, namun Pemkot Malang memutuskan untuk memperpanjang masa sewa. Hal itu sebagai langkah antisipasi jika kasus baru Covid-19 meningkat lagi.

Sejak perpanjangan pinjam pakai gedung dilakukan akhir dilakukan bulan Juni lalu, tempat isolasi terpusat (isoter) tersebut bakal habis bulan Oktober ini. Saat ini, isoter yang mampu menampung 250 pasien itu masih menampung 10 pasien Covid-19 dengan gejala ringan.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif memastikan pihaknya mengajukan perpanjangan pinjam pakai gedung Safe House Kawi ke Pemprov Jatim.

“Tetap kami perpanjang, meski Covid-19 telah melandai bukan berarti harus diputus kontraknya,” katanya kemarin (17/10).

Husnul menambahkan, pihaknya segera melakukan komunikasi lanjutan dengan Pemprov Jatim dalam waktu dekat. Nantinya, isoter di Kota Malang tetap di empat tempat. Yakni di Sanggar Kegiatan Bersama (SKB) Pandanwangi, Ascent PH, Safe House Kawi, dan Rumah Teduh. Isoter tersebut tetap digunakan untuk merawat pasien positif Covid-19 dengan gejala ringan.

Pria yang pernah menjabat Direktur RSUD Kota Malang itu berharap Gubernur Jatim bersedia memperpanjang masa pinjam pakai gedung diklat tersebut. Sebab ancaman gelombang ketiga dikhawatirkan masuk ke Kota Malang. Husnul tak ingin kasus pada Juli lalu harus terulang. “Lebih baik ada langkah antisipasi, Karena itu Safe House Kawi bisa dipertahankan,” ujar Husnul.

Di tempat lain, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandana juga menyarankan Pemkot Malang bisa mengantisipasi habisnya masa sewa Safe House Kawi dengan cermat. Jika bulan ini sudah habis, maka komunikasi memang sudah sewajarnya dilakukan. Dia pun mengapresiasi langkah Dinkes melakukan percepatan. “Seharusnya sudah seperti itu, sehingga tidak ada lagi pasien isoman (isolasi mandiri) menumpuk seperti Juli lalu,” tegasnya.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengingatkan agar jangan sampai pasien isoman terabaikan. Sebab sorotan dari Menko Marves beberapa waktu lalu juga menjadi pelajaran. Intinya harus tidak ada pasien yang menjalani isoman. ”Jadi perlu segera dilakukan upaya agar penggunaan Safe House Kawi bisa tetap dipakai,” terangnya. (adn/nay/rmc)

MALANG KOTA – Gedung Balai Pelatihan Sumber Daya Manusia (BPSDM) milik Pemprov Jatim yang dipakai Pemkot Malang sebagai safe house pasien Covid-19 akan segera berakhir masa sewanya. Meski kasus Covid sudah melandai, namun Pemkot Malang memutuskan untuk memperpanjang masa sewa. Hal itu sebagai langkah antisipasi jika kasus baru Covid-19 meningkat lagi.

Sejak perpanjangan pinjam pakai gedung dilakukan akhir dilakukan bulan Juni lalu, tempat isolasi terpusat (isoter) tersebut bakal habis bulan Oktober ini. Saat ini, isoter yang mampu menampung 250 pasien itu masih menampung 10 pasien Covid-19 dengan gejala ringan.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif memastikan pihaknya mengajukan perpanjangan pinjam pakai gedung Safe House Kawi ke Pemprov Jatim.

“Tetap kami perpanjang, meski Covid-19 telah melandai bukan berarti harus diputus kontraknya,” katanya kemarin (17/10).

Husnul menambahkan, pihaknya segera melakukan komunikasi lanjutan dengan Pemprov Jatim dalam waktu dekat. Nantinya, isoter di Kota Malang tetap di empat tempat. Yakni di Sanggar Kegiatan Bersama (SKB) Pandanwangi, Ascent PH, Safe House Kawi, dan Rumah Teduh. Isoter tersebut tetap digunakan untuk merawat pasien positif Covid-19 dengan gejala ringan.

Pria yang pernah menjabat Direktur RSUD Kota Malang itu berharap Gubernur Jatim bersedia memperpanjang masa pinjam pakai gedung diklat tersebut. Sebab ancaman gelombang ketiga dikhawatirkan masuk ke Kota Malang. Husnul tak ingin kasus pada Juli lalu harus terulang. “Lebih baik ada langkah antisipasi, Karena itu Safe House Kawi bisa dipertahankan,” ujar Husnul.

Di tempat lain, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandana juga menyarankan Pemkot Malang bisa mengantisipasi habisnya masa sewa Safe House Kawi dengan cermat. Jika bulan ini sudah habis, maka komunikasi memang sudah sewajarnya dilakukan. Dia pun mengapresiasi langkah Dinkes melakukan percepatan. “Seharusnya sudah seperti itu, sehingga tidak ada lagi pasien isoman (isolasi mandiri) menumpuk seperti Juli lalu,” tegasnya.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengingatkan agar jangan sampai pasien isoman terabaikan. Sebab sorotan dari Menko Marves beberapa waktu lalu juga menjadi pelajaran. Intinya harus tidak ada pasien yang menjalani isoman. ”Jadi perlu segera dilakukan upaya agar penggunaan Safe House Kawi bisa tetap dipakai,” terangnya. (adn/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/