alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Efek Pandemi Jadi Inspirasi Hasilkan Film Pendek Anak Jalanan

MALANG KOTA – Masa sulit selama pandemi Covid-19 menjadi inspirasi untuk menghasilkan karya film. Salah satunya dilakukan organisasi Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT). Organisasi kemanusiaan yang juga memiliki anak asuh yang berasal dari anak jalanan tengah menggarap film pendek berseri.

Film yang berasal dari inisiatif Ketua JKJT Agustinus Tedja ini ingin memberi kesempatan bagi anak jalanan yang suka pada dunia videografi. ”Ini menjadi salah satu upaya kita untuk memfasilitasi anak-anak, yang kebetulan senang dengan alat videografi. Kenapa tidak kita kasi mereka kesempatan memunculkan karya-karya,” terang Ketua JKJT Agustinus Tedja.

Selama penggarapan film ini, Tedja juga sekaligus menjaring talent-talent untuk film-film yang lebih besar lagi. Walaupun semua kru yang mengerjakan bukan dari orang perfilman, tapi semua video yang diunggah dalam platform Youtube ini mendapat respon positif dari pemirsa. Rata-rata film yang dibuatnya ini berdurasi antara 15 sampai 20 menit, tidak lebih dari itu. “Ini kita sedang mengerjakan episode ke-4, target total ada 15 episode,” paparnya. Tentang pendanaan produksi film, Tedja mengungkapkan masih menggunakan dana dari kantong pribadinya.

Disamping itu juga dalam film pendek ini berangkat dari kasus-kasus sosial yang terjadi di masyarakat saat pandemi. “Mulai pendidikan dampak sosial psikologi pada anak, persoalan spikologi pada orangtua, sampai perekonomian,” kata Tedja.

Film pendek itu berjudul “Koncoku Dulurku” yang saat ini sudah memiliki 3 episode. Ketiga episode ini dibedah dalam diskusi film yang dihadiri oleh para senior sinematografi, director of photography (DOP), penulis scenario, sutradara, editor dan dosen perfilman Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Masa sulit selama pandemi Covid-19 menjadi inspirasi untuk menghasilkan karya film. Salah satunya dilakukan organisasi Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT). Organisasi kemanusiaan yang juga memiliki anak asuh yang berasal dari anak jalanan tengah menggarap film pendek berseri.

Film yang berasal dari inisiatif Ketua JKJT Agustinus Tedja ini ingin memberi kesempatan bagi anak jalanan yang suka pada dunia videografi. ”Ini menjadi salah satu upaya kita untuk memfasilitasi anak-anak, yang kebetulan senang dengan alat videografi. Kenapa tidak kita kasi mereka kesempatan memunculkan karya-karya,” terang Ketua JKJT Agustinus Tedja.

Selama penggarapan film ini, Tedja juga sekaligus menjaring talent-talent untuk film-film yang lebih besar lagi. Walaupun semua kru yang mengerjakan bukan dari orang perfilman, tapi semua video yang diunggah dalam platform Youtube ini mendapat respon positif dari pemirsa. Rata-rata film yang dibuatnya ini berdurasi antara 15 sampai 20 menit, tidak lebih dari itu. “Ini kita sedang mengerjakan episode ke-4, target total ada 15 episode,” paparnya. Tentang pendanaan produksi film, Tedja mengungkapkan masih menggunakan dana dari kantong pribadinya.

Disamping itu juga dalam film pendek ini berangkat dari kasus-kasus sosial yang terjadi di masyarakat saat pandemi. “Mulai pendidikan dampak sosial psikologi pada anak, persoalan spikologi pada orangtua, sampai perekonomian,” kata Tedja.

Film pendek itu berjudul “Koncoku Dulurku” yang saat ini sudah memiliki 3 episode. Ketiga episode ini dibedah dalam diskusi film yang dihadiri oleh para senior sinematografi, director of photography (DOP), penulis scenario, sutradara, editor dan dosen perfilman Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/